Suami Gemar Judi Online

78
Suami Gemar Judi Online
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Bu Rini, suami saya kecanduan judi online. Sudah enam tahun ia tak lepas dari kebiasaannya itu. Bahkan, dia punya hutang di mana-mana karena hobinya itu. Jika penagih datang, saya jadi “bampernya”. Tapi, itu pun tak membuatnya sadar. Banyak barang sudah dia jual. Itu pun tak membuatnya bertobat. Saya sempat membawanya kepada hipnoterapis tapi tetap saja tidak berubah. Apakah ia sakit dan tak bisa disembuhkan?

Luciana Astuti, Bogor

Saya memahami yang Ibu alami. Tentu ini adalah persoalan yang tak hanya menguras energi, namun bahkan keuangan. Seseorang yang kecanduan judi, game, pornografi, narkoba, film, atau makanan membutuhkan uluran tangan ahli dalam bidangnya, baik psikolog maupun terapis. Butuh pendekatan komprehensif dan waktu yang tak singkat.

Kecanduan sebenarnya berangkat dari persoalan iseng atau coba-coba. Dalam pendekatan perilaku, proses reward and punishment dapat menjelaskan hal ini di samping faktor kepribadian yang rapuh. Terkait dengan pendekatan perilaku, seseorang yang kecanduan, sebenarnya dilakukan secara coba-coba, mendapatkan pola ketika yang dilakukan mendapat pengakuan, yang dalam hal ini adalah point.

Point inilah yang mendorong orang tersebut untuk secara perlahan menaikkan tingkat taruhannya, sehingga sulit berhenti begitu saja. Ketika seseorang memainkan sebuah permainan, menyelesaikan satu tugas kemudian mendapatkan point dari itu, maka timbulah perasaan positif, sehingga mendorongnya untuk melakukan kembali.

Dalam Ilmu Psikologi, ada orang yang memiliki kebutuhan berprestasi yang kuat, sehingga memerlukan sebuah tantangan. Judi dapat menjadi sebuah bentuk tantangan tersendiri. Namun bagi orang dengan motivasi berprestasi kuat, ia akan mengukur kemampuannya, sehingga tidak akan mudah terjebak dalam sebuah pola permainan. Ia memiliki kemampuan berhenti, saat standar ukurannya sudah terpenuhi.

Berbeda dengan seseorang yang memiliki dorongan spekulasi kuat. Dia cenderung tak memiliki dasar rasional. Karena itu, faktor kepribadian menjadi salah satu predisposisi, yang berperan kuat terhadap munculnya persoalan kecanduan. Salah satu pemicu adalah kepribadian yang rapuh, sehingga dia mudah lari ke dunia, yang membuatnya nyaman saat
menghadapi persoalan, yang menurutnya sulit diselesaikannya. Suami Ibu membutuhkan bantuan seorang profesional. Namun, sebelumnya perlu didalami apakah suami tak memiliki kegiatan produktif serta pendapatan permanen? Apakah emosinya labil? Apakah dia tak mampu menjalin relasi yang hangat dengan orang lain? Apakah tak memiliki aktivitas lain selain berjudi online? Jika memang beberapa gejala ini muncul maka dapat dikatakan, bahwa orang tersebut membutuhkan penanganan secara profesional.

Berikut beberapa tips singkat yang dapat dipergunakan menyembuhkan pecandu judi online. Pertama, kenali penyebabnya, apakah bentuk pelarian terhadap suatu persoalan, jika ya maka perlu penyelesaian terhadap sumber persoalan. Kedua, manfaatkan waktu secara efektif dengan membuat jadwal kegiatan harian sehingga terarah. Ketiga, melakukan aktivitas bermanfaat seperti bekerja dan berolahraga. Keempat, menghentikan akses untuk bermain secara online. Kelima, pendampingan dan support sosial dan psikologis dari keluarga, termasuk ketegasan untuk beberapa kegiatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Dan keenam, meminta bantuan profesional. Selamat mencoba.

Dewi Setyorini

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here