Berlomba Menghias Altar di Paroki Cikarang

445
Peserta lomba dari sektor Lippo Cikarang bergotong royong menghias altar dalam rangka Pesta Nama Pelindung Paroki (PNPP) 2019 di Gereja Ibu Teresa.
2.5/5 - (6 votes)

HIDUPKATOLIK.com
Allah yang disembah oleh umat Katolik adalah Allah yang hidup, oleh karenanya menghadirkan tanaman hidup di seputar altar berarti menghadirkan mahkluk ciptaan Tuhan untuk turut memuji Allah.

Dalam rangka Pesta Nama Pelindung Paroki (PNPP) 2019 di Cikarang Gereja Ibu Teresa, diadakan lomba hias altar, yang berlangsung dari 29 Juni hingga 25 Agustus 2019, setiap Sabtu-Minggu. Lomba diikuti oleh 9 sektor mencakup 55 lingkungan yang berada di Paroki Cikarang, yaitu sektor Cibarusah, Lippo Cikarang, Cibarusah 2, Taman Sentosa, Cikarang Baru, Cibitung, Cikarang Kota 1, Cikarang Kota 2 dan Lembah Hijau – Deltamas. Pemenang akan mendapatkan tropi dan pembinaan.

Peserta lomba sibuk menghias altar di Gereja Ibu Teresa.

Tujuan dari lomba hias altar sendiri adalah, membantu umat merasakan kehadiran Tuhan dengan menumbuh kembangkan kesadaran umat untuk pentingnya penghormatan terhadap lingkungan alam sebagai ciptaan Allah. Juga menggugah hati  untuk terlibat, berkomitmen dalam gerakan ekologi, juga sebagai jawaban atas tantangan planet kita dimasa depan dan aksi nyata  menjaga berkurangnya atau hilangnya keanekaragaman hayati, sehingga tercipta keseimbangan ekosistem lingkungan.

Hiasan altar tidak hanya melambangkan keindahan, tetapi juga mengandung makna rohani yang lebih dalam. Oleh karena itu dalam merangkai bunga perlu memperhatikan aspek liturgi. Seperti membaca dan memahami bacaan Injil harian, memperhatikan tema warna liturgi.

Peserta lomba bergotong royong menghias altar di Gereja Ibu Teresa.

Bertemakan “Kesederhanan yang anggun”. Menghias altar, dengan menggunakan tanaman hidup yang terawat, tidak berbau dan tidak berduri serta tempat bunga harus bersih, serta keserasian warna antar tanaman dan nilai keindahan yang luhur dengan berpegang pada tema lomba. “Menemukan peserta yang liturgis dengan ide-ide kreatifitas baru, unik, tim yang solid sehingga nantinya dapat memperkuat paguyuban tata hias altar yang sudah ada,” kata Erma, salah satu dari panitia lomba hias altar.

Menyadari ketidak mudahan menilai keserasian dan keharmonisan tata hias altar terhadap warna dan masa liturgi, panitia lomba mengundang Romo Sridanto Aribowo, sebagai salah satu juri, mengingat Romo Danto pernah memberikan seminar tatacara hias altar beberapa bulan sebelumnya.

Peserta lomba dari sektor Lippo, Ade Novi mengatakan, menggunakan dua gentong, beberapa bambu serta tanaman padi yang sudah menguning. “Kami menggunakan tanaman dan bahan-bahan serta warna berdasarkan dengan bacaan Injil pada minggu tersebut,” katanya menambahkan.

Hingga saat ini, peserta lomba hias altar, masih berlomba-lomba untuk mencari ide baru dan menuangkannya sekreatif mungkin.

(Lourentius EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here