Buka Lokakarya Nasional PMKRI, Uskup Bandung: Jadilah Mahasiswa Katolik Yang Relevan

146
Lokakarya Nasional Transformasi Organisasi PMKRI Sanctus Thomas Aquinas. [dok.pri.]
Buka Lokakarya Nasional PMKRI, Uskup Bandung: Jadilah Mahasiswa Katolik Yang Relevan
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) mengambil sebuah langkah strategis melaksanakan Lokakarya Nasional Transformasi Organisasi yang diselenggarakan di Bandung, Selasa (26/2).

Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut, Uskup Keuskupan Bandung, Mgr. Antonius S. Bunjamin, OSC mengapresiasi langkah PMKRI untuk mengubah wajah perhimpunan melalui transformasi. “Ini langkah bagus bagi PMKRI untuk semakin peka terhadap situasi zaman dan menjawabi apa yang menjadi kebutuhan anggota,” ucapnya.

Menurutnya, transformasi PMKRI harus dimulai dengan sebuah pertobatan agar jernih melihat perubahan yang ada dan tidak tercerabut dari akar tatanan nilai yang terkandung dalam rahim perhimpunan. “Transformasi akan gagal jika tidak didahului oleh metanoia,” tandasnya.

Lebih lanjut, beliau mengharapkan, selain memikirkan apa yang terbaik bagi anggotanya, PMKRI perlu membangun relasi yang baik dengan Gereja dan Negara. “Kritik silakan, tapi yang santun dan tidak menghancurkan. Jadilah organisasi yang relevan dengan zaman, bangun komunikasi dan relasi yang baik dengan Gereja dan pemerintah untuk membangun Indonesia lebih baik lagi,” ujarnya.

Lokakarya Nasional itu dimaksudkan untuk meremajakan pola pembinaan dan perjuangan PMKRI menyongsong perubahan dan kemajuan teknologi yang sangat cepat di era milenial. “Kita ingin PMKRI semakin berkembang di era disrupsi teknologi ini, transformasi adalah suatu keharusan untuk maju, jika tak ingin punah,” tutur Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Juventus Prima Yoris Kago dalam sambutannya.

Menurutnya, PMKRI harus menjadi tetap relevan dengan perubahan zaman. Untuk menjadi relevan PMKRI harus mengubah dirinya sehingga tidak menjadi irelevan dan hilang dalam arus perubahan.

“Metode pembinaan dan perjuangan harus disesuaikan dengan kemajuan teknologi, sebab jika tidak demikian maka kita hanya menjadi sejarah yang suatu saat nanti tak lagi diingat. Oleh karena itu, transformasi adalah sebuah jalan untuk beradaptasi dengan perkembangan yang ada,” tandasnya.

Pembukaan Lokakarya Nasional yang mengangkat tema “Transformasi Organisasi di Era Digital Menuju Habitus Baru PMKRI yang Kontekstual” itu ditandai dengan pemukulan gong oleh Mgr Antonius S. Bunjamin, OSC dan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemenkominfo Dra. Rosita Niken, Ketua Presidium PP PMKRI Juventus Prima Yoris Kago, dan Anggota Penyatu PMKRI Mulyawan Margadana.

 

Mulyawan Margadana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here