HIDUPKATOLIK.COM – Paus Leo XIV mengajak umat Katolik di Uruguay untuk melanjutkan karya penginjilan dengan penuh semangat. Ia mengingatkan bahwa iman merupakan warisan berharga dari para misionaris terdahulu yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya.
Pesan tersebut disampaikan Paus Leo XIV dalam Misa yang dirayakan di Paysandú, Uruguay, pada Sabtu. Dalam homilinya, Paus mengajak umat mengenang perjalanan panjang pewartaan Injil di kawasan Río de la Plata sekaligus merefleksikan tanggung jawab Gereja dalam melanjutkan misi tersebut.
Mengutip laporan Vatican News, Paus Leo XIV mengatakan bahwa sejak masa awal penginjilan di benua Amerika, banyak orang beriman datang membawa kabar sukacita tentang Kristus.
Mereka hadir bukan sekadar untuk memperkenalkan ajaran agama, melainkan membagikan pengalaman iman yang lahir dari perjumpaan pribadi dengan Yesus Kristus.
Melanjutkan Warisan Para Misionaris
Dalam homilinya, Paus Leo XIV secara khusus mengenang Beato Jacinto Vera, Uskup pertama Montevideo, yang dikenal karena kesetiaan imannya, kasih yang murah hati, serta pengabdian penuh dalam menjalankan misi apostolik.
Keteladanan para misionaris tersebut, menurut Paus, menjadi warisan yang tidak boleh berhenti pada generasi sebelumnya. Gereja masa kini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat pewartaan yang sama.
“Hari ini giliran kita untuk melanjutkan warisan yang ditinggalkan oleh para pewarta Injil ini,” kata Paus Leo XIV.
Ia juga mengingatkan bahwa pewartaan Injil harus dijalankan dengan keadilan, kejujuran, dan kesetiaan. Sebab, pesan yang disampaikan Gereja bukanlah milik manusia, melainkan anugerah dari Tuhan yang dipercayakan kepada umat-Nya.
Paus mengibaratkan manusia sebagai bejana tanah liat yang membawa harta berharga. Gambaran ini mengingatkan bahwa meskipun manusia memiliki keterbatasan, mereka tetap dipercaya untuk mewartakan kekayaan iman.
Jembatan, Pohon Palem, dan Mate sebagai Simbol Misi
Menariknya, Paus Leo XIV menggunakan tiga simbol yang dekat dengan kehidupan masyarakat Paysandú untuk menjelaskan makna iman dan perutusan Gereja. Ketiganya adalah Jembatan Internasional Jenderal Artigas, perkebunan pohon palem, dan minuman tradisional mate.
Pertama, Jembatan Internasional Jenderal Artigas menjadi gambaran tentang keterbukaan, komunikasi, dan pertukaran. Melalui simbol ini, Paus mengingatkan bahwa Gereja dipanggil untuk membangun jembatan, memperkuat hubungan antarmanusia, mempersatukan, serta membagikan sukacita iman.
Kedua, pohon-pohon palem menggambarkan asal-usul dan tujuan hidup manusia. Paus menyoroti bagaimana pohon-pohon tersebut tumbuh berkelompok, bukan berdiri sendiri.
Gambaran ini, menurutnya, mencerminkan kehidupan Gereja sebagai komunitas persaudaraan. Setiap umat berakar pada sumber iman yang sama, yakni Sabda Allah, sakramen-sakramen, doa, dan karya amal.
Ketiga, mate, minuman khas Amerika Selatan, menjadi simbol keakraban, persahabatan, dan perjumpaan. Tradisi berbagi minuman tersebut mengajarkan pentingnya kebersamaan dan memperkuat ikatan persaudaraan.
Bagi Paus Leo XIV, ketiga simbol itu bukan sekadar bagian dari identitas masyarakat setempat. Semuanya juga mengandung pesan tentang perjalanan iman, kebersamaan, dan masa depan Gereja.
“Simbol-simbol yang kita miliki bersama berbicara kepada kita tentang asal-usul kita dan menunjukkan arah masa depan,” ungkapnya.
Iman Harus Diwariskan kepada Generasi Mendatang
Lebih lanjut, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa iman telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Uruguay sejak awal. Karena itu, warisan iman tersebut perlu diteruskan kepada generasi berikutnya dengan keberanian dan kreativitas.
Ia mendorong umat untuk tidak sekadar mempertahankan tradisi, tetapi juga menghadirkan cara-cara baru dalam menjalankan misi penginjilan sesuai dengan tantangan zaman.
Paus mengajak umat membangun komunitas yang mampu menjadi jembatan bagi orang lain untuk berjumpa dengan Yesus Kristus.
Gereja juga diharapkan menjadi komunitas persaudaraan yang terbuka, berbagi kehidupan, gagasan, mimpi, dan harapan, terutama bersama mereka yang membutuhkan perhatian dan pertolongan.
Selain itu, umat dipanggil untuk membangun komunitas doa yang senantiasa memelihara hubungan dengan Tuhan.
Dalam pesannya, Paus Leo XIV menegaskan bahwa Kristus mempercayakan misi tersebut kepada setiap orang beriman.
“Kristus mengandalkan kalian semua! Kristus mengandalkan kalian!” serunya.
Menutup homilinya, Paus Leo XIV memohon perlindungan Bunda Maria dari Tiga Puluh Tiga (Our Lady of the Thirty-Three), pelindung Uruguay, agar senantiasa menyertai perjalanan hidup umat dan membimbing mereka untuk semakin dekat dengan Yesus Kristus.




