HIDUPKATOLIK.COM – JAKARTA — Lagu Maria Bunda Allah yang dinyanyikan Sisca Saras membuka ruang baru bagi umat dan pencinta musik untuk mengekspresikan iman melalui kreativitas digital. Karya yang mengusung nuansa spiritual ini akan menjadi bagian dari sebuah lomba cover yang mengajak masyarakat menyanyikan kembali lagu tersebut dalam berbagai versi dan aransemen.
Lomba cover Maria Bunda Allah dijadwalkan diupload ke media sosial sebelum tanggal 10 Oktober 2026. Peserta dapat membuat video cover secara solo, duo, maupun grup dengan menggunakan instrumen seperti piano, gitar, biola, maupun instrumen lainnya.
Produser lagu Maria Bunda Allah, Agnes Sri Wirjanto, mengatakan lomba tersebut tidak sekadar dimaksudkan sebagai kompetisi musik. Menurutnya, lomba menjadi cara untuk memperluas jangkauan sebuah karya sekaligus membuka ruang bagi talenta-talenta baru.
“Maria Bunda Allah bukan hanya sebuah karya musik, tetapi juga karya produksi yang membawa pesan spiritual. Melalui lomba cover ini, kami ingin melihat bagaimana satu lagu dapat hadir dalam begitu banyak warna suara, aransemen, dan kreativitas,” ujar Agnes.
Ia menambahkan, karya Maria Bunda Allah juga mendapat perhatian melalui nominasi AMI Awards 2026 dalam kategori karya produksi lagu berlirik spiritual terbaik. Bagi tim produksi, nominasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan karya sekaligus momentum untuk memperkenalkan lagu kepada khalayak yang lebih luas.
“Apresiasi melalui AMMI Award tentu menjadi kebanggaan bagi kami. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana lagu ini terus dinyanyikan dan memiliki kehidupan di tengah masyarakat,” kata Agnes.
Sementara itu, Romo Sisco Alexander, MSC, pencipta lagu Maria Bunda Allah, melihat musik sebagai salah satu cara sederhana untuk menyampaikan pesan iman.
Menurutnya, sebuah lagu tidak berhenti pada nada dan lirik. Ketika dinyanyikan dengan penghayatan, sebuah karya musik dapat menjadi sarana doa sekaligus menyentuh pengalaman batin orang yang mendengarkannya.
“Ketika sebuah lagu dinyanyikan, yang hadir bukan hanya nada dan kata-kata. Ada pesan, doa, dan pengalaman iman yang bisa menyentuh hati setiap orang,” ujar Romo Sisco.
Karena itu, ia mengajak peserta tidak hanya mengejar kualitas vokal dalam mengikuti lomba, tetapi juga menghadirkan penghayatan terhadap pesan yang terkandung dalam lagu tersebut.
“Nyanyikan lagu ini dengan suara dan karakter kalian sendiri. Tidak perlu takut berbeda. Justru kreativitas dan cara kalian menghayati lagu inilah yang membuat setiap cover menjadi istimewa,” katanya.
“Semoga Maria Bunda Allah tidak berhenti sebagai sebuah lagu, tetapi menjadi nyanyian iman yang hidup di tengah masyarakat dan komunitas digital,” ungkapnya.
Dalam konsep lomba, peserta diberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas musikal. Cover dapat dibawakan secara solo, duo, ataupun grup. Peserta juga diperbolehkan menggunakan berbagai instrumen serta membuat aransemen kreatif.
Video yang dikirimkan dibuat dalam format vertikal, sesuai dengan karakter konten Reels dan TikTok. Peserta diwajibkan menampilkan penampilan asli dan tidak menggunakan AI dalam proses pembuatan penampilan.
Peserta mengunggah video melalui akun Instagram masing-masing. Akun peserta harus dalam kondisi tidak private agar video dapat dilihat dan dinilai. Dalam publikasi, peserta akan diarahkan untuk menandai sejumlah akun yang telah ditentukan panitia, antara lain @msc.provindo, @siskoalexander, @msc_ceria, @sisca_saras, dan @ellentheodora, serta menggunakan hashtag resmi lomba.
Selain mengunggah video, peserta juga akan mengikuti sejumlah persyaratan publikasi dan pendaftaran, termasuk mengisi formulir pendaftaran, mengikuti akun media sosial yang dipersyaratkan, serta mengajak pengguna lain untuk ikut berpartisipasi.
Sejumlah kategori penghargaan juga disiapkan, termasuk Juara I, Juara II, Juara III, serta kategori favorit berdasarkan respons publik. Opsi penghargaan Best Arrangement juga masuk dalam rancangan hadiah.
Total hadiah yang disiapkan juga menarik dalam bentuk uang pembinaan dengan juara 1 (Rp. 10.000.000), Jara II (Rp. 5.000.000), Juara III (Rp. 3.000.000), Juara Terfavorit I (Rp. 2.000.000) dan Terfavorit II (1.000.000). “Kami ingin memberi ruang kepada siapa saja yang memiliki kreativitas dan kecintaan terhadap musik untuk mengambil bagian. Satu lagu bisa dinyanyikan dengan banyak cara, dan setiap peserta tentu memiliki cerita serta warna masing-masing,” ujar Agnes.





