Menelusuri Jembatan Peradaban

190
Rate this post

HIDUPKATOLIK.com PASTOR Leo Perik SVD adalah misionaris Serikat Sabda Allah (Societas Verbi Divini/SVD) asal Belanda. Ia mendirikan Seminari Pius XII Kisol (Sanpio), Flores, pada 1955.

Setelah 14 tahun sang imam tutup usia, alumnus Sanpio, Pastor Max Regus menulis biografi mantan gurunya itu. Ia merujuk Pater Leo –panggilannya– sebagai “Jembatan Peradaban”.

Proses penulisan buku berlangsung ketika dirinya berada di Belanda untuk studi doktoral. Pastor Max mengatakan, “jembatan” itu yang dirinya lihat dalam diri Pater Leo selama di Sanpio.

“Menelusuri surat-surat yang dikirim dan diterima Pater Leo, saya melihat betapa besar cintanya kepada seminari (Sanpio) membangun jembatan peradaban,” ungkap Pastor Max saat peluncuran karyanya, di Gedung Van Der Steur Matraman, Jakarta Timur, Minggu, 30/9.

Ia menambahkan, Pater Leo bukan hanya menjadi aktor di balik jembatan peradaban tetapi ia adalah jembatan peradaban itu sendiri. “Setiap alumnus Sanpio mempunyai narasinya masing-masing tentang Pater Leo. Di mata saya, Pater Leo adalah santo dan pencerah,” tambah imam Keuskupan Ruteng itu.

Sementara itu Pastor Sipri Hormat, mewakili Penerbit Obor, mengatakan, buku tersebut tak hanya menembus filosofi dan paradigma pendidikan Leo Perik tetapi juga secara istimewa berkisah tentang alumni yang tersebar di seantero jagad dan inspiratif.

Peluncuran buku dihadiri oleh alumni Sanpio lintas generasi, pihak penerbit, dan perwakilan keluarga Pater Leo yang berdomisili di Indonesia.

 

Hermina Wulohering

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here