Kepala Keluarga di Lokomea Pikul Salib

75
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Dalam prosesi jalan salib di Stasi Lokomea, Paroki Lurasik, (Jumad, 15/4/2022), umat mengambil bagian secara nyata dengan memikul salib secara khusus bagi beberapa kepala keluarga. Ini pengalaman pertama terjadi dan umat yang mengikutinya senang dengan kegiatan rohani ini.

Perjalanan menyusuri jalan raya diikuti secara khusuk. Iringan doa dan nyannyian semakin menambah suasana sakral walaupun di tempat umum dan menghadirkan ratusan orang.

Ketua Panitia Perayaan Paskah, Frederick Tomo Tethun mengaku senang karena baru pertama kali terjadi prosesi jalan salib seperti ini dan melibatkan begitu banyak umat. Baginya pengalaman iman ini sungguh luar biasa.

“Saya sungguh merasakan suasana berbeda tahun ini. Bukan semata jalan salib saja tapi juga melibatkan begitu banyak orang dan yang pikul salib adalah kepala keluarga,” katanya bangga.

Baginya prosesi jalan salib yang diterapkan seperti ini sangat kreatif dan memberi kesan positif. Ia melanjutkan bahwa dengan memikul salib seperti ini memberi satu kesan rohani yang kuat bahwa umat harus siap memikul salib dalam kehidupannya.

“Dengan memikul salib, telah memberikan satu pesan rohani yang kuat. Kita harus berani memikul salib kehidupan setiap hari dengan penuh tanggung jawab,” tutur Tomo.

Ungkapan hati yang sama disampaikan Romo Inosensius Nahak Berek saat hadir dalam prosesi suci ini. Ia melihat begitu besar keterlibatan umat dalam kegiatan prosesi jalan salib.

Prosesi jalan salib i Stasi Lokomea, Paroki Lurasik, Atambua.

Kebanggaannya ini sebagai satu apresiasi atas antusiasme umat yang begitu tinggi. “Ini ungkapan hati yang tulus dan penuh kebanggaan karena umat begitu terlibat secara nyata. Kiranya jalan salib suci ini semakin menghantar umat untuk menemukan diri sebagai pribadi istimewa di hadapan Tuhan,” ujarnya.

Beberapa tempat yang disinggahi dalam prosesi ini disertakan dengan doa pemberkatan dan perecikan rumah. Sekaligus juga sebagai ucapan syukur atas kesediaan keluarga dalam memikul salib.

Puncak dari prosesi ini di akhir dengan nyanyian dan berkat perutusan sebelum umat kembali ke rumah masing-masing. Ibadat jalan salib berjalan lancar walau terik matahari menyengat tubuh.

Laporan Romo Ino Nahak (Atambua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here