spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Paus Leo XIV Ajak Gereja Kembali kepada Kristus dan Berdoa bagi Panggilan Imam

MONTEVIDEO, HIDUPKATOLIK.COM – Paus Leo XIV mengajak para uskup, imam, diakon, biarawan, biarawati, dan seluruh umat Katolik untuk senantiasa memperbarui kesetiaan kepada Yesus Kristus. Ia juga menyerukan gerakan doa dan puasa di seluruh keuskupan dunia untuk menumbuhkan panggilan menjadi imam serta hidup bakti.

Pesan tersebut disampaikan Paus Leo XIV dalam Ibadat Sore bersama para pelayan Gereja dan kaum hidup bakti di Katedral Santa Filipus dan Santo Yakobus yang Dikandung Tanpa Noda, Montevideo, Uruguay.

Pertemuan ini menjadi salah satu agenda awal dalam perjalanan apostolik Paus selama 12 hari di Amerika Latin.

Dalam refleksinya, Paus menegaskan bahwa kesetiaan terhadap panggilan hidup tidak bisa dilepaskan dari kedekatan pribadi dengan Yesus Kristus.

“Kesetiaan pada panggilan kita menuntut kita untuk kembali lagi dan lagi kepada Yesus Kristus; menjadikan Dia harta kita, Dia yang ingin kita tiru,” ungkap Paus Leo XIV.

Menurutnya, setiap orang yang mempersembahkan hidup bagi Tuhan perlu terus memeriksa kembali arah hatinya. Jangan sampai berbagai kesibukan, persoalan, dan gangguan kehidupan justru menjauhkan seseorang dari sumber panggilannya.

Paus Ajak Keuskupan di Seluruh Dunia Berdoa bagi Panggilan

Salah satu pesan penting dalam pertemuan tersebut adalah ajakan Paus Leo XIV kepada para uskup di seluruh dunia untuk menghidupkan gerakan doa dan puasa demi tumbuhnya panggilan imamat dan hidup bakti.

Ia berharap setiap keuskupan dapat menyediakan hari-hari khusus untuk berdoa dan berpuasa dengan intensi tersebut. Ajakan ini juga ditujukan kepada paroki, keluarga, serta komunitas-komunitas religius agar mengambil bagian dalam doa bersama bagi masa depan Gereja.

Paus menyampaikan kegembiraannya melihat masih ada kaum muda yang dengan murah hati menjawab panggilan Kristus melalui kehidupan di seminari maupun komunitas religius.

“Sungguh suatu sukacita mengetahui bahwa tanggapan yang murah hati terhadap kasih Kristus terus bermunculan!” katanya dikutip dari  laman Vatican News.

Ia mengajak seluruh umat melihat kehadiran para calon imam dan kaum hidup bakti sebagai tanda bahwa Tuhan senantiasa mendengarkan doa umat-Nya.

Belajar dari Mereka yang Setia Melayani

Kepada para seminaris dan novis, Paus Leo XIV berpesan agar mereka belajar dari para imam dan kaum religius yang telah lebih dahulu menjalani perjalanan panggilan.

Ia mengajak kaum muda memperhatikan ketekunan, pengorbanan, dan kesetiaan mereka yang selama bertahun-tahun melayani Gereja.

“Lihatlah tangan mereka yang lelah, kasih mereka yang tak kenal lelah, dan cara mereka berhubungan dengan Yesus. Belajarlah dari mereka keintiman dengan Tuhan,” pesannya.

Sementara itu, bagi para imam dan kaum hidup bakti yang telah lama menjalani pelayanan, Paus mengingatkan pentingnya kembali kepada hal-hal mendasar dalam kehidupan rohani.

Ia menyebut keheningan dalam doa, mendengarkan Sabda Tuhan, serta perjumpaan dengan Kristus dalam Ekaristi sebagai sumber kekuatan untuk memperbarui kasih dan kesetiaan terhadap panggilan.

Dalam kedekatan dengan Tuhan itulah, seseorang dapat semakin dibentuk menyerupai hati Kristus.

Paus juga mengingatkan pentingnya persaudaraan dan persekutuan di antara para pelayan Gereja. Mereka diminta untuk saling menopang, terutama ketika menghadapi kesulitan, serta tetap memelihara kesatuan dengan Penerus Santo Petrus.

Kesetiaan kepada Kristus Diuji dalam Kesulitan

Dalam renungannya, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa melalui Sakramen Baptis, setiap orang dipersatukan dengan kehidupan Kristus dan dipanggil untuk semakin menyerupai-Nya.

Panggilan tersebut bukan sekadar tentang menjalankan tugas-tugas pelayanan, melainkan juga belajar melihat, mendengarkan, dan mengasihi sesama seperti yang dilakukan Yesus.

Paus mengambil contoh kisah Zakheus yang bersembunyi di atas pohon. Yesus tetap memandangnya dengan penuh belas kasih dan membuka jalan bagi perubahan hidupnya.

Melalui kisah itu, Paus mengingatkan bahwa kasih Allah selalu lebih dahulu hadir dan menjangkau manusia.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para imam, biarawan, dan biarawati yang telah menghabiskan hidup mereka untuk melayani umat.

Melalui kesaksian hidup mereka, Kristus terus menjangkau banyak orang dengan kasih-Nya.

Paus mengakui bahwa perjalanan panggilan tidak selalu mudah. Ada saat ketika pelayanan terasa tidak menghasilkan apa-apa, tenaga semakin berkurang, bahkan seseorang harus memulai kembali dari awal.

Namun, justru dalam situasi seperti itulah keserupaan dengan Kristus semakin bertumbuh.

“Kemiripan kita dengan Kristus juga semakin matang di tengah kesulitan, seperti ketika pekerjaan tampak sia-sia, ketika kekuatan kita melemah atau ketika kita harus memulai dari awal,” ujarnya.

Karena itu, Paus mengajak seluruh pelayan Gereja untuk tidak menyerah ketika menghadapi cobaan. Bersama Kristus, setiap kesulitan dapat menjadi kesempatan untuk semakin bertumbuh dalam kasih.

Beato Jacinto Vera, Teladan Kesaksian Hidup

Dalam kesempatan tersebut, Paus Leo XIV juga mengenang Beato Jacinto Vera, yang jenazahnya dimakamkan di Katedral Montevideo.

Sosok Beato Jacinto Vera menjadi contoh bagaimana kedekatan seseorang dengan Tuhan dapat tercermin melalui seluruh hidup dan pelayanannya.

Paus menggambarkan perjalanan hidupnya melalui kaki yang menapaki jalan-jalan Uruguay untuk mewartakan Injil, tangan yang memberkati dan membantu kaum miskin, telinga yang mendengarkan pengakuan dosa, serta mata yang peka melihat mereka yang membutuhkan pertolongan.

Bagi Paus, kehidupan Beato Jacinto Vera memperlihatkan bahwa hubungan yang mendalam dengan Tuhan akan membentuk cara seseorang hadir dan berelasi dengan sesama.

Bahkan, orang-orang yang berjumpa dengannya dapat merasakan kebaikan Kristus sebelum mendengarkan khotbahnya.

Keteladanan tersebut dinilai semakin penting bagi Gereja di Uruguay, terutama di tengah kenyataan bahwa banyak orang, termasuk generasi muda, semakin jauh dari kehidupan Gereja dan belum mengenal Yesus Kristus secara mendalam.

Paus berharap setiap orang Kristen mampu menghadirkan wajah Kristus melalui kesaksian hidup sehari-hari. Dengan demikian, ketika berbicara tentang Yesus kepada orang lain, mereka juga dapat memperlihatkan kebaikan dan kasih Tuhan melalui tindakan nyata.

Menyerahkan Hidup dalam Tangan Tuhan

Menutup perjumpaan tersebut, Paus Leo XIV mengajak seluruh umat untuk terus menjaga kedekatan hati dengan Yesus Kristus.

Ia juga memohon pendampingan Bunda Maria dari Tiga Puluh Tiga, yang dikenal sebagai pelindung Uruguay, agar umat senantiasa setia mengikuti Putranya.

Paus berharap, sepanjang perjalanan hidup, setiap orang semakin menyerupai Kristus hingga tiba saatnya menghadap Tuhan.

Ia pun menyampaikan harapan agar pada akhir kehidupan, setiap orang dapat mendengar Tuhan memanggil namanya dan dengan penuh kepercayaan menyerahkan diri ke dalam tangan-Nya.

Pesan Paus Leo XIV ini menjadi pengingat bahwa panggilan hidup kristiani bukanlah perjalanan yang selesai dalam satu keputusan. Kesetiaan perlu terus diperbarui melalui doa, Ekaristi, pelayanan, dan keberanian untuk kembali kepada Kristus, lagi dan lagi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles