HIDUPKATOLIK.COM – Tujuh Suster FCJM mengikrarkan kaul kekal di hadapan Gereja dan Persaudaraan pada hari Sabtu, 23/5/2026. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Medan, Pastor Michael Manurung OFMCap dan 35 pastor sebagai konselebran.
Pengikraran kaul kekal tersebut diterima oleh Sr. M. Magdalena Schmitz, FCJM selaku Pimpinan Umum dari Roma didampingi Sr. M. Theodosia Tinambunan, FCJM selaku Provinsial Provinsi Indonesia dan Sr. M. Lydia Simbolon FCJM (Wakil Provinsial). Ketujuh Suster yang mengikrarkan kaul kekal:
- M. Paula Sitanggang, FCJM dari Paroki St. Petrus dan Paulus Parongil (Keuskupan Agung Medan)
- M. Sriarta Novayanti Sinambela, FCJM; dari Paroki St. Fidelis Dolok Sanggul (Keuskupan Agung Medan)
- M. Natalia Tae, FCJM dari Paroki St. Yohannes Pemandi Kaputu (Keuskupan Atambua)
- M. Bergitha Nino, FCJM dari Paroki St. Antonius Maria Claret Oenopu (Keuskupan Atambua)
- M. Veronika Ximenes, FCJM dari Paroki St. Antonio Manatutu (Keuskupan Baucau-Timor Leste)
- M. Rafaella Damanik, FCJM dari Paroki St. Fransiskus Asisi Saribudolok (Keuskupan Agung Medan)
- M. Raymunda Malau, FCJM dari Paroki St. Paulus Pekan Baru (Keuskupan Padang)
Dalam khotbahnya, Pastor Michael menyampaikan bahwa hari ini bukan sekadar perayaan biasa dan bukan hanya apa yang disebut sebagai kronos (catatan administratif dalam perjalanan sejarah), melainkan sebuah kairos, waktu penuh rahmat yang menghadirkan sukacita yang mendalam.
“Sukacita ini dirasakan oleh Kongregasi FCJM, keluarga asal, serta Gereja lokal. Di Biara Monteluco ini, kita menyaksikan misteri panggilan yang begitu indah: Tuhan memanggil dan manusia menjawab. Kita masing-masing dipanggil dalam cara hidup kita sendiri,” kata Pastor Michael.
Pertanyaannya, ujar Pastor Michael, apakah kita masih menyediakan ruang untuk mendengarkan suara Tuhan, seperti Samuel yang peka mendengar panggilan-Nya di tengah keheningan? Melalui kesaksian ketujuh saudari ini, kita melihat bahwa hingga hari ini Allah tetap setia memanggil, dan manusia pun dimampukan untuk menjawab seperti Samuel: “Berbicaralah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.”

Seusai Misa, perayaan penuh sukacita ini dilanjutkan dengan ramah tamah di Aula RPM. Dalam kesempatan tersebut, keluarga asal para suster turut mempersembahkan simbol-simbol budaya dari tradisi suku masing-masing. Hal ini menjadi ungkapan kekayaan budaya yang indah, yang tidak memecah, melainkan justru mempersatukan dalam satu iman dan panggilan yang sama.
Semua undangan menikmati hidangan yang disediakan serta berbagai hiburan yang dipersembahkan oleh unit-unit karya FCJM.
Salah satu penampilan yang paling berkesan adalah dari para difabel binaan FCJM di Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya (PRHJ) Pematangsiantar. Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk bersukacita dan menghadirkan kegembiraan bagi para pestawati serta seluruh undangan.
Semoga ketujuh suster yang telah menjadi anggota definitif FCJM Provinsi Indonesia semakin bertumbuh dalam kasih dan berbuah dalam pelayanan.
Laporan: Sr.M.Ivoline Maharaja, FCJM (Pematangsiantar)






