web page hit counter
Rabu, 4 Februari 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Ungkapan Hati Siswa SD Kanisius Bayat: Sayangnya, Hutan Ditebang Diganti dengan Tanaman Sawit untuk Bahan Minyak CPO.

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Namaku Winanti Kelas V SD Kanisius Bayat. Bayat sebuah kota kecamatan di wilayah Kabupaten Klaten, yang terletak dibagian selatan berbatasan langsung dengan daerah Tegalrejo Gunung Kidul Yoyakarta.

Daerahnya pegunungan dengan banyak tumbuh pohon jati dan tanah yang mengandung kapur. Tak heran bila air di tempatku kalau masak air akan menyisakan kerak kapur berwarna putih. Sawah ditempatku juga ditanami dengan sistem tadah hujan karena sulitnya irigasi dipegunungan desaku. Itulah gambaran singkat tentang tanah kelahiranku.

Tanah lapisan bumi yang penuh dengan mineral dan zat hidup yang penting untuk kehidupan. Tempat hidup tanaman dan manusia, penyimpanan air dan berbagai sumber daya kehidupan. Seperti tertulis pada kisah penciptaan Tuhan pada hari ke 3, Tuhan menciptakan bumi dengan memisahkan air dan menampakkan dataran kering untuk tempat tumbuh tanaman.

Beruntunglah kita yang hidup di Indnesia dengan iklim tropis di mana sinar matahari dan hujan tercurah banyak. Gunung berapi menjulang tinggi setiap pulau di Indonesia menjadikan tanah negeri ini subur dan kaya mineral. Banyak sawah hijau membentang di alam Indonesia. Hutan lebat dengan pohon – pohon beraneka ragam menambah kekayaan hayati Indnesia. Berbagai sumber daya mineral, tambang logam emas, batubara, nikel, pasir batu yang tersimpan di dalam bumi Indonesia.

Semua itu menunjukkan betapa tanah Indnesia sangat diberkati Tuhan dengan sumber hidup yang melimpah. Namun sayang tak semua manusia menyadari bahwa tanah sumber hidup tidak hanya perlu  dikeruk, diambil hasilnya saja, tapi juga harus dijaga dan dirawat demi kelestariannya. Hutan – hutan dibabat diambil kayunya, tanahnya ditambang untuk dikeruk emas, batubara, atau nikelnya. Hutan ditebang diganti dengan tanaman sawit untuk bahan minyak CPO.

Baca Juga:  Korban Pelecehan Asal Irlandia Bertemu Paus Leo

Banyak hutan digunduli tanpa diimbangi penanaman kembali. Banyak pengusaha membuka lahan sawit tanpa mau mengganti menanam pohon yang bisa menahan dan menyimpan air. Saat musim hujan tiba, air mengalir dengan derasnya tanah terkikis arus air, longsor, banjir pun terjadi. Cuaca ekstrim sering kali di jadikan alasan bencana banjir dan tanah longsor, padahal hutan yang sudah gundul, hutan yang beralih fungsi jadi kebun sawit, menjadi area penambangan juga menjadi faktor penyebab banjir dan longsor terjadi. Karena tidak ada lagi akar pohon besar yang mampu menahan arus air tanah.

Tanah telah rusak kita tidak sadari. Banyak hal yang jadi pemicunya. Semakin majunya teknologi, mesin – mesin pertambangan dan pengolahan kayu membuat manusia mudah merusak alam. Saat ini tanah seperrtinya sudah lelah  karena ulah manusia yang ingin semua serba cepat dan banyak. Di bidang pertanian pun juga tak mau kalah, berbagai pupuk kimia diciptakan agar padi tahan hama dan panen banyak, yang tidak kita sadari, sisa – sisa pupuk kimia merusak tanah, membunuh organisme tanah.

Sudah saatnya kita semua tergerak hati, berbaikan dengan tanah bumi ini. Tidak harus dengan hal – hal yang besar, sebagai langkah awal tumbuhkan kesadaran untuk menjaga tanah dalam hati dan pikiran kita. Mulailah menanam pohon di sekitar kita, merawat tananam, menggunakan pupuk organik. Tanah yang terjaga baik memberi sumber daya kehidupan. Bukankah menyenangkan melihat tanaman tumbuh subur hijau, udara yang segar, pemandangan indah seperti saat Tuhan Allah dulu menciptakan tanah dan alam semua baik adanya.

Baca Juga:  Menuju Usia 75 Tahun, Sido Muncul Tegaskan Komitmen Jaga Mutu dan Keamanan Produk Berbasis Riset Ilmiah

Sudah menjadi kewajiban dan tugas kita menjaga semua karya cipta Tuhan agar tetap baik. Tanah tempat hidup, tanah memberi smber hidup dan saat hidup berakhir kita juga akan kembali ke tanah. Maka mari kita mulai merawat tanah, kita semua mampu dan bisa melakukan itu semua.

Sebagai wujud nyata merawat tanah, aku bersama teman – teman sekelas dengan bimbingan Pak Lukas sebagai wali kelas melakukan Project Based Learning (PJBL) berupa pengolahan dan pemanfaatan tanah atau kebun sekolah untuk menanam sayuran organik, tanpa pupuk kimia dan obat-obatan.

Langkah awal saya bersama teman-teman menyiapkan lahan tanam dengan membersihkan kebun dari rumput, mencangkul tanah, menyiram tanah dan membuat bidang pembibitan, semua itu kami lakukan dengan arahan dari Pak Lukas. Tidak mudah dan melelahkan tentu saja tapi kami tetap semangat berusaha demi bisa menananm sayur mayur.

Satu Minggu kemudian mulai menanam bibit karena lahan telah siap. Kangkung, sawi hijau, terong, tomat, kembang kol kami semai dan siram dengan air dan pupuk organik yang kami buat dari tetes tebu.

Baca Juga:  Merayakan Dasawindu Paroki Kumetiran: “Gereja Wisata” Pun Kian Relevan

Aku dan teman-teman merawat tanaman sayur kami dengan sungguh-sungguh, tak lupa menyiram dan membersihkan rumput di sekitar tanaman, setelah satu setengah bulan lamanya akhirnya kami panen perdana kangkung dan sawi, puluhan ikat  sayuran kami dapatkan dan langsung dibeli oleh ibu guru dan mama wali murid. Senang sekali hatiku usaha kami membawa hasil. Tak berapa lama giliran sayur terong dan kembang kol yang kami panen.

Selama satu semester kemarin semua sayuran yang kami tanam dan rawat berhasil tumbuh subur, dan itu semua hasil usaha yang tidak mudah, kami harus sabar merawat dan tidak malas. Itu yang susah karena terkadang capek kami rasakan sehingga malas yang ada. Tapi syukurlah dengan bekerja sama satu kelas kami saling menyemangati agar tidak terasa capek.

Memanfaatkan tanah kebun sekolah untuk kami tanami sayuran organik dan dirawat dengan baik adalah wujud tanggungjawab kami akan karya penciptaan Tuhan yang telah menciptakan bumi dengan tanah yang subur. Wujud syukur kami atas hasil panen dari tananam kami, karena Tuhan merestui usaha kami hingga sayur tumbuh subur dan baik.

Terima kasih Pak Lukas untuk pembelajaran ini, semoga ke depan kami tetap bisa menjaga, merawat dan memanfaatkan tanah seturut  kehendak Tuhan. Amin

Winanti, Kls V SD Kanisius Bayat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles