Melawan Perdagangan Manusia

23
Pastor Ismantono SJ (kanan) memberikan sertifikat kepada Pastor Suyadi.
[HIDUP/Karina Chrisyantia]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Perdagangan manusia, termasuk perdagangan organ manusia dan masalah eksploitasi seksual sampai pelacuran bukan persoalan yang bisa diselesaikan dengan keprihatinan. Pemikiran seperti itulah yang dilontarakan oleh Paus Fransiskus saat sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), September 2015 silam. Maka terbitlah sebuah buku Pastoral Orientations on Human Trafficking yang diterbitkan oleh Komisi Migran dan Pengungsi, Departemen Promosi Pembangunan Intergral Manusia.

Buku tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yakni Arah Pastoral Mengenai Perdagangan Manusia. Buku ini diterbitkan oleh Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran – Perantau Konferensi Waligereja Indonesia. Direktur Sahabat Insan Pastor Ismartono SJ sebagai ahli bahasa dan Sekretaris Pelayanan Sosial Konferensi Yesuit Asia Pasifik Pastor Adrianus Suyadi SJ sebagai editor.

Dalam seminar yang diadakan Sahabat Insan di Sanggar Prathivi, Pasar Baru (18/6), Pastor Suyadi menjelaskan esensi buku. Pada penghujung acara, Pastor Ismantono menyimpulkan, tanggapan kita sebagai umat, dibagi dalam empat hal. Pertama, pendampingan langsung. “Kita harus seperti orang Samaria, ketika ada yang terkapar ditolong, disiksa kita tolong, berbelas kasih,” ujarnya.

Kedua, advokasi. Dari kata vox – bahasa latin- artinya memberi suara dengan mengumpulkan data, jadi orang tahu di luar sana masih ada korban. Ketiga adalah ligislasi, bagaimana membawa secara hukum. Terakhir perumusan undang-undang dan peratuan. “Di negeri luar sana, kejahatan ditentang, tapi di sini, kejahatan jadi kerangka pekerjaan,” ujarnya.

Pastor Ismantono berharap dengan mencetak arah pastoral dalam bahasa Indonesia, selain menjadi paham, umat bisa mendapatkan inpirasi yang kemudian akan diaplikasikan di paroki atau lingkungan masing-masing.

Karina Chrisyantia

HIDUP NO.26 2019, 30 Juni 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here