Pembukaan Sidang I KWI 2024, Para Uskup Diajak Mewartakan Injil dengan Jelas

348
Nunsius Apostolik Indonesia berfoto bersama para uskup (HIDUP/Katharina Reny Lestari)
5/5 - (4 votes)

HIDUPKATOLIK.COM – Nunsius Apostolik Indonesia, Mgr. Piero Pioppo, meminta para uskup untuk selalu mengingat dan mewartakan Injil dengan jelas dalam karya penggembalaan di wilayah keuskupan mereka masing-masing.

Nunsius Apostolik Indonesia, Mgr. Piero Pioppo berbicara di depan para uskup (HIDUP/Katharina Reny Lestari)

Ia menyampaikan hal ini dalam sambutannya pada Pembukaan Sidang I Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Tahun 2024 yang diselenggarakan pada Senin (13/05/2024) di Gedung KWI, Jakarta Pusat, yang telah selesai dibangun dan akan diresmikan dan diberkati pada Rabu (15/05/2024) mendatang.

Hampir 40 kardinal, uskup agung, dan uskup – termasuk Kardinal Julius Riyadi Darmaatmadja, SJ – serta sejumlah imam dan biarawati menghadiri acara yang diawali dengan lagu “Veni Creator,” doa pagi, dan lagu “Indonesia Raya” tersebut.

“Dalam sesi pertama ini dan juga dalam sesi di bulan November, temanya adalah ‘Berjalan Bersama Membangun Gereja dan Bangsa.’ Sebagai Nunsius Apostolik, saya juga sangat bahagia dengan tema ini karena ia menekankan aspek berjalan bersama dan membangun. Keduanya adalah kata kerja yang sangat penting yang kita temukan di banyak tempat dalam tulisan-tulisan Perjanjian Baru,” ujarnya. 

Kardinal Julius Riyadi Darmaatmadja, SJ (tengah) saat menyapa para uskup (HIDUP/Katharina Reny Lestari)

“Dalam hal ini, para uskup Indonesia patut dipuji sebab mereka tidak ingin kehilangan kesinambungan misi mereka dengan misi Yesus dan para rasul. Sesungguhnya ini adalah misi yang sejati, misi yang menjadi contoh yang mana kita para gembala dan pekerja pastoral di seluruh dunia dan di sepanjang sejarah harus selalu mengikutinya.”

Mgr. Piero Pioppo juga memuji para uskup karena sejak KWI berdiri hampir 100 tahun lalu mereka telah melaksanakan program hidup yang luhur tersebut bersama umat dan masyarakat.

“Tapi kita membutuhkan tujuan. Ke mana kita berjalan bersama untuk membantu semua saudara-saudari kita serta sesama warga negara kita dalam membangun dengan baik dengan pertolongan Allah, Gereja lokal di bangsa kita. Ke mana?” tanyanya.

Menjawab pertanyaan tersebut, ia menegaskan bahwa Gereja Katolik selalu memiliki jawaban sederhana dan lengkap, yakni berjalan menuju Kristus. Ia kemudian menyinggung tentang rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada awal September mendatang. Menurutnya, kunjungan ini akan menyemangati Gereja Katolik dalam perjalanan tersebut. 

Para uskup, imam, dan biarawati berfoto bersama (HIDUP/Katharina Reny Lestari)

“Dengan perspektif yang ada di hadapan kita ini, dengan rendah hati saya meminta Anda semua, para uskup agung dan uskup, para gembala Gereja Indonesia, untuk selalu mengingat dan mewartakan Injil dengan jelas. Allah Bapa yang berbelas kasih, Tuhan Yesus Kristus yang bangkit dan hidup, Roh Kudus, memberi semua rahmat dan selanjutnya Sakramen-Sakramen, 10 Perintah Allah, realitas tertinggi hidup kita, kematian, penghakiman, surga, dan juga kemungkinan untuk mengecualikan hidup kita dari kehidupan bersama Allah yang kita sebut neraka,” imbuhnya. 

Ia berharap Sidang I KWI 2024 memberi para uskup karunia untuk semakin mengenal, mengasihi, dan mewartakan dengan penuh keteladanan dan seturut perkataan Yesus, Batu Penjuru.

Katharina Reny Lestari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here