Pesan Uskup Atambua Saat Misa Krisma: Hadir Wajah Kristus yang Nyata bagi Umat Allah yang Dilayani

83
Pemberkatan Minyak Krisma
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Dalam perayaan Misa Krisma yang dipimpin Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku di Paroki Katedral Atambua, (Selasa, 12/4/2022), menyampaikan pesan dalam khotbahnya untuk para imam. Salah satunya agar para imam Tuhan mampu menghadirkan wajah Kristus yang nyata bagi umat Allah yang dilayani.

Ia mengatakan bahwa kekuatan yang diterima dari Tuhan untuk membebaskan umat manusia. Untuk mewartakan Injil secara luar biasa. “Kita dilengkapi dengan martabat imamat untuk mewartakan pembebasan jika umat kita masih terbelenggu dengan berbagai persoalan hidup serta mampu menghadirkan wajah Kristus bagi sesama,” ujarnya.

“Umat kita masih terlilit dan terbelenggu dengan berbagai macam persoalan hidup. Di sini kita hadir membawa pembebasan dan menampakkan wajah Kristus yang nyata bagi sesama,” ucapnya.

Saat konsekrasi

Kata Mgr. Domi, masih banyak belenggu yang melekat kuat, di antaranya ketakberdayaan dan kelemahan manusiawi. “Mari kita gunakan kekuatan yang Tuhan berikan kepada kita supaya menjadi lebih bermartabat di hadapan Tuhan dan sesama,” katanya.

Dalam situasi ketakberdayaan ini, ia melanjutkan agar warta keselamatan tetap disampaikan bagi banyak orang dalam situasi sulit yang sering dihadapi untuk memaklumkan pembebasan.

“Warta keselamatan harus tetap digaungkan bagi umat kita agar hidup yang dijalani penuh dengan sukacita dan mendapatkan pembebasan,” tuturnya lagi.

Dalam perayaan ini, Uskup Dominikus memberkati minyak krisma, minyak orang sakit dan minyak katekumen. Ia menjelaskan juga tentang daya kekuatan ilahi dengan menggunakan minyak-minyak kudus ini.

“Dengan minyak krisma kita membawa kekuatan Tuhan untuk mengusir jauh-jauh kekuatan kekafiran, kekuatan duniawi yang melawan kehendak Tuhan dan berusaha demi mencapai keselamatan dan semangat pembebasan Tuhan harus tetap diwartakan,” katanya.

Pemberkatan Minyak Krisma

Kata Uskup lebih lanjut bahwa minyak yang dioles di telapak tangan dan ubun-ubun bukan sekedarnya saja tapi bagi para imam, yang paling penting adalah ini menjadi minyak pembebasan.

“Kita menghantar umat kita untuk beralih dari dunia ini secara perlahan-lahan melalui perbuatan hidup untuk sampai pada saat keselamatan abadi yakni Surga abadi. Di akhir kotbah ia mengatakan, Kristus selalu menjadi yang utama dan kita hanyalah pelayanan,” tuturnya.

Hadir dalam perayaan ini ratusan imam, utusan dari biara-biara serta umat. Selain pembekatan minyak, ada pengucapan janji setia imamat.

Setelah perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan perjamuan persaudaraan untuk para imam bersama Uskup di Pastoran Katedral Atambua.

Para imam yang hadir

Laporan Pastor Ino Nahak (Atambua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here