Sesudah KVKI, Bersiap Menuju Pesparani Kedua di Kupang 2022

16
Presiden RI, Joko Widodo membuka KVKI 2021 secara daring, Sabtu, 2 Oktober 2021 (Dok. Youtube Pesparani Katolik)
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – KREASI Virtual Katolik Indonesia (KVKI) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) berakhir pada hari Kamis, 28 Oktober 2021. Kegiatan yang digelar sejak 2 Oktober 2021 ini menghadirkan tiga jenis lomba, yaitu Tutur Kitab Suci, Mazmur Tanggapan, dan Cerdas Cermat Rohani (CCR).  Ketiga lomba diikuti oleh peserta dari 34 provinsi di Indonesia.

KVKI ini ditutup dengan closing ceremony yang dilangsusungkan secara virtual oleh LP3KN melalui kanal youtube Pesparani Katolik dan zoom. Rangkaian acara penutupan diawali dengan perayaan Ekaristi.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Ketua Konferensi Waligereja Indonesia/Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo di Kapel Angelus Pusat Pastoral (Puspas) Wisma Samadi. Turut mendampingi Kardinal, tiga imam pengurus LP3KN yang duduk sebagai ketua, yakni Romo John Rusae, Romo Agustinus Heri Wibowo, Romo Paulus Christian Siswantoko, dan Romo Antonius Suyadi Pr (Ketua Umum LP3KD DKI Jakarta). Perayaan ini diikuti oleh sejumlah pengurus harian LP3KN dan satu penasihat, Goris Mere.

Kemitmen Kemartiran

Dalam homilinya, Kardinal Suharyo mengungkapkan KVKI merupakan persembahan bagi Tuhan. “Kita persembahkan semua pengalaman, kegembiraan, kebersamaan, mungkin juga kesusahan kita. Tentu persembahan ini sebagai kemulianan nama-Nya dan bagi kebaikan Gereja di Indonesia,” ungkapnya.

Kardinal Suharyo menyakini, melalui Pesparani Katolik dalam kegiatan KVKI pelan-pelan akan membentuk mozaik wajah Gereja di Indonesia.

Karena penutupan KVKI  bertepatan pula dengan momen hari peringatan Sumpah Pemuda, Kardinal Suharyo mengajak kemartiran umat dalam bentuk komitmen. “Khusunya dalam acara KVKI ini, sebagai usaha kita untuk membangun persatuan di dalam Gereja. Sebagai Gereja yang dipersatukan oleh kemartiran itu, juga membangun persaudaraan insani di tengah masyarakat. Semoga Tuhan mendukung dan mendampingi usaha kita untuk memuji dan memuliakan-Nya melalui KVKI lewat LPKN,” tuturnya.

Misa Penutupan KVKI 2021 di Kapel Puspas Samadi, dipimpin oleh Ketua KWI, Ignatius Kardinal Suharyo, Kamis, 28/10/2021. (Foto: Dok HIDUP)

Setelah Misa di kapel, acara berpindah ke Auditorium Wisma Samadi, tempat closing ceremony digelar. Ketua Panitia KVKI 2021, Albertus Susetyo Edi Prabowo mengatakan, acara KVKI merupakan ajang “pemanasan” menuju Pesparani ke-2 di Kupang, Nusa Tengaran Timur (NTT) tahun 2022.

Albertus Susetyo Edi Prabowo (Ist.)

Dalam laporannya, Edi Prabowo menyampaikan bahwa kegiatan ini dibuat agar umat Katolik tetap produktif melalui digital.  “Tujuan dilakukannya KVKI 2021 adalah untuk mengembangkan kapasitas kreasi digital atau virtual, mengembangkan dan penghayatan Kitab Suci generasi muda Katolik, memelihara dan mendorong LP3K agar tetap produktif berkarya melalui sarana digital. Kegiatan ini pula sebagai pujian dan memuliakan Tuhan melalui karya seni digital,” tutunya.

Edi Prabowo berterima kasih kepada pemerintah yang mengapresiasi penuh KVKI 2021, serta segenap keluarga yang dengan sukacita mendukung putra-putri untuk mengikuti rangkaian lomba.

Untuk Generasi Muda

Sementara itu, Ketua Umum LP3KN, Adrianus Eliasta Meliala dalam sambutannya menegaskan, bahwa KVKI dipersembahkan untuk anak-anak dan remaja Katolik Indonesia. “Melaui kegiatan ini generasi muda Katolik siap menanggung beban untuk meneruskan kami. Melalui lomba-lomba yang diadakan yaitu Tutur Kitab Suci, Mazmur Tanggapan, dan Cerdas Cermat Rohani, kami yakin di tangan generasi muda Gereja Katolik akan aman dan semakin besar,” ujar Guru Besar Universitas Indonesia ini.

Menurut Adrianus, KVKI ini bukanlah ajang untuk menang atau kalah dalam perlombaan tetapi partisipasi para peserta dalam mengikuti rangkaian lomba KVKI 2021.  “Jangan kecewa jika kalah dan jangan jumawa ketika menang khusunya untuk anak-anak dan remaja muda Katolik. Bagi kalian yang menang, jadikanlah sebagai sumber inspirasi bagi orang-orang di sekelilingmu. Bagi yang belum menang, jangan kecewa, karena pada dasarnya itu hanya kemenangan yang tertunda,”ungkapnya.

Adrianus juga mengajak anak muda Katolik untuk terus tekun berlatih untuk menyambut pesiapan Pesparani ke-2, agar bisa bertemu kembali di NTT tahun depan.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan juara dari masing-masing lomba. Selain itu, panitia memberikan apresiasi kepada para pendukung. Masing-masing, Romo Yustinus Ardianto selaku Direktur Puspas Samadi, Leonard Yosep sebagai Pencipta Jingle KVKI, dan Andreas Hutomo Umhardani sebagai  pengusaha Production House bersemangat Katolik.

Apresiasi juga dilakukan dari pihak LP3K, maupun LP3KN dan LP3KN dengan menampilkan nyanyian dan tarian. LP3KD DKI Jakarta mempersambahkan tarian daerah berupa tari Ondel-ondel Betawi dan tari Hada Bang Aten dari Alor oleh LP3KD Nusa Tenggara Timur. Bukan hanya tarian daerah saja, para ketua LP3KD tampil menyanyikan lagu nasional Bangun Pemudi Pemuda serta penampilan dari grup musik Jamaica Café.

Mental dan Karakter

Pada penghujung acara, KVKI ditutup secara resmi oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik (Dirjen Bimas) Kementerian Agama, Yohanes Bayu Samodro.

Bayu Samodro sangat mengapresiasi LP3KN di situasi pandemi Covid-19 tetap berkomitmen dan profesional menemukan cara kreatif untuk mendorong dan mengembangkan seni budaya Gerejani.

Dirjen Bimas Katolik, Yohanes Bayu Samodro (Foto: Humas Ditjen Bimas Katolik)

Menurut Bayu Samodro, lomba-lomba yang diadakan KVKI 2021, memberi harapan pembetukan mental dan karakter generasi muda Katolik. “Suksesnya KVKI ini berdampak pembetukan mental dan karakter yang mewarnai umat Katolik di tengah masyarakat, dengan lahirnya generasi yang unggul dan profesional untuk Indonesia Maju,” tuturnya.

Karakter yang terbentuk dari nilai-nilai iman, di mata Bayu Samodro, mampu menjadi sumber inspirasi dalam menyelesaikan berbagai masalah, terutama wabah Covid-19.

Ia menegaskan bahwa pemerintah sangat mendukung aktivitas kehidupan masyarakat, termasuk pembangunan karakter warga di bidang keagamaan. Hal ini sejalan dengan harapan Menteri Agama melalui Peraturan Menteri Agama No. 35 tahun 2016 tentang eksistensi LP3KN.

“Pemerintah ingin menunjukkan bahwa aspirasi dan kebutuhan masyarakat Katolik juga difasilitasi. Itu dibuktikan dengan terlaksananya kegiatan KVKI ini, serta Pesparani pertama di Ambon tahun 2018 yang lalu,” tuturnya.

Bayu Samodro mengajak umat Katolik tetap menaati protokol kesehatan sehinga pandemi Covid-19 berakhir, dengan demikian Pesparani kedua di Kupang, Nusa Tenggara Tumur tahun 2022 dapat terlaksana.

Bagi Bayu Samdro, event seperti KVKI perlu dilaksanakan sebagai sarana penting untuk membina dan meningkatkan iman umat Katolik,

Penampilan apik musisi muda Indonesia yang memulai kariernya mengkover lagu di Tiktok, Brigita Meliala atau dikenal Idgitaf membawakan pujian lagu-lagu rohani menyudahi gelaran KVKI 2021.

Pemenang KVKI 2021

Mazmur Tanggapan Kategori Anak: Juara I Sumatera Selatan (Elisabet Inesa), Juara II Sulawesi Utara (Marisska Gloria Lumentut), dan Juara III Sumatera Utara (Sarah Keiko Felicitanta Simanjutak).

Mazmur Tanggapan Kategori Remaja: Juara I Jawa Tengah (Bernadette Renata Putri Pribadi), Juara II Sulawesi Utara (Sweety Gregoriana Angelique Simbala), dan Juara III Jawa Barat (Flavia Revasti Mahirsya).

Mazmur Tanggapan Kategori OMK: Juara I Jawa Barat (Alfonsus Albert Nurindo), Juara II Banten (Anna Felita Ekaputri), Juara III Kalimantan Selatan (Deliana Moniz).

Mazmur Tanggapan Kategori Dewasa: Juara I DKI Jakarta (Athanasia Paramita Ika Rosarie), Juara II Sulawesi Utara (Danny Wondal), dan Juara III Jawa Tengah (Adriana Widya Arianti).

Lomba Cerdas Cermat Rohani (CCR), para juri menetapkan empat juara. Kategori Anak: Juara I DKI Jakarta, Juara II Banten, Juara III Maluku, dan Juara IV Sulawesi Utara. Kategori Remaja: Juara I Maluku, Juara II Jawa Tengah, Juara III Yogyakarta, dan Juara IV Sulawesi Barat.

Tim Lomba DKI Jakarta, dari keri ke kanan, Priscila Angelica Cathterine Tulis, Jonathan Ernest Poniran, Kimberly Adi Putri saat menunggu Quiz Master menampilkan jawaban yang memastikan DKI Jakarta merebut gelar juara pertama dalam babak final Lomba Cerdas Cermat Rohani Katolik Indonesia, Minggu (10/10/2021). (Foto: Ist.)

Tutur Kitab Suci: Juara I Yogyakarta (Tarsisius Evana Prasetya), Juara II Sumatera Selatan (Abraham Hesti Kristiandini), Juara II Bengkulu (Lavenia Cheney).

FHS/Laporan Angela Merici Devita Kusumawardhani

HIDUP, Edisi No. 45, Tahun ke-75, Minggu, 7 November 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here