PANGGIL AKU “AKIAU”, KATA MERSELINA OKTAVIANTI

160
Akiau dalam satu momen bersama Uskup Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi

HIDUPKATOLIK.COM – MENYAMBUT Tahun Baru Imlek 2572 lalu, viral sebuah video dari Humas Polres Ketapang, Kalimantan Barat, mengucapkan selamat bagi masyarakat Tionghoa Indonesia yang merayakan. “Saya Liang Yi Jiao mengucapkan selamat tahun baru, semoga tambah rezeki, semua yang terbaik, aman, sehat, dan tambah maju,” ucap Brigadir Polisi Satu, Marselina Oktavianti dalam bahasa Mandarin dengan fasih.

Polisi Wanita (Polwan) kelahiran Botong, Ketapang, 3 Oktober 1996 ini merupakan  sulung dari tiga bersaudara, papa Tionghoa (etnik Khek) Mulyadi dan mama Ilmina Icin (Dayak). Di rumah, mereka menggunakan bahasa etnik Khek dan Tiociu, sama baiknya dengan bahasa Indonesia dan bahasa suku Dayak. Marselina juga memiliki nama dalam aksara China, Liáng Yì Jiāo yang dalam logat Khek dibaca Liong Jie Kiau. Karena itu Marselina juga akrab dipanggil Akiau.

Menjadi anggota Polri adalah cita-cita Akiau sejak kecil. “Saya ingin bisa melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Tentunya sesuai ajaran agama Katolik yaitu melayani dengan kasih,” katanya. Saat tes masuk Polri, ia berdoa Novena Hati Kudus Yesus dan menyerahkan semua itu pada penyelenggaraan Ilahi.

Setelah lulus tes, Akiau mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Tugas Umum di Sekolah Polisi Wanita Jakarta selama 7 bulan (2014). Kemudian Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) Bahasa Mandarin Dasar di Sekolah Bahasa Polri, Jakarta, selama 3 bulan (2020). “Polri tidak membeda-bedakan atau memprioritaskan anggota atas dasar suku atau agama apapun untuk belajar,” kata Akiau yang lulus tes saringan mengikuti Dikbangspes.

Akiau menguasai pencak silat, lempar lembing, lempar cakram, tolak peluru, badminton, dan voli. Prestasi olahraganya di tingkat nasional membanggakan keluarga besar Polri. Ia pun mendapat hadiah tertinggi Pin Emas dari Kapolri tahun 2019. “Tuhan selalu memberikan kejutan dalam hidup saya, memberikan yang saya butuhkan bukan yang saya inginkan,” ujarnya.

Lajang yang senang belajar ini, sekarang sedang studi S1 Ilmu Hukum di Universitas Terbuka. Kelak ia ingin mendapatkan beasiswa S2 ke luar negeri, seperti para senior yang dijumpainya saat mengikuti Dikbangspes.

Akiau adalah pribadi yang rendah hati, senang membantu, dan humoris. Saat mengawal logistik Pemilu 2019, ia dan kawan-kawan harus menempuh jalan rusak dan berlumpur dari pedalaman. “Yang penting surat suaranya aman, tidak rusak, dan sampai ke tempat tujuan dengan selamat, serta situasi kondusif,” katanya senang. “Walaupun Tri Hari Suci menyambut Paskah tahun ini di jalan dan dinas, tapi Tuhan pasti tahu,” tulisnya di IG-nya. Ia memiliki 90 ribu lebih follower, tetapi tidak mau menerima endorsement (promosi barang dagangan). “Ingin dikenal masyarakat dan dunia karena prestasi bukan sensasi,” demikian tegasnya.

Cosmas Christanmas, Kontributor

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here