HIDUPKATOLIK.COM – Perwakilan umat dari 29 Lingkungan di Paroki Santo Petrus dan Paulus Babadan mengikuti Training of Trainers (ToT) Arah Dasar IX Keuskupan Agung Semarang (KAS): Menjadi Gereja Yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan pada Minggu, 3/5/2026 di bertempat di Aula Gereja Babadan.
Pastor Antonius Saptono Hadi, selaku Romo Paroki Babadan dalam pengantarnya menyampaikan terima kasih atas kehadiran peserta yang merupakan perwakilan masing-masing lingkungan yang terdiri dari kaum muda dan orang dewasa untuk mengikuti ToT yang diselenggarakan DPPH Paroki Babadan.
Tahun 2026 menjadi tahun Sosialisasi ARDAS IX KAS ke seluruh umat. Saat ini selain kita mendengar pemaparan materi, nanti kita juga akan dibagikan Buklet. Buklet ini adalah rangkuman dari Buku Nota Pastoral yang diterbitkan oleh Dewan Pastoral Keuskupan Agung Semarang. Umat akan menemukan pokok-pokok Nota Pastoral. Tujuan Buklet ini adalah membantu para pemandu dan umat untuk memahami ARDAS IX KAS dengan mudah. Demikian Pastor Sapto dalam pengantarnya.
Selanjutnya pemaparan materi disampaikan Sudi Mungkasi selaku Wakil Keua 2 Dewan Pastoral Paroki Babadan. Menurut Pak Sudi Mungkasi, secara garis besar Umat Allah Keuskupan Agung Semarang (KAS) adalah persekutuan paguyuban-paguyuban murid Kristus yang dalam bimbingan Roh Kudus berjalan bersama melaksanakan perutusan Yesus Sang Guru mewartakan Kerajaan Allah di dunia dengan memperjuangkan hidup yang sejahtera dan bermartabat demi terwujudnya peradaban kasih. Saat ini bangsa Indonesia terus berjuang mewujudkan tatanan kehidupan bersama berdasarkan Pancasila, terutama mengusahakan kesejahteraan yang berkeadilan, penghormatan hak asasi manusia, kehidupan demokrasi yang partisipatif, kehidupan beragama yang inklusif, dan kelestarian lingkungan.
Dalam kesatuan dengan gerak bangsa tersebut, Umat Allah KAS melibatkan diri sebagai Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan dalam seluruh gerak pastoralnya.
Untuk mewujudkannya, Umat Allah KAS dengan berbagai karisma: a. mengembangkan formasio iman yang fundamental, eklesial, total, dan integral serta terarah kepada hidup beriman yang cerdas, tangguh, misioner, dan dialogis; b. mengambil langkah pertama untuk mewujudkan hidup bermasyarakat yang lebih menghormati hak asasi manusia, mengedepankan aneka dialog, dan melestarikan keutuhan ciptaan; c. membangun semangat bela rasa dan kerjasama dengan semua pihak di pelbagai bidang untuk meningkatkan mutu kehidupan bersama terutama saudara-saudari yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD); d. mengembangkan reksa pastoral yang efektif dan adaptif dengan kemajuan teknologi.
Umat Allah KAS dengan tulus, setia, dan rendah hati bertekad bulat melaksanakan upaya tersebut, serta mempercayakan diri pada penyelenggaraan ilahi seturut teladan Maria, hamba Allah dan bunda Gereja. Allah yang memulai pekerjaan baik di antara kita akan menyelesaikannya (bdk. Flp 1:6). Demikian Sudi Mungkasi mengakhiri materinya.
Laporan Edelbertus Jara (Yogyakarta)






