web page hit counter
Rabu, 4 Februari 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Merawat Udara, Menjaga Kehidupan: Aksi Kecil Anak-Anak Menjaga Rumah Bersama

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Udara adalah bagian penting dari kehidupan yang sering kali kita abaikan. Setiap hari manusia menghirup udara tanpa henti, namun tidak selalu menyadari bahwa kualitas udara sangat menentukan kesehatan dan kenyamanan hidup. Udara yang bersih membuat manusia dapat beraktivitas dengan baik, sementara udara yang tercemar dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan.

Dalam iman Kristiani, udara dan seluruh alam dipandang sebagai anugerah Tuhan. Kitab Kejadian menyatakan, “Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu sungguh amat baik” (Kejadian 1:31). Ayat ini mengingatkan bahwa alam semesta, termasuk udara, diciptakan dengan kebaikan. Oleh karena itu, manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaganya, bukan merusaknya.

Udara sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Udara menyediakan oksigen yang dibutuhkan tubuh untuk bernapas dan menghasilkan energi. Udara yang bersih membantu anak-anak belajar dengan nyaman di sekolah dan bermain dengan aman. Selain itu, udara juga berperan dalam berbagai aktivitas manusia, seperti memasak dan proses alam yang mendukung pertumbuhan tumbuhan.

Baca Juga:  Ketika Kesejahteraan Umum Direnggut

Sayangnya, udara saat ini semakin banyak tercemar. Tumpukan sampah yang menggunung, Asap kendaraan bermotor, asap pabrik, pembakaran sampah, asap rokok, serta kebakaran hutan menjadi penyebab utama pencemaran udara. Udara yang kotor dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti batuk, sesak napas, dan iritasi mata. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak karena masih dalam masa pertumbuhan.

Paus Fransiskus, melalui Ensiklik Laudato Si’, mengingatkan bahwa bumi adalah “rumah bersama” yang harus dirawat oleh semua orang. Ia menegaskan bahwa krisis lingkungan, termasuk pencemaran udara, bukan hanya masalah alam, tetapi juga masalah tanggung jawab manusia. Setiap orang, termasuk anak-anak, dapat mengambil bagian dalam merawat lingkungan.

Langkah kecil yang dilakukan anak-anak dan seluruh komunitas di sekolah: melalui pembiasaan, kegiatan terprogram dan keteladanan menjadi wujud nyata rasa syukur merawat bumi sebagai rumah bersama .  Anak-anak dapat melakukan berbagai aksi nyata untuk menjaga udara tetap bersih. Salah satunya dengan menanam dan merawat tanaman di lingkungan sekolah. Tanaman membantu menyaring udara dan menghasilkan oksigen. Selain itu, anak-anak juga dapat membiasakan meletakkan sampah terpilah sesuai jenisnya, Menjaga kebersihan toilet dengan menyiram setelah dipakai sehingga tidak menimbulkan bau dan tidak terjadi pencemaran udara

Baca Juga:  Menuju Usia 75 Tahun, Sido Muncul Tegaskan Komitmen Jaga Mutu dan Keamanan Produk Berbasis Riset Ilmiah

Aksi sederhana lainnya adalah menghemat energi, seperti mematikan lampu dan kipas angin /ac saat tidak digunakan di kelas. Anak-anak juga dapat datang ke sekolah dengan berjalan kaki, bersepeda, atau berbagi kendaraan jika memungkinkan. Kebiasaan ini membantu mengurangi asap kendaraan yang mencemari udara.

Melalui kegiatan terprogram, seluruh warga berkomitmen memilah dan mengolah sampah sehingga tidak ada penumpukan sampah yang membuat bau dan terjadi pencemaran udara , Membagikan tanaman kepada masyarakat di lingkungan sekitar, memberi kesadaran manfaat tanaman sebagai sumber oksigen dan meminimalisir polusi udara dan membuat Ecoenzyme dan menyemprotkan ke udara secara rutin untuk mengurangi pencemaran udara

Sekolah mengajak anak-anak  melakukan hari bebas asap dan kendaraan, membuat poster peduli udara bersih, serta melakukan kampaye  dan aksi bersih lingkungan dalam rangka “World Clean Up Day”di lingkungan sekolah dan ditempat umum. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari diri sendiri.

Baca Juga:  Merayakan Dasawindu Paroki Kumetiran: “Gereja Wisata” Pun Kian Relevan

Menjaga udara berarti menjaga kehidupan. Ketika anak-anak diajak untuk peduli dan bertindak sejak dini, mereka belajar menghargai ciptaan Tuhan dan mencintai lingkungan. Sejalan dengan semangat  Laudato Si’, langkah-langkah kecil yang dilakukan di sekolah dapat menjadi awal perubahan besar demi masa depan bumi yang lebih bersih dan sehat.setiap tindakan kecil yang dilakukan dengan kasih dapat menjadi kesaksian iman dalam menjaga rumah bersama yang dipercayakan Tuhan kepada kita semua.

Elizabeth Sri Maryati
Guru Tarakanita

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles