IYD Ditutup, Salib Diserahkan ke Komisi Kepemudaan KWI

111
Ketua Umum Panpel IYD 206 Pastor John Montolalu Pr menyerahkan cenderamata berupa salib kepada perwakilan OMK Keuskupan Agung Jakarta.
Dok. Lexie Kalesaran

HIDUPKATOLIK.com – PUNCAK Indonesian Youth Day (Hari Orang Muda Katolik Indonesia) yang digelar di Keuskupan Manado 1 – 6 Oktober 2016 berakhir ditandai dengan perayaan Ekaristi, seremoni penutupan dan malam kebersamaan.

Perayaan Ekaristi dipersembahkan oleh Ketua Komisi Kepemudaan (Komkep) KWI Mgr Pius Riana Prapdi di dampingi 17 uskup termasuk Ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo dan Uksup Manado Mgr Josef Suwatan MSC serta puluham imam.

Seremoni penutupan diwarnai sambutan Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow dan sambutan singkat Mgr Pius Riana Prapdi dan penyerahan salib IYD dari perwakilan OMK Keuskupan Manado kepada Mgr Riana.

Malam kebersamaan diwarnai dengan atraksi dari peserta yang dibagi berdasarkan wilayah-wilayah gereja (regio) di Indonesia, penyerahan cendreamata dari Ketua Umum Panitia Pelaksana IYD 2016 kepada perwakilan peserta yang diwakili OMK Keuskupan Agung Jakarta serta menyanyi dan menari bersama beberapa lagu termasuk berirama poco-poco dan theme song IYD 2016.

Dalam acara ini, hadir pula ribuan umat ikut bersama dengan sekitar 2.500 peserta 2nd Indonesian Youth Day mengikuti acara demi acara penutupan yang diadakan di Amphyteater “Emannuel” Lotta, Kamis, 6/10, malam. Namun, hanya sebagian umat saja yang bisa masuk karena daya tampung amphyteater hanya berkisar 3.000 – 4.000 orang. Umat yang tidak bisa masuk dapat menyaksikan secara langsung acara ini dari samping kiri dan kanan gedung.

[nextpage title=”IYD Ditutup, Salib Diserahkan ke Komisi Kepemudaan KWI”]

Perayaan ekaristi penutupan IYD 2016.  Dok. Lexie Kalesaran
Perayaan ekaristi penutupan IYD 2016.
Dok. Lexie Kalesaran

Semua peserta serasa tidak beranjak dari tempat acara penutupan. Walau acara penutupan dan malam kebersamaan memakan waktu cukup lama para peserta tidak memedulikannya. Acara penutupan malam kebersamaan pun berakhir dinihari ditandai dengan lagu kemesraan. Peserta, para uskup dan sejumlah undangan saling berpegang tangan serta bernyanyi bersama.

Menurut Sekretaris Umum Panitia Pelaksana Pastor Andreas Rumayar, IYD ini adalah momen berjumpa, berbagi dan saling meneguhkan. Para peserta dari pelbagai keuskupan di Indonesia telah berjumpa dan saling mengenal. Telah saling berbagi saat perjumpaan dan telah saling meneguhkan dalam semangat Injil yang hidup dalam sesi Ngopi, Misa bersama dan aktivtas lain selama puncak acara.

Ketua Komkep Keuskupan Manado ini berharap, apa yang didapat selama Pra IYD dan Puncak IYD bisa diterapkan, bahkan dikembangkan dalam kehidupan konkrit di masing-masing keuskupan dan paroki pasca IYD. “Para OMK ini hendaknya menjadi Injil yang hidup. Berubah dari air menjadi anggur yang menghidupkan. Membawa sukacita Injil di tengah masyarakat yang majemuk,” tegasnya.

Para Pastor dan peserta IYD saat perayaan ekaristi.  Dok. Lexie Kalesaran
Para Pastor dan peserta IYD saat perayaan ekaristi.
Dok. Lexie Kalesaran

Lexie Kalesaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here