HIDUPKATOLIK.COM – Seksi Gender & Pemberdayaan Perempuan (SGPP) Paroki Santa Maria Fatima (SMF) Sentul City kembali menghadirkan seminar inspiratif bertajuk “Kiat-Kuat Memulihkan: Bangkit & Bahagia” pada Sabtu (25/7/2026). Mengangkat isu sensitif mengenai toxic relationship dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), acara ini sukses menyedot perhatian ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Geliat pemberdayaan perempuan di tatanan Gereja Katolik Indonesia ini memiliki akar sejarah yang panjang. Berawal dari Seminar Nasional Perempuan dan Pembangunan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dinamika ini terus berkembang. Bermula dari Jaringan Kemitraan untuk Kepedulian Masalah Perempuan (JKUKMP) hingga resmi menjadi Sekretariat Jaringan Mitra Perempuan (JMP) pada Sidang Tahunan KWI 2002. Memasuki tahun 2026, nomenklatur SMP/JMP bertransformasi menjadi Komisi Gender & Pemberdayaan Perempuan (KGPP) di tingkat keuskupan dan SGPP di tingkat paroki.
Sebagai salah satu dari 28 SGPP di Keuskupan Bogor, SGPP Paroki SMF Sentul City yang dibentuk pada Desember 2021 di bawah Komisi Koinonia Dewan Pastoral Paroki (DPP) terus berkomitmen menghapus kesenjangan dan kekerasan, serta mendorong peran aktif perempuan dalam keluarga, profesional, hingga politik.
Merangkul Semua Elemen
Sejak berdiri pada 2022, program-program SGPP Paroki SMF Sentul selalu mendapat sambutan hangat. Kerja sama lintas sektoral terjalin erat, tidak hanya bersama organisasi internal seperti WKRI, Legio Maria, OMK, dan Pukat, tetapi juga menggandeng komunitas non-Katolik seperti Perempuan Berkebaya, Single Moms, Lady Leaders, hingga kalangan profesional dari industri perbankan, hukum, properti, dan kepolisian.
Rangkaian acara yang dikemas dalam bentuk talkshow, motivasi, hingga kebangunan rohani ini konsisten menghadirkan tokoh-tokoh fenomenal. Rata-rata setiap gelaran mampu menyedot lebih dari 700 peserta, baik pria maupun wanita. Pendekatan ini menegaskan bahwa pria dan keluarga merupakan mitra sejajar bagi perempuan dalam pembangunan manusia dan generasi penerus bangsa.
Kesaksian Mengejutkan
Puncak acara pada Sabtu lalu menghadirkan Inayah Wahid, putri ke-4 almarhum Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang juga seorang aktris dan aktivis HAM. Dalam sesi talkshow, Inaya memberikan kesaksian mengejutkan bahwa dirinya merupakan penyintas toxic relationship selama puluhan tahun. Lewat gaya penyampaian yang humoris, sederhana, dan hangat, Inaya berhasil mengedukasi peserta mengenai bentuk-bentuk relasi tidak sehat yang kerap tak disadari.
Sesi berikutnya diisi oleh Mella Noviani, S.Th., M.H., seorang konselor, pendiri Mindset Perempuan, dan penulis buku “My Healing Journey”. Berbekal latar belakang Teologi dan Hukum, Mella membagikan kesaksian pribadinya sebagai penyintas KDRT. Ia memaparkan analisis psikologis serta langkah-langkah praktis untuk memulihkan harga diri agar korban mampu bangkit, berkarya, dan menemukan kembali kebahagiaannya.
Nuansa Persaudaraan
Atmosfer acara berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Selain sesi tanya jawab yang interaktif, kegiatan ini dimeriahkan dengan penampilan line dance, fashion show, bazaar, serta pembagian doorprize.
Koordinator SGPP Paroki SMF, Henny Kusuma Hendrawan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam kepada seluruh panitia, donatur, sponsor, dan mitra yang mendukung suksesnya acara ini.
“Puji syukur acara dapat berjalan sukses. Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi pemulihan keluarga. Sampai jumpa di acara SGPP Paroki SMF selanjutnya,” ujar Henny.
Henny Kusuma Hendrawan (Koordinator SGPP Paroki SMF – Keuskupan Bogor)





