spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Paus Leo XIV Ajak Umat Katolik Berdoa dan Berpuasa demi Panggilan Imam dan Biarawan

MONTEVIDEO, HIDUPKATOLIK.COM – Paus Leo XIV mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk semakin tekun berdoa dan berpuasa demi tumbuhnya panggilan menjadi imam, biarawan, dan biarawati. Ia mendorong setiap keuskupan untuk mengadakan hari-hari khusus doa dan puasa sebagai bentuk dukungan bagi lahirnya generasi baru pelayan Gereja.

Seruan tersebut disampaikan Paus Leo XIV saat memimpin Ibadat Sore bersama para uskup, imam, diakon, biarawan, biarawati, dan seminaris di Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda dan Santo Filipus dan Yakobus, Montevideo, Uruguay.

Dalam kesempatan itu, Paus mengajak para uskup di berbagai belahan dunia untuk mengikuti langkah Gereja di Uruguay yang telah menggerakkan umat beriman untuk berdoa dan berpuasa demi panggilan hidup imamat dan hidup bakti.

“Dari Katedral Montevideo, saya mengajak saudara-saudara uskup di seluruh dunia untuk mendorong keuskupan mereka agar memperingati hari-hari doa dan puasa demi peningkatan panggilan menjadi imam dan menjalani kehidupan religius,” ujar Paus Leo XIV dikutip dari Vatican News.

Ia juga berharap gerakan doa tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab para imam dan biarawan-biarawati, tetapi melibatkan seluruh umat. Paroki, keluarga, dan komunitas religius diharapkan ikut ambil bagian dalam doa bersama tersebut.

Paus menilai, teladan umat Katolik Uruguay dapat menginspirasi Gereja di negara-negara lain untuk melakukan hal serupa dengan penuh iman dan kepercayaan kepada Tuhan.

Berawal dari Kekhawatiran atas Minimnya Calon Imam

Paus Leo XIV kemudian menceritakan bagaimana gerakan doa dan puasa untuk panggilan rohani di Uruguay bermula.

Inisiatif tersebut dimulai pada 2024, ketika seminari antar-keuskupan di negara itu tidak menerima kandidat baru. Situasi ini mendorong umat beriman untuk berkumpul dan memohon kepada Tuhan agar mengirimkan pekerja bagi ladang-Nya.

Sejak saat itu, umat terus bertekun dalam doa. Upaya tersebut kini mulai memperlihatkan buahnya. Sejumlah anak muda telah memulai perjalanan pembinaan di seminari maupun kehidupan yang dikuduskan.

“Betapa menggembirakan mengetahui bahwa orang-orang terus menanggapi kasih Kristus dengan murah hati!” ungkap Paus.

Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung gerakan doa tersebut. Paus juga mengajak mereka untuk tidak berhenti berdoa dan tetap memiliki keyakinan terhadap penyelenggaraan Tuhan.

Menurutnya, kehadiran para calon imam dan anggota hidup bakti yang mulai menjalani proses pembinaan merupakan tanda bahwa Tuhan mendengarkan doa umat-Nya.

Puasa Bukan Hanya Menahan Makan, tetapi Juga Menjaga Perkataan

Ajakan Paus Leo XIV untuk berdoa dan berpuasa juga berkaitan dengan pesan rohani yang pernah disampaikannya menjelang Masa Prapaskah 2026.

Dalam pesan Prapaskah tersebut, Paus mengajak umat untuk menjalankan bentuk puasa yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni menahan diri dari perkataan yang melukai dan menyakiti sesama.

Ia mengingatkan bahwa puasa tidak boleh berhenti pada tindakan menahan diri secara fisik. Puasa juga perlu diwujudkan melalui sikap, perkataan, dan cara seseorang memperlakukan orang lain.

Paus menegaskan bahwa puasa hendaknya dijalankan dengan iman dan kerendahan hati agar tetap sejalan dengan semangat Injil.

Dengan demikian, doa dan puasa bukan sekadar praktik kesalehan pribadi, melainkan juga sarana membangun kehidupan bersama yang lebih manusiawi, penuh kasih, dan saling menghormati.

Doa dan Puasa untuk Perdamaian Dunia

Sebelumnya, Paus Leo XIV juga pernah mengajak umat Katolik untuk menjadikan doa dan puasa sebagai bentuk permohonan bagi perdamaian dunia.

Pada akhir Audiensi Umum, 20 Agustus 2025, ia mengajak umat memperingati 22 Agustus, yang bertepatan dengan Peringatan Santa Perawan Maria Ratu, sebagai hari doa dan puasa.

Paus meminta umat memohon kepada Tuhan agar menganugerahkan perdamaian dan keadilan, sekaligus menghapus air mata mereka yang menderita akibat konflik bersenjata.

Rangkaian ajakan tersebut memperlihatkan bahwa bagi Paus Leo XIV, doa dan puasa memiliki dimensi yang luas. Selain menjadi sarana pertumbuhan iman pribadi, keduanya juga merupakan wujud kepedulian terhadap kehidupan Gereja dan penderitaan dunia.

Melalui gerakan doa untuk panggilan imam dan hidup bakti, Paus berharap semakin banyak orang muda berani menjawab panggilan Tuhan. Gereja pun diajak untuk tidak hanya menantikan hadirnya calon-calon pelayan baru, tetapi juga membangun lingkungan keluarga, paroki, dan komunitas yang mendukung tumbuhnya benih panggilan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles