HIDUPKATOLIK.COM – Selama Tri Hari Suci, Uskup Banjarmasin Mgr. Victorius Dwiardy, OFM.Cap melakukan turne Paskah 2026 ke Paroki Santo Matius Halong, juga di dua stasi: Santo Mikael Gunung Riut dan Stasi Santo Lukas Uren.
Perayaan Vigili Paskah, Sabtu, 4 April 2026, dipusatkan di Stasi Santo Mikael Gunung Riut, yang berjarak 14 kilometer dari pusat paroki. Misa dimulai tepat selepas matahari terbenam pukul 18.00 Wita, dan dipimpin Uskup Victor didampingi oleh Pastor Paroki Halong, Pastor Romanus Rusdi Fardhani, OFM Cap.

Pemberkatan lilin Paskah berlangsung dengan hikmat dan khusyuk di halaman gereja. Sebuah api unggun dari setumpuk kayu bakar yang disusun sedemikian rupa tampak menyala-nyala. Sejurus kemudian Pastor Romanus—yang telah menggenggam sebatang lilin, menyorongkan lilin tersebut ke salah satu sudut kobaran api. Sumbu lilin yang telah tersulut api itu pun kemudian dipergunakan untuk menyalakan 4 buah lilin Paskah yang telah diberkati Uskup sebelumnya.
Prosesi Misa itu pun berlanjut sementara seiring berjalannya sang waktu, malam pun segera tiba. Hawa sejuk khas pegunungan begitu terasa memenuhi ruangan, sementara umat yang hadir mengikuti dengan seksama dan menujukkan perhatian terhadap setiap prosesi yang berlangsung.

Uskup Victor malam itu tetap terdengar jelas di antara suara jengkerik, katak, dan aneka binatang malam yang mencipta irama harmoni alam nan khas di sekitar bangunan gereja.
Malam Vigili kali ini dihadiri sekitar 100-an orang umat yang tampak memenuhi ruang dalam gereja hingga ke teras luar. Mereka berasal dari Komunitas Santo Markus (pusat paroki), Stasi Paringin, Stasi Gunung Riut, Stasi Uren, Desa Ajung, dan sekitarnya.
Tentang Perang Hingga Realita Kehidupan Umat
Di awal homilinya, Uskup Victor mengajak umat setempat untuk menengok sejenak tentang situasi carut marutnya dunia dewasa ini akibat perang antara Iran melawan Amerika dan Israel.
“Dampaknya meluas dan salah satu yang ditakutkan ialah tidak ada lagi minyak. Kalau tidak ada minyak, maka semua proses kehidupan menjadi terancam. Harga bukan hanya mahal, tetapi juga sulit didapat. Maka orang cemas. Kalau tidak ada minyak, maka tidak ada daya, tidak ada energi, tidak ada lampu, tidak ada cahaya. Itu baru sebagian kecil dari dampaknya,” ungkapnya.
Di tengah situasi tersebut, Uskup Victor tetap mengajak umat yang tinggal di Paroki Halong untuk senantiasa mensyukuri rahmat yang dicurahkan Tuhan. “Masih bersyukur kita di Paroki Halong ini, karena kita tidak perlu membeli beras, kita tidak perlu membeli segala sayur mayur, sebab kita bisa memproduksinya sendiri.” Uskup menyebut bahwa kemurahan yang diberikan Tuhan itu berupa tanah yang subur dan panen yang baik.
Moral Hidup dalam Kegelapan vs Terang
Di bagian lain, Uskup Victor mengulas kembali keadaan bangsa Israel yang di masa lalu pernah hidup di bawah perbudakan bangsa Mesir selama 40 tahun lamanya.
“Mereka mengalami masa-masa gelap dalam hidupnya. Tak ada enak-enaknya, karena mereka diperlakukan sebagai budak. Tak ada peluang-peluangnya, karena hidupnya tergantung pada orang lain; kalau mau dibunuh, ya dibunuh; kalau mau disepak, ya disepak,” ujarnya menjelaskan.
Menurutnya, pada masa itu bangsa Israel tidak mempunyai martabat dan tidak memiliki harga diri. “Tak ada yang namanya masa depan, karena mereka tidak berhak berpikir yang baik, apalagi mau mengerjakan yang baik. Itulah moral hidup dalam kegelapan.”

Selanjutnya Uskup mengajak semua yang hadir untuk memutar balik garis waktu dan merefleksikan kembali kisah hidup yang pernah di alami di masa silam. “Gunung Riut, Uren, dan tempat-tempat kita di pedalaman ini, pernah mengalami bagaimana rasanya hidup dalam kegelapan, tidak ada listrik, tidak ada pendidikan, tidak ada fasilitas kesehatan.”
Dengan kondisi masa lalu yang demikian, maka saat itu banyak orang tidak memiliki kesempatan untuk berpikir tentang hidup yang lebih baik; dengan kata lain tak ada masa depan.
Uskup menegaskan bahwa kita semua diminta Tuhan untuk menjadi “Musa-Musa” yang baru; supaya keselamatan dan Terang itu terjadi bukan hanya untuk masa lampau, tetapi juga sekarang. “Karena kita sudah dibekali Tuhan dengan iman untuk bebas dari kuasa kegelapan, kuasa dosa, dan juga diundang oleh Tuhan untuk menjadi pembawa keselamatan, pembawa pembebasan, pembawa kebaikan bagi anak cucu kita.”
Uskup Victor mengajak umat di Paroki Halong untuk terlibat secara aktif dalam Tahun Misi dan Evangelisasi yang dicanangkan oleh Keuskupan Banjarmasin di tahun 2026 ini.
“Misi berarti mewartakan Yesus dengan baik. Evangelisasi berarti mewartakan firman Tuhan dengan baik; bukan hanya kata-kata kita saja, melainkan melalui perbuatan kita, supaya kekayaan iman Kristiani ini bisa menyebar dan menular, supaya semakin banyak orang melihat Cahaya, lepas dari segala kegelapan, makin memiliki masa depan yang gemilang, dan makin menjadi orang-orang yang memiliki keselamatan,” ujarnya.
Turne Paskah di Paroki Halong
Sebagai salah satu paroki berusia muda yang diresmikan pada 22 November 2020 silam, Paroki Santo Matius Halong terletak di Desa Kapul, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. Sedangkan dua stasi lainnya berada di Desa Gunung Riut dan Desa Uren, dan masuk dalam wilayah teritorial Kecamatan Halong. Kecamatan ini menjadi kecamatan yang mempunyai wilayah terluas di Kabupaten Balangan, dengan 24 desa di dalamnya. Jarak Kota Banjarmasin menuju Paroki Halong sekitar 230 kilometer dan dapat ditempuh melalui perjalanan darat selama 5-6 jam arah utara Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan.
Jalanan menuju Paroki Halong didominasi suasana khas pedesaan yang begitu tenang. Sebagian wilayah daerah ini terdiri dari hamparan lahan pertanian dan perkebunan, kawasan hutan karet maupun hutan alam, juga perbukitan di lereng Pegunungan Meratus. Jarak yang ditempuh dari Paroki Halong menuju Stasi Gunung Riut sejauh 14 kilometer. Sedangkan jarak dari Gunung Riut menuju Stasi Uren adalah 27 kilometer.
Sejak Kamis, 2 April 2026, Uskup Victor memimpin Perayaan Kamis Putih di pusat paroki yang dimulai pada pukul 17.00 Wita. Keesokan harinya, Jumat, 3 April 2026, Uskup memimpin Jalan Salib dan Ibadat Jumat Agung di Stasi Santo Lukas Uren yang dimulai sejak pukul 14.00 Wita. Sedangkan pada hari Minggu, 5 April 2026, Uskup Victor kembali memimpin Misa Minggu Paskah di pusat paroki mulai pukul 10.00 Wita. Misa berlangsung hingga siang hari dan menjadi pamungkas dalam turne Paskah 2026 kali ini.
Perayaan Paskah di Beberapa Paroki Lainnya
Pada hari Sabtu, 4 April 2026, Misa Vigili Paskah di Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Veteran, Banjarmasin dipimpin oleh Pastor Yohanes Tjuandi, didampingi oleh Pastor Heribertus Managamtua Simbolon, SJ. Misa yang dimulai pada pukul 17.30 Wita ini berakhir sekitar pukul 20.00 Wita dan dilanjutkan dengan Misa Vigili Paskah kedua.
Pastor Jojo mengawali khotbahnya dengan cerita anekdot yang menarik. Dikisahkan di sebuah paroki diadakan lomba mencari telur Paskah yang diikuti oleh anak-anak. Uniknya, lomba tersebut dimulai sejak subuh hari pada Minggu Paskah.

Sesuai dengan bacaan Injil, ia mengemukakan dua kata yang menjadi inti pesannya, yaitu pergi dan katakanlah! “Ungkapan ini mengajak kita semua untuk berani pergi dan mewartakan Kristus, melalui cara hidup kita, melalui panggilan dan perutusan kita masing-masing. Para murid dipanggil oleh Yesus di Danau Galilea, sehingga mereka meninggalkan jalanya, meninggalkan orang tuanya, untuk pergi mengikuti Yesus. Peristiwa ini juga mengingatkan akan panggilan kita sebagai murid-murid Kristus yang sejati: Kapan kita dipanggil menjadi murid-murid-Nya dan mengapa?”
Kepada semua yang hadir, ia berpesan agar kita tak henti-hentinya membagikan Terang Kristus melalui panggilan dan perutusan masing-masing. “Urip iku urup, Terang Kristus yang ada dalam kehidupan kita itu hendaknya terus-menerus kita bagikan kepada sesama.”
Sedangkan Misa Hari Raya Paskah pada Minggu, 5 April 2026 di Paroki Santo Yohanes Pemandi Landasan Ulin, Banjarbaru dimulai pada pukul 09.00 Wita dan dipimpin oleh Pastor Paroki, Pastor Tarsisius Asmat, MSF.
Misa dihadiri tak kurang dari 350 orang yang memenuhi ruangan dalam gereja dan tenda-tenda yang dipasang di halaman seputaran gereja. Dalam kesempatan ini, barisan koor diisi oleh anak-anak SEKAMI Paroki Landasan Ulin yang turut serta menyemarakkan suasana Misa pagi hingga siang hari itu.
Dalam khotbah singkatnya, Pastor Tarsy menyoroti sosok Rasul Petrus yang telah menyangkal Yesus sebanyak tiga kali, namun justru akhirnya menjadi sosok pemberani karena menjadi utusan Allah. “Kepercayaan para murid terhadap kebangkitan Kristus menjadi pondasi iman Gereja.”
Menurut Pastor Tarsy, kebangkitan Kristus membawa harapan baru bagi kita semua, sekaligus menjadi kekuatan dan memberikan cara pandang baru kepada kita sebagai murid-murid-Nya.

Terkait dengan “Pembaharuan Janji Baptis” yang diucapkan oleh seluruh umat dalam Misa, Pastor Tarsy menggarisbawahi bahwa pembaptisan menjadikan kita sebagai umat Katolik agar selalu rajin menerima makanan rohani melalui Perayaan Ekaristi. Selain itu, sebagai umat Katolik kita diajak untuk “tidak menolak” tugas-tugas yang dipercayakan kepada kita dalam hidup bermasyarakat.
“Jangan pernah menolak tugas-tugas yang dipercayakan kepada kita sebagai wujud kesaksian kita sebagai roti yang dipecah-pecah dan dibagikan; sekaligus membagikan rahmat yang sudah kita terima kepada sesama,” pesannya.
Seusai Misa, anak-anak Sekolah Minggu dan SEKAMI diajak untuk bergembira bersama dalam acara lomba mencari telur Paskah yang digelar di halaman sekitar gedung gereja.
Tampak anak-anak yang ikut serta dalam perlombaan tersebut begitu antusias dan bergembira bersama teman-teman, orang tua yang mendampingi, dan panitia Paskah yang terlibat di dalamnya.
Dionisius Agus Puguh Santosa (Banjarmasin)







