Jonatan Christie: Juara Sesaat

291
Jonatan Christie. [Dok.Pribadi]

HIDUPKATOLIK.com MENJADI juara sebenarnya hanya sesaat, saat seseorang berada di podium untuk menerima medali. Setelah turun, ia bukan siapa-siapa lagi. Ia harus bersiap untuk menuju laga berikutnya.

Begitu keyakinan peraih medali emas Asian Games 2018 cabang bulutangkis, Jonatan Christie. Bagi Jonatan, setiap pemain harus terus siap untuk tampil maksimal di setiap pertandingan.

Perjuangan dalam setiap pertandingan memang untuk mencari juara, namun status itu hanya bertahan saat ia berada di atas podium. “Ini sudah berakhir tinggal naik podium, dan turun, saya bukan jadi juara lagi. Kita harus mulai dari awal lagi, saya dan tim tunggal putra harus bersiap untuk pertandingan berikutnya lagi,” kata kelahiran Jakarta, 15 September 1997 ini.

Setelah menjadi juara tunggal putra bulutangkis, Jonatan menyadari, bahwa prestasi ini tak lepas dari berkat Tuhan untuknya. Ia bersyukur dan berterima kasih kepada Yesus Kristus atas pencapaian ini. “Puji Tuhan, terima kasih banyak Tuhan yang Maha Kuasa, Tuhan Yesus Kristus karena Tuhanlah yang membuat saya juara pada hari ini,” ungkap umat Paroki St Antonius Bidaracina, Keuskupan Agung Jakarta.

Euforia kemenangannya, tak menutup mata Jojo, panggilan akrabnya, untuk tetap berbela rasa dengan saudara-saudara korban gempa di Lombok, NTB. Ia merelakan jersey berwarna putih yang dikenakannya saat pertandingan final, untuk dilelang seharga Rp. 400 juta sebagai bentuk bantuan terhadap para korban.

 

Marchella A. Vieba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here