IYD Manado 2016 Luar Biasa

156
Uskup Manado Mgr Josef Suwatan MSC dan Ketua Komkep KWI Mgr. Pius Riana Prabdi. (HIDUP/Lexie Kalesaran)

HIDUPKATOLIK.com – KEUSKUPAN Manado telah sukses menggelar 2nd Indonesian Youth Day (Hari Orang Muda Katolik Indonesia) pada 1 – 6 Oktober 2016. Pelbagai komentar atas keberhasilan ini dan sejumlah harapan bagi OMK diungkap pelbagai pihak.

Dua uskup yang memang berkaitan erat dengan acara lima tahun sekali ini yakni Ketua Komisi Kepemudaan (Komkep) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Pius Riana Prabdi dan Uskup Manado Mgr Josef Suwatan MSC ikut berkomentar.

Ditemui HIDUP di Manado, Sabtu, 14/10, Mgr Pius dan Mgr Suwatan secara khusus mengungkapkan rasa gembira mereka karena IYD 2016 telah berjalan dengan baik dan sukses. “Luar biasa !” menjadi kata awal kedua uskup saat diwawancarai tentang pelaksanaan IYD 2016.

Bagi Mgr Suwatan, pelaksanaan IYD 2016 adalah luar biasa dan membuat kagum bukan hanya bagi panitia baik tingkat keuskupan dan paroki – paroki yang menjadi lokasi live in dan yang melaksanakan Prosesi Salib IYD tetapi juga bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten/Kota terutama Kabupaten Minahasa, kedudukan Emmanuel Amphiteater Lotta yang menjadi lokasi puncak IYD 2016 serta banyak pihak yang menyaksikan pelaksanaan kegiatan ini.

Partisipasi dari paroki – paroki itu bahkan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten atau kota serta masyarakat dalam menyukseskan perhelatan ini sungguh besar dan membuatnya kagum. “Umat dan masyarakat yang menjadi lokasi live in sangat antusias dan ramah. Mereka menyambut para tamu dengan sukacita,” ujar Mgr. Suwatan.

Live in, ungkap Mgr. Suwatan, mempunyai dampak dalam bersosialisasi baik bagi OMK maupun masyarakat. Mereka menjadi saling tahu dan mengenal adat – istiadat, budaya dan keberagaman lainnya baik Orang Muda Katolik (OMK) yang datang dari pelbagai penjuru nusantara maupun keluarga angkat dan masyarakat di lokasi live in. Kehidupan mereka lebih diperkaya. Dalam live in, tergambar wujud nyata dari keberagaman dan kebhinekaan
Bagi OMK di Keuskupan Manado, sebut Mgr Suwatan, momen IYD telah memperlihatkan kemampuan mereka dalam mengorganisasi suatu kegiatan besar. Mereka telah menunjukkan kemampuan melaksanakan IYD. Sejalan dengan itu, kegiatan ini juga menjadi sarana belajar bagi OMK Keuskupann Manado.

Mereka belajar berinteraksi dengan banyak orang baik dalam kepanitiaan, paroki, masyarakat dan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota. Tidak saja dengan kalangan Katolik semata tetapi juga dengan kalangan non Katolik.

Lewat kegiatan IYD ini juga, tambah uskup kelahiran Tegal ini, diharapkan berdampak baik dan besar bagi OMK itu sendiri yakni lebih menumbuhkan kesungguhan dan penghayatan iman. Lebih menumbuhkan kehidupan rohani mereka, sebagaimana tergambar dalam sebahagian syair theme song IYD yakni Kristus di dadaku Injil di hidupku.

Mgr Yos mengakui, saat ini, Panitia Pelaksana IYD dan OMK masih dalam euforia kegembiraan. Masih dalam kesukacitaan karena baru saja berhasil menyelenggarakan kegiatan besar yang diikuti banyak OMK dan pendamping dari pelbagai daerah / keuskupan di Indonesia serta kehadiran banyak uskup dan tamu undangan lainnya.

Kiranya setelah euforia itu, Mgr Yos berharap, para OMK semakin memantapkan peran sertanya dalam kehidupan di manapun mereka berada. Mereka lebih mantap dalam menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat yang majemuk. Lebih giat dalam aktivitas kerohanian di paroki masing-masing. Lebih aktif dalam kegiatan kegerejaan dan kemasyarakatan.

Bagi Ketua Komkep KWI Mgr Pius Riana Prabdi, pelaksanaan IYD 2016 adalah mujizat, dalam arti perubahan yang nyata dari adanya keraguan atau kekhawatiran baik tentang tempat pelaksanaan (amphitheater), kerjasama yang mungkin dirasa kurang dan beberapa hal yang dirasa kurang lain. Tapi luar biasa, panitia bisa melewati itu dengan kebehasilan menggelar acara besar ini.

Untuk ke depan, sebut Uskup Ketapang ini, ada tiga kemauan yang harusnya lebih ditingkatkan, yakni kemauan untuk belajar, kemauan untuk bertanya dan kemauan untuk mengembangkan diri.

Khusus untuk OMK, Mgr Pius mengajak untuk maju terus pantang mundur. “Semuanya pasti ada jalan,” tandas uskup yang ikutan live in di tengah umat bersama dengan OMK dan pendamping dari Keuskupan Ketapang di Paroki St Joseph Pelindung Pekerja Manado ini.

Lexie Kalesaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here