Pengabenan Perdana di Oasis Lestari

687
Pengabenan: Pengabenan di Pengayengan Prajapati Provinsi Banten, dilaksanakan oleh Ida Pedanda Gede Putra Sidemen. (Foto: Anton Sumarjana)
5/5 - (1 vote)

HIDUPKATOLIK.COM – Di Oasis Lestari Jatake, Kota Tangerang berlangsung upacara Ngaben atau Pengabenan. Ini adalah salah satu bagian dari upacara kematian umat Hindu Bali. Walaupun Oasis Lestari ini milik Dana Pensiun KWI, tetapi melayani semua agama, termasuk Hindu.

Pengabenan berlangsung Selasa 7 Juli 2022, bertempat di Pengayengan Prajapati Provinsi Banten yang berada di dalam area Oasis Lestari. Tempat suci agama Hindu ini dibangun oleh Parisadha Hindu Dharma Indonesia Provinsi Banten daan diurus oleh Yayasan Dharma Ananta Jaya (YDAJ).

Ngeringkes atau Ngetisin Tirta: Upacara dipimpin oleh Ide Pandita Dharma Paseban, menyucikan jenazah almarhum Ida Bagus Wahana untuk perjalanan berikutnya menuju pengabenan dan kremasi. (Foto: Anton Sumarjana)

YDAJ bekerja sama dengan Oasis Lestari menyelenggarakan pelayanan kedukaan mulai dari persemayaman, kremasi, pengabenan, hingga pelarungan.

Sejak diresmikan pada Kamis 24 Maret 2022, inilah pengabenen pertama atau perdana yang berlangsung di Pengayengan Prajapati Provinsi Banten ini. Pengabenan dilaksanakan untuk almarhum Ida Bagus Wahana, pria Bali yang meninggal dunia pada Sabtu 2 Juli 2022.

Pengabenan dilaksanakan setelah jenazah almarhum disemayamkan selama 3 hari 2 malam di Ruang Kenanga Rumah Duka Oasis Lestari. Dan jenazah dikremasi pada Selasa, 5 Juli 2022. Sesudahnya disempurnakan dengan pengabenan yang dipimpin Pandita Ida Pedanda Gede Putra Sidemen.

Jenazah Almarhum Ida Bagus Wahana masuk perabuan di Krematorium Oasis Lestari. (Foto: Anton Sumarjana)

Segenap umat dan tokoh Hindu dari berbagai tempat di Jabodetabek, khususnya yang tinggal di Provinsi Banten, menghadiri upacara Ngaben ini. Di antara yang hadir tampak Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia Provinsi Banten Ida Bagus Alit Wiratmaja, Pendiri Yayasan Dharma Ananta Jaya Anak Agung Anom Suartha, dan jajaran pengurus YDAJ.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Dharma Ananta Jaya Ketut Sunarwa mengatakan, pengabenan jenazah almarhum Ida Bagus Suhana ini merupakan yang pertama kali atau perdana di Oasis Lestari. Yayasan Dharma Ananta Jaya dan Oasis Lestari telah membuat MoU dalam pelayanan umat Hindu yang meninggal dunia.

Dalam MoU itu antara lain Oasis Lestari menyediakan tempat untuk umat Hindu Provinsi Banten (diwakili PHDI), membangun pengayengan prajapati sebagai kiblat atau singgahan sementara jiwa-jiwa umat Hindu yang meninggal dunia, sebelum mereka naik ke nirwana. Fungsi tempat suci ini salah satunya adalah untuk melaksanakan upacara pengabenan.

“Sejak diresmikan pada Kamis 24 Maret 2022, ini untuk pertama kali dilaksanakan pengabenan di Pengayengan Prajapati Provinsi Banten yang berada di dalam kompleks Oasis Lestari ini. Kami akan terus mensosialisasikan ke umat bahwa di Oasis Lestari yang luas ini bisa semayam, kremasi dan dituntaskan dengan pengabenan,” tutur Ketur Sunarwa.

Direktur utama PT Danita Oasis Lestari Ania Desliana menyampaikan terima kasih atas kepercayaan umat Hindu, khususnya keluarga almarhum Ida Bagus Wahana yang mempercayakan pelayanan jenazah almarhum mulai dari penjemputan, persemayaman, kremasi hingga pelarungan di Oasis Lestari.

“Semoga ke depan kami bisa melayani dengan lebih baik lagi. Ini yang perdana jadi kami masih harus banyak belajar memahami seperti apa upacara Hindu Bali dalam hal kedukaan ini,” kata Ania Desliana dalam sambutannya.

Rangkaian upacara berlangsung dari pagi. Pukul 07.30 dilaksanakan upacara ngeringkes atau ngetisin tirta, yang dilaksanakan oleh Ide Pandita Dharma Putra Paseban. Upacara ini berlangsung di ruang Kenanga tempat almarhum disemayamkan. Selanjutnya diadakan prosesi menuju pengayengan prajapati, untuk dilaksanakan upacara memohon kelancaran perjalanan sukma almarhum menuju ke Sang Hyang Widi.

Pada pukul 10.00 WIB, jenazah almarhum Ida Bagus Wahana masuk ke perabuan atau oven di Krematoriium 1, berjarak 20 meter dari pengayengan prajapati.

Pada pukul 11.30, keluarga memilih abu tulang almarhum, lalu dibawa ke prajapati untuk dilaksanakan upacara pengabenen bagian kedua.

Seluruh rangkaian upacara pengabenan ini berakhir sekitar pukul 13, dilanjutkan melarung abu jenazah almarhum ke Tanjung Burung di Tangerang.

Laporan Anton Sumarjana (Tangerang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here