HIDUPKATOLIK.COM – Salah satu momentum istimewa yang digelar setiap tahunnya di Kalimantan Selatan adalah Haul Abah Guru Sekumpul, yang pelaksanaannya jatuh setiap tanggal 5 Rajab dalam Kalender Hijriah.
Hingga kini, acara akbar ini telah berkembang menjadi tradisi spiritual berskala nasional bahkan internasional. Jutaan jamaah dari seluruh penjuru Tanah Air datang berbondong-bondong ke Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Bahkan ada pula jamaah yang datang dari negara-negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Momen ini untuk memperingati berpulangnya K.H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani pada tanggal 10 Agustus 2005 (5 Rajab 1426 H) silam. Ia adalah ulama kharismatik yang lebih dikenal dengan sebutan “Abah Guru Sekumpul”. Sosok Guru Sekumpul bukan hanya dihormati sebagai guru agama, tetapi juga sebagai panutan spiritual yang ajarannya terus diamalkan dan dihidupi oleh jutaan murid dan umat Muslim, khususnya di Kalimantan Selatan.
Tahun 2025, momen 5 Rajab dirayakan dua kali, yaitu pada tanggal 5 Januari 2025 lalu, dan pada 28 Desember 2025.
Bagi umat Katolik Paroki Bunda Maria Banjarbaru, momen ini menjadi kesempatan untuk mewujudkan kasih sebagai landasan dalam bertoleransi.
Pastor Paroki Bunda Maria Banjarbaru, Erdivide Naha Duhar, MSF berujar, ”Ini menjadi momen bagi kami untuk membagikan damai Natal kepada saudara-saudari kami yang Muslim. Bahkan sejak sebulan yang lalu, kami sudah membentuk panitia khusus agar keterlibatan Gereja Katolik Bunda Maria Banjarbaru bisa maksimal pada momen 5 Rajab ini.”
Pastor Erdi sangat senang karena umat parokinya sangat antusias ambil bagian. “Umat Katolik melibatkan diri dengan menyiapkan lahan parkir untuk ribuan motor. Selain itu kami juga menyiapkan air wudhu dengan memasang banyak kran air. Ketika mereka hendak berdoa, kami sudah siapkan juga Aula Demarteau sebagai tempatnya. Intinya kami sangat mendukung momen 5 Rajab dan memastikan jamaah yang parkir di Gereja Katolik bisa terlayani dengan baik.”
Selama beberapa tahun terakhir ini, Paroki Banjarbaru senantiasa terlibat untuk ikut menyukseskan momen serupa. “Tapi yang sungguh-sungguh terlibat dengan persiapan yang baik kami mulai tahun lalu,” ucapnya berkisah
Habib Ja’far menyempatkan diri bertandang ke pastoran Paroki Banjarbaru. “Gereja Katolik dengan pelindung Bunda Maria menunjukkan pribadi yang rendah hati dan penyayang yang cinta damai. Ia juga mengucapkan Selamat Natal dan masuk ke ruang tamu pastoran. Bahkan Habib Ja’far mau bergabung untuk bermain bola kaki bersama para seminaris di Seminari Johaninum MSF,” kata Pastor Erdi.
Laporan Dionisius Agus Puguh Santosa (Banjarmasin)






