web page hit counter
Rabu, 4 Februari 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

“KWI” Filipina Mendesak Tindakan Keuskupan yang Lebih Kuat untuk Melawan Perdagangan Manusia

4/5 - (1 vote)

HIDUPKATOLIK.COM – Konferensi Waligereja Filipina (CBCP) memperbarui seruannya untuk memperkuat struktur Gereja dalam menangani perdagangan manusia, bertepatan dengan peringatan Hari Doa dan Kesadaran Nasional Melawan Perdagangan Manusia pada 1 Februari 2026 lalu.

Para Uskup menggambarkan perdagangan manusia sebagai “masalah serius dan terus-menerus” yang memengaruhi banyak warga Filipina, terutama di daerah perkotaan, dan mendesak kerja sama yang lebih erat antara Gereja dan pemerintah.

Mengutip data dari Program Global Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Melawan Perdagangan Manusia, survei tersebut mencatat bahwa mayoritas korban perdagangan manusia di Filipina adalah perempuan dewasa, diikuti oleh perempuan di bawah umur. Sebagian besar kasus berasal dari Metro Manila dan pusat-pusat kota lainnya.

Baca Juga:  Pesan Uskup Agung Merauke, Mgr. P.C. Mandagi, MSC pada Tahbiskan Tiga Imam di Merauke: Agar Para Imam Tidak Bersikap "Kepala Batu"

Bahaya Digital

Situasi semakin memburuk dengan meluasnya platform digital, di mana para pelaku perdagangan manusia menggunakan skema perekrutan daring yang menipu, menawarkan janji palsu tentang pekerjaan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Para uskup menunjuk pada kemiskinan, kurangnya pendidikan, konflik bersenjata, dan bencana alam yang berulang sebagai faktor kunci yang meningkatkan kerentanan terhadap perdagangan manusia. Kondisi-kondisi ini, kata Para Uskup, sering dieksploitasi melalui saluran daring yang memangsa orang-orang yang mencari stabilitas ekonomi.

“Perdagangan manusia bukan hanya masalah sosial; ini adalah keprihatinan moral yang mendalam yang membutuhkan pertobatan hati dan transformasi sistem,” kata Para Uskup, menekankan tanggung jawab Gereja untuk melindungi yang rentan dan menantang struktur yang memungkinkan eksploitasi terus berlanjut. Mereka menyatakan niat mereka untuk mendukung upaya anti-perdagangan manusia nasional melalui inisiatif keuskupan yang sesuai dengan sumber daya dan misi pastoral Gereja.

Baca Juga:  Penantian Janji Tuhan Tak Pernah Mengecewakan

Seruan para uskup Filipina ini disampaikan menjelang Hari Doa dan Kesadaran Internasional Melawan Perdagangan Manusia, yang diperingati setiap tahun pada tanggal 8 Februari, hari yang ditetapkan oleh Paus Fransiskus dan diperingati pada hari raya Santa Josephine Bakhita, santo pelindung para penyintas perdagangan manusia. Paus Fransiskus telah berulang kali menggambarkan perdagangan manusia sebagai “momok” yang sangat melanggar martabat manusia. (Vatican News/fhs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles