web page hit counter
Jumat, 20 Februari 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Merayakan 100 Tahun MSF di Indonesia

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – MARILAH kita bersama-sama menyampaikan syukur dan ucapan selamat atas seratus tahun kehadiran dan karya Kongregasi Keluarga Kudus (Missionarii a Sacra Familia/MSF) di Nusantara. Selama satu abad perjalanan ini, MSF telah memberi warna yang khas dan istimewa dalam penziarahan Gereja Katolik di Indonesia. Kehadirannya tidak hanya terasa, tetapi sungguh nyata dan berakar dalam kehidupan umat.

Secara konkret, kita dapat melihat kontribusi besar MSF melalui kepercayaan Gereja yang menyerahkan beberapa wilayah misi penting kepada tarekat ini, khususnya di Kalimantan. Saat ini, terdapat tiga keuskupan yang dipimpin oleh para uskup dari MSF, yakni Mgr. A.M. Sutrisnaatmaka, MSF di Keuskupan Palangka Raya, Kalimantan Tengah; Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF di Keuskupan Tanjung Selor, Kalimantan Utara; serta Mgr. Y. Harjosusanto, MSF di Keuskupan Agung Samarinda, Kalimantan Timur. Sebelumnya, Keuskupan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, juga pernah digembalakan oleh seorang MSF, yakni Mgr. Blasius Pujaraharjo, MSF, sebelum digantikan oleh Mgr. Piet Boddeng Timang dan kemudian Mgr. Victorius Dwiardi, OFM Cap.

Baca Juga:  “KWI India” Memilih Kardinal yang Berasal dari Kalangan Dalit sebagai Ketua yang Baru

Di lingkungan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), kehadiran para uskup dari MSF tentu membawa dampak yang signifikan, dengan jejak pelayanan yang khas dan berorientasi pada penguatan kehidupan keluarga. Bahkan, peran MSF melampaui batas Gereja lokal Indonesia. Di tingkat Gereja universal, saat ini Superior Jenderal MSF berasal dari Indonesia, yakni Pastor Agustinus Purnama, MSF, dari Provinsi Jawa.

Selain itu, Asisten III MSF juga dijabat oleh Pastor Yohanes Aristanto, MSF, yang juga berasal dari Provinsi Jawa. Di Indonesia sendiri, MSF memiliki dua provinsi, yakni Provinsi Jawa dan Provinsi Kalimantan, sebuah fakta yang menunjukkan pertumbuhan dan dinamika tarekat ini. Tidak banyak kongregasi imam di Indonesia yang memiliki lebih dari satu provinsi, selain Ordo Kapusin (OFM Cap) dan Serikat Sabda Allah (SVD).

Baca Juga:  Uskup Agung Samarinda Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF: Godaan Klasik dan Laten

Data-data tersebut menjadi cermin betapa luas dan mendalamnya jangkauan karya MSF. Selain berkarya di Jawa dan Kalimantan, MSF juga mengutus misionarisnya ke berbagai keuskupan lain di Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara. Berakar pada spiritualitas Keluarga Kudus sebagai tulang punggung hidup dan perutusannya, MSF secara konsisten menaruh perhatian pada pastoral keluarga. Baik secara internal melalui persaudaraan antaranggota, maupun secara eksternal dalam pendampingan umat, semangat kekeluargaan menjadi ciri khas MSF.

Dalam setiap karya pastoralnya, MSF berfokus pada penguatan keluarga sebagai “Gereja kecil”. Keluarga yang kokoh dalam iman Katolik diyakini sebagai fondasi utama bagi pewartaan dan perutusan Gereja. Namun, tantangan keluarga di zaman ini justru semakin kompleks, terutama di era digital yang menembus ruang paling privat kehidupan keluarga dan menimbulkan guncangan yang tidak ringan.

Baca Juga:  “Dilexi Te” dan Kediktatoran Ekonomi

Oleh karena itu, perayaan seratus tahun ini bukan hanya momentum syukur atas karya Allah melalui MSF, tetapi juga saat refleksi untuk menatap masa depan. Sebuah tarekat dipanggil untuk terus menyesuaikan diri, beradaptasi, dan menghadirkan spiritualitas serta jati diri yang relevan di setiap zaman.

Bersama seluruh keluarga besar MSF di Indonesia, marilah kita bergembira dan bersyukur, seraya memohon berkat Tuhan agar MSF terus berlayar seratus tahun atau lebih ke depan, setia mewartakan Injil dan menjadi saksi kerahiman Allah dengan meneladan Keluarga Kudus Nazaret.

Sumber: Majalah HIDUP, Edisi No.6, Minggu, 8/2/2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles