Lansia Bukan Sekadar Penjaga Cucu

134
Pastor Florentinus Subroto Widjojo SJ (tengah) sedang memaparkan materi talkshow di hadapan para lansia.
[HIDUP/Willy Matrona]

HIDUPKATOLIK.com – Seorang umat lanjut usia (lansia) merupakan pribadi yang memiliki tubuh, jiwa, dan roh. Sebagai orang beriman, lansia juga harus mampu mempersiapkan rohnya kepada Allah. Karena itu, kehadiran komunitas lansia diharapkan mampu menjadi sarana untuk mempersiapkan para anggotanya memiliki relasi yang intim kepada Tuhan. Demikian pendapat Pastor Florentinus Subroto Widjojo SJ, di hadapan ratusan lansia Dekanat Selatan, di aula Gereja St Perawan Maria Ratu Blok Q, Jakarta Selatan, Rabu 1/5.

Dalam talkshow yang diadakan oleh Komunitas We Care the Elderly dan Komunitas Lansia Leo Dehon, Pastor Broto, sapaannya, mendorong agar lansia rutin berkumpul dan menggelar kegiatan bersama. “Kegiatan semacam ini menyadarkan mereka bahwa mereka tidak sendirian. Untuk itu perlu sering bertemu sehingga saling dikukuhkan dan ditumbuhkan harapan mereka,” katanya.

Ketua Panitia, Imelda Jodi, mengungkapkan, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberi harapan dan semangat kepada para lansia sekaligus menambah wawasan bagi mereka. Menjadi lansia tak berarti berhenti mempelajari hidup. Ada banyak hal yang perlu digali pada masa senja sehingga rasa syukur terhadap Pemberi Kehidupan bertumbuh.

Menurut Imelda, tak sedikit lansia merasa sendiri, tak berguna, dan terpinggirkan. “Saya berharap, para lansia harus aktif di dalam komunitas sehingga bisa menimba persaudaraan dan berbagai kegiatan yang berguna. Lansia bukan saja penjaga cucu tapi citra Allah yang pantas dihargai,” tegasnya.

Willy Matrona

HIDUP NO.20 2019, 19 Mei 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here