HIDUPKATOLIK.COM – Ada banyak cara untuk memperingati sengsara dan wafat Yesus Kristus pada hari Jumat Agung. Salah satunya dilakukan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Theresia Sedayu, Yogyakarta.

Bertempat di Taman doa Maria Bunda Gereja Jurang Metes, Sedayu Yogyakarta (3/4/2026) sekitar 30 OMK telah menampilkan visualisasi kisah sengsara dan wafat Yesus dalam sebuah tablo yang disutradarai oleh Rico.

Kegiatan ini didukung penuh oleh pastor parokinya, bahkan pastor vikaris, Pastor Antonius Koko Kristanto terlibat berperan dalam tablo tersebut sebagai Herodes.
Tema yang diangkat sebagai bahan permenungan tahun ini adalah “Hanya Ada Satu Cinta: Penebusan.”

Dengan tema ini umat diajak untuk menyegarkan Kembali iman kepada Tuhan, yang telah begitu mengasihi manusia dengan mengorbankan Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus sebagai penebus dosa manusia. Cinta yang paling besar ini telah dibuktikan Yesus yang rela mati bahkan disalibkan agar manusia yang dicintai-Nya hidup kekal, bebas dari dosa dan kematian.
Tablo ini dilakukan terakhir dua tahun lalu dan tahun ini dipilih sebagai sarana untuk mendekatkan pengalaman iman umat Katolik kepada penderitaan Yesus saat menebus dosa manusia. Tablo ini mengundang animo umat yang hadir begitu banyak, tidak hanya dari paroki setempat tetapi juga dari daerah-daerah lain di Yogyakarta.

Umat juga tampak hening, khusyuk mengikuti seluruh adegan tablo yang berpuncak dengan penyaliban Yesus di sebelah gua Maria.
Tablo dipertunjukkan di lahan luas di depan taman doa dengan mengambil beberapa spot sesuai dengan gambaran peristiwa sejak kisah di Taman Getsemani pada saat Yesus ditangkap, didera, dan disalibkan.
Umat mengikuti dengan berarak sesuai perhentian yang disediakan hingga saat Yesus dimakamkan.
Veronika Murwaningsih (Kontributor Yogyakarta)/Foto: HIDUP/Naning








