Temu Rektor dan Formator Seminari Menengah Regio Sumatera: Formator Mendukung Pengembangan Kebebasan Batin

130
Peserta Temu Rektor dan Formator Seminari Menengah Regio Sumatera bersama pembicara, Pastor Irfantinus Tarigan dan Pastor Alfonsus SX
5/5 - (3 votes)

HIDUPKATOLIK.COM – “Seminari merupakan tempat pembinaan para calon imam dan religius. Proses menuju kebebasan batin untuk pada akhirnya mengambil keputusan dengan lepas bebas, menjadi salah satu tujuan pokok dari formasi dasar ini”, ungkap Pastor Alfonsus Widhiwiryawan SX mengawali materinya tentang Formasi Spiritualitas dalam Temu Rektor dan Formator Seminari Menengah Regio Sumatera, pada Sabtu (29/6/2024) siang.

Dalam pertemuan yang yang dipusatkan di Aula SMA Don Bosco Padang dan mengusung tema Formasi Kepribadian dan Spiritualitas Rektor dan Formator Seminari Menengah ini, ia menyampaikan materi berjudul Spiritualitas Imamat-Formator: Apakah Aku Penjaga Adikku?

Pastor Alfonsus Widhiwiryawan SX menyampaikan materi tentang Formasi Spiritualitas

“Setiap formator memiliki otoritas, yaitu menjadi nahkoda kemana formasi para seminaris akan melangkah”, tegasnya.

Mengutip Institutionis Formationis Sacerdotalis tahun 2016, imam Xaverian ini menekankan bahwa setiap formator di seminari dipanggil untuk memberikan pendampingan yang benar, seimbang, dan menghormati kebebasan dan hati nurani orang lain, yang membantu mereka dalam pertumbuhan kemanusiaan dan spiritual, mengharuskan setiap formator dibekali Dengan keterampilan dan sumber daya manusia, spiritual, pastoral, dan profesional.

Lebih lanjut, imam alumni Seminari Menengah St. Vinsentius Garum, Blitar yang berkarya di Paroki St. Fransiskus Asisi Padang Baru Keuskupan Padang ini pun menambahkan bahwa seorang formator di seminari menyandang jabatan pelayanan sebagai pemimpin dalam berbagai aspek yang dipercayakan kepadanya.

“Kehadiran para formator sebagai wakil Gereja adalah menjalankan perutusan untuk menjaga kelahirannya, mendampingi dan menuntun pada penegasan panggilan, khususnya panggilan imamat”, paparnya.

Para Rektor Seminari Menengah Regio Sumatera bersama pembicara, Pastor Irfantinus Tarigan (baju biru) dan Pastor Alfonsus Widhiwiryawan SX (baju abu-abu)

Dalam forum yang diikuti oleh perwakilan dari Seminari Menengah St. Paulus Palembang, Seminari Menengah Maria Nirmala Padang, Seminari Menengah Mario John Boen Pangkalpinang, Seminari Menengah St. Petrus Sibolga, dan Seminari Menengah Christus Sacerdos Pematangsiantar ini, ia mengajak para formator untuk merefleksikan perjalanan dalam proses formasi yang diwarnai ketegangan antara harapan untuk mempersiapkan imam terbaik bagi gereja di masa depan, kehadiran realitas materia prima dari generasi Z dan generasi Alpha yang didampingi serta pendamping dari milenium sebelumnya yang masih hadir dan tinggal di seminari.

Berfoto bersama usai Perayaan Ekaristi di Paroki St. Fransiskus Asisi Padang Baru

“Melalui materi ini saya mengajak para formator untuk menyegarkan identitas imamat yang adalah anugerah istimewa Allah bagi sesama dan diberikan secara khusus kepada kita semua dan memperdalam spritualitas leadership dari para tokoh utama Perjanjian Lama, dari Yesus Kristus Tuhan kita, Rasul Paulus, dan para Bapa Gereja”, imbuhnya.
Pastor Alfonsus SX menutup rangkaian pertemuan dengan perayaan Ekaristi di Paroki St. Fransiskus Asisi Padang Baru pada Sabtu petang.

Temu Rektor dan Formator Seminari Menengah Regio Sumatera yang dilaksanakan di Padang, 28 Juni-1 Juli 2024 ini diselenggarakan oleh Seminari Menengah Maria Nirmala.

Pastor Titus Jatra Kelana (Palembang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here