Selamat Jalan Menuju Surga, Pastor Pencipta Lagu “Salam Jumpa”

119
Iringan jenazah Pastor Constantius Kristianto, SCJ ke pemakaman.
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – PASTOR Constantius Kristianto, SCJ adalah Pencipta Lagu Salam Jumpa dan gubahan OMK Remix. Ia juga pembina orang muda Dehonian. Ia pernah menjadi Superior SCJ Wilayah Palembang dan Ketua Komisi Kateketik, Liturgi, dan Kitab Suci. Sosoknya melekat di hati umat Katolik Keuskupan Agung Palembang. Namun, setelah berjuang sekian lama dari sakitnya, pada hari Jumat, 28/7/2024, Allah memanggilnya ke pangkuanNya.

Setelah disemayamkan di Biara Suster Fransiskanes Charitas Palembang, pada Selasa (2/7/2024) dilaksanakan misa requiem. Misa dipimpin oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Uskup Agung Palembang. Hadir para pastor, bruder, suster dan ribuan umat. Misa diadakan di gereja Santo Yoseph, Palembang. Selanjutnya, jenazah almarhum dimakamkan di Taman Getsmani, komplek Rumah Sakit Charitas Palembang.

Misa Requiem dipimpin Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono.

Pastor Constantius Kristianto SCJ lahir di Metro Lampung pada tanggal 11 Maret 1965 dari pasangan Yohanes Bosko Jemingun Supriyadi dengan Maria Partiyem. Dia adalah anak pertama dari 6 bersaudara. Kristianto dipermandikan pada tanggal 14 Maret 1965 di Gereja Hati Yesus yang Maha Kudus Metro oleh Pastor A. Grein SCJ dengan nama pelindung Santo Constantius.

Setelah tamat dari Sekolah Dasar Negeri 1 Jojog Metro (1976) ia melanjutkan pendidikan di SMP Yos Sudarso Wonogiri, Pekalongan Lampung Tengah sampai tahun 1980. Setelah itu Kristianto mendaftarkan diri ke seminari.

Selama di seminari Menengah St. Paulus Palembang ia menyatakan ingin menjadi biarawan imam SCJ. Lalu masuklah ia ke SCJ dan mengikrarkan kaul pertama pada tanggal 20 Juli 1985 di Novisiat St. Yohanes Gisting, Lampung. Seperti frater SCJ pada umumnya, Fr. Kristianto melanjutkan studi di Skolastikat SCJ Yogyakarta selama kurang lebih 7 tahun.

Kesan umum teman-temannya ialah Fr. Kris adalah seorang yang cerdas. la mengenal siapa dirinya maka ia mengajukan TOPP tahun kedua. Kemudian ia mengikrarkan kaul kekal pada 20 Juli 1991di Skolastikat SCJ Yogyakarta.

Setelah menyelesaikan pendidikan Filsafat dan Teologi (1985-9 Juli 1992), ia diutus untuk melanjutkan pendidikan guna memperdalam karya pastoral dan katekese di Lumen Vitae Institute di Belgia tahun 1992 sampai 1995. Tahbisan diakon diterimanya di Belgia. Pada tanggal 29 November 1995 ia ditahbiskan menjadi imam oleh Mgr. Andreas Henrisoesanta SCJ di Teluk Betung Lampung

Sepulang dari Belgia ia dipercaya untuk menjadi pastor rekan di paroki Kabar Gembira Kotabumi Keuskupan Tanjungkarang dari November 1995 sampai Januari 1998. Pada Januari 1998 ia ditugaskan menjadi staf formator di Skolastikat SCJ Yogyakarta. Perhatiannya pada bidang pastoral menginspirasi para frater untuk aktif di paroki-paroki di sekitar Yogyakarta. Selain itu, talentanya dalam bermusik juga membuat humaniora di Skolastikat berkembang sehingga para frater dan bruder gemar bercampur sari dan menyanyi.

Selain sebagai formator, ia juga terlibat dalam Komisi Karya Keadilan dan Perdamaian sejak 1997.Selepas tugas sebagai wakil rektor, romo Krist pindah di Paroki Hati Kudus Yesus untuk menjadi pendamping TOPPER dan Penpas (2001-2002). Kemudian ia sempat ditugaskan untuk menjadi superior wilayah SCJ Palembang (15 Oktober 2004) dan tinggal di Rumah Damai Dehon Palembang.

Selain menjadi Superior SCJ Wilayah Kodya Palembang, ia aktif di keuskupan Agung Palembang sebagai Ketua Komisi Kateketik, Liturgi, dan Kitab Suci (sampai 01 Desember 2007). “Dalam karya bersama timnya pun ia cukup terbuka terhadap masukan dan merasa tidak tersaingi,” demikian kata Frans Sugiyana, rekan komisi di KAPAI.

Ia juga saat itu cukup aktif dalam aneka pembinaan kaum muda dengan terlibat dalam tim kaderisasi RRGN dan pembina orang muda dehonian. Banyak lagu OMK yang diciptakannya di antaranya “Salam Jumpa” dan gubahan OMK Remix.

Mengingat kebutuhan formator di India, ia  menyatakan kesediaannya untuk bermisi di India. Maka setelah paskah 2008, ia berangkat dan menjadi misionaris di India dan kemudian menjadi anggota Distrik India pada 27 Desember 2008.

Berkaitan dengan kondisi di India yang kurang kondusif maka ia dan beberapa misionaris Indonesia di India akhirnya kembali ke Indonesia. Pada tahun 2011 (1 September) ia kembali menjadi anggota provinsi Indonesia.

Mulai tanggal 01 September 2012 ia berkarya di dunia pendidikan Yayasan Musi Palembang.la menjadi tenaga pengajar dan juga pernah menjadi Kepala Campus Ministry untuk pelayanan pastoral, kerohanian dan pembinaan dosen,karyawan,tenaga kampus dan mahasiswa di lingkungan Yayasan dan Sekolah Tinggi Musi Palembang dan tinggal di komunitas Seminari St.Paulus Palembang. Hal yang diingat sebagai warisan bagi pendidikan ialah Holy, Smart and apostle.

la juga berpartisipasi dalam komisi Pendidikan umum di SCJ Provinsi (2016-2019). Per 1 Maret 2017 ia pindah Komunitas dari Seminari St. Paulus ke Biara Gentiaras Km 7 Palembang yang sekarang menjadi Superiorat SCJ Wilayah Palembang.

Ia mengalami kondisi yang kurang baik berkaitan dengan kesehatannya. Beberapa kali ia membuat tubuhnya lemah maka pada Februari 2023 ia menjalani pemulihan dan cuti dari tugas di Kampus. Setelah itu, ia ditempatkan di Biara Gembala Baik dan juga mendapat perawatan dari keluarga. Lalu ia menjalani perawatan di Palembang dan tinggal di Komunitas Provinsialat.

Peti jenazah Pastor Kris dibawa menuju pemakaman.

Pada bulan Juni 2024 ia mendapat pengobatan di Jakarta dan hasilnya membaik.Dalam komunitas ia mulai berpartisipasi dalam doa dan mengurus makannya sendiri. la biasa jalan di halaman. Bahkan ia sempat bertanya, “Kapan saya periksa lagi ke Jakarta?” Memang rencananya pada tanggal 1 Juli 2024, ia akan pergi ke Jakarta untuk cek kesehatan. Tetapi pada tanggal 28 Juni yang lalu, ia tidak muncul dalam doa ibadat sore. Lalu Frater Kletus mencarinya dan mengajaknya makan malam. Ternyata sudah dalam kondisi terbaring. Dokter menyatakan ia telah pergi ke rumah Bapa pada pukul 19.14 WIB.

Selamat Jalan, Pastor Kris. Salam Jumpa di keabadian. (

Andreas Daris/Humas SCJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here