Harapan Gereja Kepada Para Penyuluh Agama Katolik: Menjadi Duta Covid-19 yang Kreatif dan Inovatif

106
Para peserta Webinar Penyuluh Agama Katolik se Jawa-Bali/tangkapan layar pribadi

HIDUPKATOLIK.COM – DIREKTUR Urusan Agama Katolik Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Albertus Triyatmojo mengajak seluruh Penyuluh Agama Katolik se Jawa-Bali mengikuti Webinar secara Daring lewat Zoom Meeting pada Jumat, 30/8/2021.

Webinar yang mengambil tema: “Sosialisasi Prokes 5 M dan Vaksinasi Covid-19 bagi Penyuluh Agama Katolik” dibuka secara resmi oleh Dirjen Bimas Katolik Yohanes Bayu Samudro.

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Katolik mengingatkan akan tanggung jawab para Penyuluh Agama Katolik untuk berpartisipasi aktif mensosialisasikan taat prokes dan vaksin tidak hanya kepada kelompok binaannya tetapi juga bagi masyarakat luas.

“Saya berharap para Penyuluh Agama Katolik dapat mengambil tanggung jawab serta ikut berpartisipasi aktif mensosialisasikan dan menjalankan prokes dan vaksin tidak saja kepada kelompok binaan tetapi kepada masyarakat luas,” ujar Bayu Samudro.

Para peserta Webinar Penyuluh Agama Katolik se Jawa-Bali/tangkapan layar pribadi

Senada dengan Dirjen Bimas, Albertus Triyatmojo menyampaikan rasa bangganya pada Penyuluh Agama Katolik yang senantiasa berupaya untuk taat prokes 5 M dan terus berkampanye serta menjadi teladan bagi masyarakat luas. “Edukasi pada masyarakat terus diupayakan melalui medsos dan kelompok-kelompok binaan agar memutuskan penyebaran Covid-19,” harapnya.

Gereja: Rumah Sakit Lapangan

Dalam Webinar itu juga hadir Fr. Albertus Adi Wenanto Widyasworo yang memberikan edukasi kesehatan dan harapannya kepada para penyuluh. Dalam pemaparannya, Fr. Wenan menjelaskan secara detail dan mudah dipahami bagaimana Covid 19 ini masuk ke dalam tubuh kita. Dengan gayanya yang santai, Fr. Wenan menjelaskan juga tempat favorit virus ini diantaranya pernafasan dan pencernaan.

“Maka itu kita tidak boleh egois pada situasi yang sungguh memprihatinkan ini. Pemakaian masker dengan baik dan benar harus sungguh dilakukan. Kita mungkin kuat, tapi orang lain belum tentu kuat akan serangan virus ini. Di sinilah peran penyuluh sungguh ditantang untuk berani menjadi duta prokes,” ujarnya.

Para peserta Webinar Penyuluh Agama Katolik se Jawa-Bali/tangkapan layar pribadi

Hadir juga dalam Webinar ini Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligeraja Indonesia Romo Paulus Christian Siswantoko juga menyampaikan bagaimana Gereja tetap memberi semangat dan ambil bagian dalam situasi yang sungguh tidak mudah bagi siapapun.

Romo Koko sapaannya, berbicara tema: ”Layanan Gereja Katolik di Tengah Pandemi Covid 19”. Menurutnya, di tengah pandemi ini, iman Katolik dan nilai-nilai kristiani harus dihidupkan dalam keseharian. Kontribusi umat Katolik makin signifikan dalam mewujudkan kesejahteraan bersama (Bonum Commune).

Dalam situasi pandemi ini, mengutip ajakan Bapa Suci, Romo Koko mengingatkan bahwa Gereja harus menjadi rumah sakit lapangan. Dan kita semua utamanya para penyuluh harus menjadi penyuluh yang “plus” dengan melakukan aksi-aksi kreatif, inovatif melalui berbagai media sosial yang ada.

“Seorang penyuluh mempunyai tugas bukan saja 5 M tetapi juga mempunyai tugas menguatkan iman umat ditengah kehidupannya yang berat dan penuh kekhawatiran, agar umat selalu berusaha dan bersandar pada Allah.”

Selanjutnya, Romo Koko menyadarkan bahwa umat yang taat PPKM berarti mentaati pemerintah dan menjalankan perintah Tuhan (mengasihi Allah dan sesama).

Caroline Idham (Penyuluh Agama Katolik Provinsi Banten)

 

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here