ROSARIO MERAH-PUTIH UNTUK BANGSA

199
Panitia pelatihan memberi contoh cara membuat simpul Rosario kepada peserta.
[HIDUP/Stefanus P. Elu]

HIDUPKATOLIK.comKeuskupan Agung Jakarta (KAJ) menjadikan Rosario Merah Putih sebagai gerakan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Inilah bentuk cinta dan bela negara umat Katolik.

Ketika tahu bahwa KAJ akan membuat Rosario Merah Putih, Albertus Rudy Setyawan berinisiatif membuka youtube dan mempelajari cara membuat Rosario. Ia berniat membantu bila program pembuatan Rosario Merah Putih itu benar-benar diadakan. Sabtu pekan lalu, Rudy datang bersama kurang lebih 300 orang ke aula Sekolah St Maria Juanda Jakarta Pusat. Ia mengikuti sosialisasi sekaligus pelatihan membuat Rosario Merah Putih yang diselenggarakan Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KAJ.

Rudy termasuk salah satu peserta yang dengan mudah membuat simpul dan menyusun manik-manik merah putih itu menjadi sebuah untaian Rosario. Ia membutuhkan waktu selama satu jam untuk menyelesaikan satu Rosario. Umat Paroki St Gabriel Pulogebang, Jakarta Timur ini beberapa kali membantu peserta lain yang kesulitan membuat simpul. “Karena saya sudah menonton. Tapi yang saya tonton itu manik-maniknya putih hijau. Katanya Bapa Uskup minta bikin 2500 Rosario Merah Putih. Jadi saya mau membantu. Kalau bisa bikin 500 kan bagus,” ujar pria yang telah berusia 60 tahun lebih ini.

Sosialisasi dan pelatihan membuat Rosario Merah Putih ini menghadirkan perwakilan seksi liturgi paroki-paroki dan kelompok-kelompok kategorial se-KAJ. “Setelah pulang mereka bisa membuat Rosario di paroki, lingkungan, maupun keluarga masing-masing. Ini satu bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila yang sudah tercantum dalam Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta 2016-2020,” ujar Ketua Panitia Launching Rosario Merah Putih, Zeno Chistozen.

Zeno mengutarakan, Rosario yang sudah mulai dibuat ini akan diluncurkan pada perayaan Ekaristi awal Bulan Maria, 1 Mei 2016. Komisi Komsos KAJ juga akan membagikan 125 buah Rosario Merah Putih kepada semua paroki KAJ sebagai contoh dan awal gerakan ini. Agar semua umat di paroki bisa memiliki, diharapkan paroki-paroki bisa memfasilitasi atau keluarga-keluarga bisa ikut membuat Rosario ini.

Ketua Komsos KAJ Romo M. Harry Sulistyo mengatakan, melalui Rosario Merah Putih umat berdoa bersama Bunda Maria bagi bangsa dan negara. “Inilah satu bentuk cinta kita kepada negara dan wujud bela negara sebagai umat Katolik,” kata Romo Hary.

Stefanus P. Elu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here