SI ANJING HAPPY YANG KEHILANGAN TUANNYA

1537
Alm. Romo F.X. Suherman (Foto: Ist.)

HIDUPKATOLIK.COM – ROMO Fransiskus Xaverius Suherman, Kepala Paroki Bojong, Keuskupan Agung Jakarta, meninggal dunia di Jakarta, 11 Juli 2021 dalam usia 52 tahun. Kepergiannya karena sakit meninggalkan duka mendalam bagi umat paroki setempat dan beberapa paroki lain yang pernah dilayaninya sejak tahbisan Imamat 16 Agustus 1999. Sebut saja Paroki Kelapa Gading, Paroki Cikarang, Paroki Kosambi, dan Paroki Katedral.

Namun di media sosial, viral beredar kabar tentang anjing kesayangan Romo Suherman bernama Happy. Narasinya adalah Happy tetap setia menunggu kepulangan Romo Suherman ke Pastoran Gereja Santo Thomas Rasul, Paroki Bojong. Saat dimintai keterangan per telepon, koster setempat bernama Laurentius Suhirman Salim atau dipanggil Pak Laurent, tidak sependapat dengan narasi tersebut.

Seingat Laurent, Romo Suherman membawa pulang anjing kampung itu dari kunjungan ke seorang umat sekitar tahun 2015. Waktu itu anjing masih berusia muda sekali, badannya kecil, dan kutuan. Romo Suherman sendiri sangat telaten merawat Happy dengan bedak anjing dan memandikannya. Sejak itu Happy sangat dekat dengan tuannya, dan menjadi anjing satu-satunya di pastoran.

Happy di halaman Pastoran Bojong, Selasa, 13/7/2021 (Foto: Laurentius Suhirman Salim)

Saking dekatnya, Happy sangat peka mendengar langkah senyap Romo Suherman, sesuatu yang masih sayup-sayup terdengar bagi orang lain. Happy seakan tahu kapan Romo Suherman akan bertugas memimpin Misa, dan duduk menunggu tuannya di pintu Gereja. Saat lonceng gereja berdentang, Happy pun sigap menirukan bunyinya. Kedengarannya lucu dan menarik perhatian sebagian umat.

Semakin bertumbuh, Happy sangat suka makan gorengan seperti tahu, tempe, bakwan, hingga pisang goreng. Umat yang datang ke Gereja Santo Thomas Rasul pun tak jarang memberi Happy aneka jenis makanan, dan ia hepi-hepi saja dengan semua suguhan itu. Namun makanan Happy selalu rutin tercukupi karena kebaikan Ibu Yenni yang bertugas sehari-hari di dapur pastoran.

Happy juga sesekali bermain ke luar kompleks gereja, mengikuti umat yang berjalan pulang ke rumah. Bagaimana kalau Happy sampai masuk karung orang yang suka memburu anjing? “Kalau itu yang terjadi, terjadilah. Itu sudah nasibnya si Happy,” kata Romo Suherman seperti diceritakan Laurent.

Happy memang suka menunggu pulang Romo Suherman setiap kali tuannya pergi bertugas di luar Pastoran. Happy tidak segan-segan meloncat menghampiri Romo Suherman hingga membuat pakaian tuannya kotor belepotan. Romo Suherman tidak pernah marah, malah sangat sayang dengan si Happy.

Sudah sering Romo Suherman meninggalkan Happy sampai beberapa hari. Misalnya kalau mengikuti retret dan atau perjalanan ke luar kota. “Jadi tidak benar kalau si Happy sampai menunggu almarhum pulang di depan gereja seperti narasi yang sedang viral di media sosial itu,” kata Laurent meyakinkan.

Kisah anjing yang amat setia pada tuannya sebetulnya bukan cerita baru. Banyak kisah yang melegenda. Kisah Hachiko, anjing legendaris di Jepang, adalah salah satu yang tersohor sampai penjuru dunia sampai diangkat ke layar lebar. Kesetiaannya seolah tak terbantahkan!

Cosmas Christantamas, Kontributor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here