Memahami Gejolak Sosial Lewat Studi Analisa Sosial

63
Para Saudara Muda berfoto bersama di STF Driyarkara, Jakarta. [dok.pribadi]
Memahami Gejolak Sosial Lewat Studi Analisa Sosial
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com Aneka pengalaman hidup yang dijalani semua orang tidak terlepas dari berbagai dinamika persoalan dan permasalahan yang akan selalu menyelimutinya. Romantika kehidupan tersebut sungguh amat disayangkan apabila tidak direfleksikan dan berlalu begitu saja.

Setiap persoalan perlu dipahami, kemudian dianalisa secara mendalam untuk mampu diselesaikan secara tepat. Penyadaran ini mengemuka di dalam kursus yang diikuti oleh para frater OFM (Ordo Fratrum Minorum, atau Fransiskan-red.) Indonesia atau dikenal dengan istilah “Saudara Muda” yang berlangsung pada 30/7 hingga 10/8/2018 di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta.

Kursus bertemakan analisis sosial dibawakan oleh Provinsial OFM Indonesia Pastor Mikhael Peruhe, OFM dan Pendiri Sekolah Economic Democratic (SDE) Hendro Sangkoyo.

Dalam kesempatan tersebut, Pastor Mikhael Peruhe menekankan pentingnya belajar menganalisis secara mendalam, permasalahan dan gejolak persoalan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. “Banyak masalah dan persoalan kompleks yang menarik untuk dianalisa,” tuturnya.

Lebih lanjut Pastor Mikhael menjelaskan tentang alur studi analisis sosial yang meliputi obyek pengamatan (isu-isu yang muncul), pengumpulan data, kodefikasi data (pengelompokan), identifikasi analisis data, mengembangkan persepsi berdasarkan data, dan kesimpulan (rekomendasi tindak lanjut).

“Hal tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran lengkap situasi sosial dan gereja, dengan menelaah kaitan-kaitan historis, struktural, dan konsekuensi obyektif dari permasalahan yang sedang diamati,” beber Pastor Mikhael.

Ia meyakini bahwa kursus ini sangat penting bagi para frater yang sedang menjalani pendidikan filsafat dan teologi. Akan menjadi bekal yang penting, terutama ketika terjun langsung di dalam kehidupan umat, dengan berbagai permasalahan yang dihadapi. Ia berpendapat bahwa tidak cukup untuk mempelajari filsafat dan teologi, tetapi perlu digabungkan dengan ilmu sosiologi dan antropologi.

Hal penting lainya disampaikan oleh Hendro Sangkoyo, yang menyajikan materi berupa data-data yang sangat nyata dalam penelitian di lapangan. Yoyo, demikian sapaan akrabnya, memaparkan berbagai pemasalahan yang menyangkut aspek sosial, dalam kaitannya dengan aspek alam dan budaya yang ada di Indonesia. “Hal ini sangat membantu para saudara muda untuk melihat secara nyata, permasalahan dan krisis yang terjadi di Indonesia,” pungkas Yoyo.

 

Penulis: Fr. Gabriel Rionaldi Wijaya
Pengunggah: Antonius Bilandoro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here