Rayakan Misa Stasional di Dekanat Nias, Uskup Fransiskus Ajak Umat Berdoa untuk Afganistan

165
Uskup Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – AJAKAN itu disampaikan oleh Uskup Sibolga yang baru, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga dalam khotbahnya pada Misa Stasional di Gereja Maria Bunda Para Bangsa Ko-Katedral Bunda Para Bangsa, Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara, Minggu, 22/8/2021. Misa dimulai pada pukul 09.00 WIB. Misa ini disiarkan secara daring oleh Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Sibolga.

Mgr. Fransiskus berharap bahwa kedamaian tercipta di Afganistan yang kini sedang mengalami pergolakan politik. Menurut Uskup Fransiskus, penghargaan terhadap kehidupan harus dijunjung tinggi.

Dalam Doa Umat, Uskup Fransiskus menyampaikan wujud khusus agar Allah menyertai rakyat dan negara Afganistan, dan semoga segera tercipta kedamaian di negara tersebut.

Saat perarakan pesembahan pada Misa Stasional.

Misa Stasional ini merupakan Misa Stasional kedua setelah Misa Stasional pertama dirayakan di Gereja Santa Theresia Lisieux Katedral Sibolga, Minggu, 1/8/2021,  beberapa hari setelah Mgr. Fransiskus menerima Tahbisan Episkopal dari Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Agung Jakarta/Ketua Konferensi Waligereja Indonsia (KWI), Kamis, 29/7/2021. Tahbisan ini juga dihadiri Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OMFCap; Uskup Agung Palembang/Administrator Apostolik Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono; dan Uskup Bandung/Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC.

Misa Stasional di Nias ini dihadiri oleh sejumlah kepala daerah kabupaten/kota dan anggota DPRD yang ada di Wilayah Nias. Dibalut dalam nuansa adat Nias dan etnis-etnis lain yang ada di Nias, Misa berlangsung dengan hikmat dengan mengikuti protokol kesehatan.

Di akhir Misa, Mgr. Fransiskus mengumumkan dan memperkenalkan kembali susunan personalia Kuria Keuskupan Sibolga yang baru, dan pengurus Dekanat Nias.

Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga (jubah putih) berfoto bersama para kepala daerah dan anggota DPRD setempat. Hadir, Bupati Nias, Bupati’/Wakil Bupati Nias Utara, Bupati/Wakil Bupati Nias Selatan, Wakil Bupati Nias Barat, Wakil Wali Kota Gunungsitoli.

Setelah Misa, digelar ramah tamah yang juga dihadiri kepala daerah kabupaten dan kota di wilayah Nias.

Ketua Panitia Misa Stasional di Dekanat Nias ini, Samson Zai menyampaikan bahwa perayaan hari ini bukan hanya untuk umat Katolik tetapi untuk masyarakat se-Kepulauan Nias. “Gereja hadir untuk memberi dukungan dan spiritual, para kepala daerah menerjemahkannya dalam kebijakan yang mensejahterakan masyarakat yg mereka layani,” ujarnya.

Samson Zai mengatakan, Gereja Katolik di Dekanat Nias dan pemerintah setempat mempunyai tujuan yg sama dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. “Gereja Katolik perlu berkolaborasi dengan seluruh komponen setiap Pemerintah Daerah di Kepulauan Nias, yaitu 4 kabupaten dan 1 kota: Kab. Nias, Kab Nias Selatan, Kab. Nias Barat, Kab. Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli,” tuturnya.

Saling Mendukung demi Nias yang Sejatera

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli menyampaikan ucapan selamat datang di Kota Gunungsitoli kepada Mgr. Fransiskus. Semoga kehadiran Uskup membawa sukacita bagi seluruh umat Katolik dan menjadi semangat baru bagi para imam, biarawan-biarawati dan seluruh petugas pastoral dalam melaksanakan tugas pelayanan.

“Disamping karena ada kerinduan untuk bertemu dengam Bapak Uskup, kehadiran kami juga menunjukkan bahwa hubungan atau relasi yang terjalin antara pemerintah daerah dengan Gereja Katolik adalah hubungan timbal balik, hubungan yang bersifat simbiosis-mutualistis, di mana yang satu dan yang lain saling memberi dan saling membutuhkan. Dalam konteks ini, agama memberikan kerohanian yang dalam, sedangkan pemerintah menjamin kehidupan keagamaan,”jelas Samson Zai.

Samson Zai juga menyampaikan harapan kepada Gereja Katolik di Dekanat Nias untuk memberikan kontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan sesuai dengan hakikat otonomi daerah melalui peran serta dan keterlibatan dalam pembangunan daerah. “Gereja Katolik di Dekanat Nias berkewajiban memberikan kontribusi dalam rangka tanggung jawab bersama untuk meletakkan landasan moral, etik dan spritual, serta tetap memperhatikan dan menghormati nilai-nilai tradisional maupun nilai-nilai religius yang menjadi penghayatan bersama dalam memperkokoh pembangunan masyarakat,” harapnya lebih jauh.

Menyikapi harapan masyarakat dan pemerintah setempat, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga dalam kata pengembalaannya menyampaikan bahwa di Dekanat Nias harus dilakukan segala yang baik untuk menjadi kemuliaan nama Tuhan.

Ia menyampaikan akan mendukung kepala-kepala daerah untuk membawa Kepulauan Nias menjadi handal dan indah. “Pelayanan para kepala daerah hendaknya sampai penghayatan untuk kemuliaan Tuhan,” ujarnya seiring dengan moto penggembalaannya sebagai Uskup Sibolga.

Mgr. Fransiskus (mengenakan pakaian adat Nias) bersama para kepala daerah/anggota DPRD saat ramah tamah.

Keuskupan Sibolga terdiri dari dua dekanat, Dekanat Tapanuli dan Dekanat Nias. Di Nias, tepatnya Gunungsitoli, didirikan Ko-Katedral sejak Keuskupan ini digembalakan oleh Uskup pertama Sibolga, Mgr. Anicetus Bongsu Sinaga, OFMCap. Uskup kedua adalah Mgr. Ludovicus Simanullang, OFMCap, dan ketiga, Mgr. Fransisksus Tuaman Sasfo Sinaga.

Laporan Hadamean Tumanggor (Sibolga)/fhs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here