spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Indahnya Momen Puasa dan Berbuka Bersama

5/5 - (1 vote)

HIDUPKATOLIK.COM – Mengisi bulan puasa Ramadhan (sudah berakhir) dan Prapaskah tahun 2026, IKHRAR (Ikatan Rohaniwan Rohaniwati Antar Religius) Kevikepan Yogyakarta Timur menyelenggarakan sarasehan lintas agama dilanjutkan dengan buka puasa bersama (7/3/2026) di Kampus Syantikara Yogyakarta.

Tahun ini umat Katolik (Masa Prapaskah)  dan umat Muslim mengalami waktu berpuasa (Bulan Puasa) pada waktu yang urang lebih bersamaan. Umat Muslim lebih dahulu selesai, sementara umat Katolik masih menjalani hingga Sabtu sebelum Vigili Paskah.

Ketua IKHRAR Kevikepan Yogyakarta Timur, Sr. Hedwig Wigiastuti, CB menjelaskan pelaksanaan kegiatan ini.

Sarasehan bertema “Menemukan Kedekatan dengan Sang Pencipta: Makna Puasa dalam Tradisi Islam dan Katolik” ini menghadirkan narasumber Syafa’atun Almirzanah (Islam) dan Pastor Andreas Setyawan, SJ (Katolik). Keduanya memberikan pemahaman tentang puasa dari pandangan kedua agama.

Baca Juga:  Menanggapi Situasi di Timur Tengah, Paus Leo: Kita Tidak Bisa Tinggal Diam

Dalam Islam, Puasa (Ramadan) adalah bentuk ketaatan mutlak untuk mencapai derajat Taqwa. Dalam Katolik, puasa (Masa Prapaskah) adalah bentuk pertobatan dan olah rohani agar makin menyerupai Kristus.

Berbuka bersama

Sr. Hedwig, CB mengatakan, “Tujuan kegiatan ini menyatakan rasa cinta kasih kepada sesama yang kurang beruntung dan membangun solidaritas terhadap umat Muslim yang sedang berpuasa. Selain itu, juga memperkaya refleksi dan sharing pengalaman dari anggota komunitas yang terlibat.”

Komunitas yang terlibat dalam kegiatan ini KEKANTA, KEVIN, FBB, COR UNUM, dan komunitas-komunitas di bawah IKHRAR Kevikepan Yogyakarta Timur.

Ketua Panitia, Frater Thomas Mersudi Tomo, SCJ mengatakan sarasehan dan buka bersama ini baru dilaksanakan pertama kalinya tahun ini.

Baca Juga:  Menjelang Kunjungan Apostolik ke Benua Afrika, Paus Leo XIV: Pesawat Seharusnya Membawa Perdamaian, Bukan Perang dan Kehancuran
Ki-Ka:Sr. Hedwig, CB; Syafa’atun Almirzanah; Pastor Andreas Setyawan, SJ; Frater Thomas Mersudi Tomo, SCJ

Kegiatan melibatkan para frater, suster, bruder, dan juga mahasiswa UIN Yogyakarta. Tampak adanya kegembiraan peserta saat berkumpul meski berbeda agama dalam menghayati makna puasa.

Selain itu, kata Frater Thomas, mereka mempunyai rasa ingin tahu yang besar untuk mengetahui makna puasa dari agama lainnya. “Hal ini menjadi upaya yang baik untuk meneguhkan kebersamaan dalam persaudaraan sejati, mengembangkan sikap saling menrghargai dan menghormati antara pemeluk agama yang berbeda,” ujarnya.

Veronika Murwaningsih (Kontributor, Yogyakarta)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles