Seruan WKRI atas Tragedi Kemanusiaan di Sigi

68
Presiden Joko Widodo membuka Kongres XX Wanita Katolik RI, di Jakarta tahun 2018 (Dok. WKRI)
Rate this post

HIDUPKATOLIK.com – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) mengeluarkan pernyataan terbuka dalam rangka Kampanye 16 HAKTP (Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan) dan Keprihatinan atas Insiden Kekerasan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Presidium Dewan Pengurus Pusat Justina Rostiawati pada tanggal 30 November 2020, seluruh jajaran kepengurusan menegaskan bahwa:

  • Wanita Katolik Republik Indonesia tidak menoleransi kekerasan dalam bentuk apa pun dan dimana pun, apalagi kekerasan (berdampak) terhadap perempuan dan anak
  • Wanita Katolik Republik Indonesia mengajak seluruh komponen bangsa untuk merawat Negara Kesatuan
  • Republik Indonesia (NKRI) dan menjamin keberagaman yang merupakan modalitas dan kekayaan besar NKRI
  • Wanita Katolik Republik Indonesia mengingatkan kepada seluruh komponen bangsa agar menjamin teguhnya Pancasila sebagai dasar NKRI untuk mengedepankan musyawarah demi mencapai cita-cita bersama yaitu:kesejahteraan dan keadilan bagi semua
  • Wanita Katolik Republik Indonesia mengajak seluruh komponen bangsa untuk memfokuskan seluruh daya dan upaya membantu pemerintah dalam rangka mencegah dan menanggulangi Pandemik Virus Korona yang telah menjadi keprihatinan seluruh dunia

“Pada kesempatan ini, seluruh jajaran kepengurusan Wanita Katolik RI menyatakan keprihatinan dan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat korban insiden di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.  Kami percaya TNI dan POLRI, serta aparat hukum dapat mengatasi permasalahan akibat insiden ini. Sebagai warga negara yang siap menjaga NKRI. Mari kita bersama menjaga kedamaian dan keutuhan NKRI, rumah kita bersama,” tutupnya.

Seperti yang diberitakan oleh beberapa media, Jumat, 29 November 2020, satu keluarga di Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah tewas dibunuh. Pelaku diduga dari kelompok teroris. Selain ittu, enam rumah warga dan satu rumah tempat pelayanan umat dibakar.

Sumber: Press Realese WKRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here