Panglima TNI dan Kapolri Kunjungi Katedral Makassar

421
Panglima TNI Hadi Tjahjanto (kedua dari kanan), Kapolri Listyo Sigit (Kedua dari kiri), dan Uskup Agung Makassar, Mgr. John Liku Ada (tengah) berfoto bersama di dalam Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu malam, 28/3/2021.

HIDUPKATOLIK.COM – PANGLIMA TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Listyo Sigit, Plt. Gubernur Sulawesi Selatan A. Sudirman Sulaiman mengunjungi Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu malam, 28/3/2021.

Turut hadir kunjungan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Ina Kartika Sari,  Wali Kota Makassar, Kapolda Makassar Irjen Pol Merdisyam, dan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjend Andi Sumngerukka.

Pejabat tinggi militer dan kepolisian ini datang meninjau lokasi kejadian bom bunuh diri yang terjadi pagi hari ini di depan Gereja Katedral Makassar, pukul 10.26 Wita. Mereka juga bertatap muka langsung dengan Uskup Agung Makassar, Mgr. John Liku Ada’.

CMVE Menyatakan Kerprihatinan Mendalam

Menyikapi persitiwa yang sama, Corona Mea Vos Estis (CMVE), perkumpulan mantan seminaris Pematangsiantar, menyampaikan keprihatinan dan duka cita yang mendalam atas ledakan bom terutama dengan adanya puluhan korban luka.

Freddy R. Saragih

Ketua Presidium CMVE, Freddy R. Saragih, menyatakan bahwa momentum yang mestinya jadi waktu kontemplasi untuk merenungkan kisah sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus, rangkaian peristiwa iman bagi umat kristiani, harus ternoda karena peristiwa kelabu dan memilukan ini.

“Tindakan itu telah mengoyak persaudaraan kemanusiaan bangsa,” kata Freddy, di Jakarta.

Menurut Freddy, peristiwa naas ini menambah daftar panjang aksi kekerasan dan teror yang terjadi di nusantara. Sungguh mengenaskan, ledakan terjadi saat umat merayakan Minggu Palma.

Menyadari situasi ini, CMVE menyerukan agar umat Katolik seluruh Indonesia dan seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak terbawa kecemasan, serta tidak larut dalam rasa takut.

“Mari kita bawa segenap peristiwa dan kekecewaan ini dalam doa bersama, khususnya mendoakan para korban luka dapat segera diberikan kesembuhan,” imbuhnya.

Freddy juga mengimbau agar tidak perlu mengirimkan atau menyebarluaskan gambar dan video tentang peristiwa ini yang justru dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

Kini menjadi tugas aparat untuk mengungkap tuntas aktor-aktor yang terlibat dalam aksi keji ini. Kepolisian juga perlu meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah sehingga masyarakat bisa semakin tenang dan khusyuk dalam beribadah.

“Kami percaya penuh pada aparat keamanan yang mampu mengusut tuntas kasus ini dan dapat menciptakan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Makassar,” ujar Freddy.

Laporan Viani (Makassar)/FHS

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here