St Yosef dalam Tradisi

140
Altar St Yosef.
[americanitalianculturalcenter.com]
St Yosef dalam Tradisi
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Santo yang tak banyak berbicara ini membuktikan, bahwa ia mampu menjaga Gereja universal.

Ada beberapa tempat dan tradisi yang namanya sangat lekat dengan St Yosef, orangtua Yesus Kristus ini. Dari sana, setiap orang dapat menimba kelemah-lembutan pribadinya. Dalam diam dan lembut, ia menjadi bagian dalam sebagian kehidupan Yesus di dunia.

Tangga St Yosef
Tahun 1852, Uskup Santa Fe, New Mexico, Amerika Serikat, Mgr Jean Baptiste Lamy, meminta para Suster Loretto untuk mengawasi pembangunan Kapel Our Lady of Light. Kapel hampir saja selesai, ketika disadari bahwa masih ada satu masalah yang harus dipecahkan.

Konstruksi bangunan itu tidak memungkinkan bagi siapapun untuk naik ke lantai dua di atas tempat kor. Para suster bersikeras meminta untuk dibangun sebuah tangga, namun para tukang mengatakan bahwa itu tidak mungkin.

Ketika para tukang sudah menyerah, para suster mulai berdoa novena kepada St Yosef. Setelah menyelesaikan novena, seorang pria muncul di pintu kapel. Ia bersedia membangun tangga, dengan satu syarat, ia diberikan privasi total.

Orang asing itu pun mengunci diri di kapel selama tiga bulan. Selama itu, ia membawa gergaji, kotak, dan beberapa alat sederhana lainnya. Pada suatu hari, tangga itu selesai. Selesainya tangga itu dibarengi dengan menghilangnya orang misterius itu.

Setelah kejadian itu, tidak ada yang mampu mengungkap siapa sebenarnya tukang kayu misterius itu. Dari mana ia berasal pun tidak ada yang tahu. Tukang itu pergi bahkan sebelum menerima bayaran atas jerih lelahnya.

Suster kepala bahkan menawarkan hadiah, kepada siapa saja yang dapat memberitahu identitas tukang itu.

Altar St Yosef
Konon pernah terjadi kelaparan di Sisilia, Italia berabad-abad yang lalu. Berhadapan dengan bencana itu, para penduduk desa meminta pertolongan kepada St Yosef. Berkat kesungguhan hati mereka, doa yang bersama dipanjatkan itu pun terkabul.

Sebagai bentuk rasa syukur telah bebas dari bencana kelaparan yang mengerikan itu, penduduk di Sisilia mengadakan sebuah pesta mengenang St Yosef. Pada tanggal 19 Maret, ketika Gereja merayakan Pesta St Yosef, mereka mengadakan sebuah pesta. Umat memasak aneka makanan dan meletakannya pada sebuah meja. Di atas meja itu, diletakkan sebuah patung St Yosef.

Tradisi ini tidak hanya berkembang di Sisilia. Beberapa daerah lain di Italia juga membuat pesta yang sama. Umumnya makanan khas yang mereka masak saat pesta ini adalah roti panggang berbentuk tongkat, alat tukang kayu, tangan, salib, dan binatang di kandang Betlehem. Bentuk ini mewakili kehidupan St Yosef dan Kristus.

Penguburan Patung Yosef
St Teresa dari Avila menjadi salah satu yang mempopulerkan penguburan patung St Yosef. Ketika itu, St Teresia kesulitan menemukan sebidang tanah untuk membangun sebuah biara bagi tarekatnya. Untuk itu, ia meminta para biarawati untuk berdoa kepada St Yosef, sambil mengubur medali yang telah diberkati.

Para biarawati lalu melakukan apa yang diminta St Teresa. Dalam waktu singkat, mereka menemukan tanah baru untuk biara. Cerita tentang keajaiban itu pun menyebar. Banyak orang lalu meniru cara itu ketika ingin membangun rumah.

Seiring waktu, tradisi ini terus berkembang. Orang mulai mengubur patung St Yosef saat mereka ingin menjual rumah atau properti mereka. Patung itu dikubur menghadap rumah yang akan dijual, mereka berdoa agar rumah mereka cepat dapat terjual.

Katedral St Yosef
Beberapa Katedral di Indonesia menggunakan nama St Yusef sebagai pelindung. Dengan nama itu, umat dapat menimba kelembutan dari santo pendiam ini. St Yosef adalah penjaga Gereja yang sejati.

Felicia Permata Hanggu/Antonius E. Sugiyanto

HIDUP NO.09 2019, 3 Maret 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here