Bibel-Pfad: Festival Alkitab di Austria

55
Agenda kegiatan Bibel-Pfad disertai peta lokasi kegiatan dalam bentuk lipat yang sangat praktis. (Foto: Sr. Bene Xavier, MSsR)
5/5 - (1 vote)

HIDUPKATOLIK.COM – Membaca dan memahami Alkitab bukanlah hal yang mudah, walaupun kita membacanya dalam terjemahan bahasa yang kita mengerti. Tentu saja tidak mudah karena bahasa yang digunakan bukanlah bahasa sehari-hari dan ada begitu banyak ungkapan serta perumpamaan. Seringkali kita memerlukan cara-cara tertentu yang lebih kreatif dan inovatif untuk memahami isi Alkitab.

Di Keuskupan Agung Wina, Austria baru saja diadakan kegiatan Bibel-Pfad (=Jejak atau Jalan Alkitab). Sebuah kegiatan semacam festival yang diadakan di beberapa titik dengan membahas Alkitab dalam berbagai cara.

Bibel-Pfad yang berlangsung pada 24 September 2021 ini diadakan oleh Österreichisches Katolisches Bibelwerk, sebuah institusi pendidikan Katolik sekaligus penerbit milik Konferensi Para Uskup Austria, yang juga berperan dalam distribusi Alkitab di Austria. Kegiatan berlangsung di 15 titik, termasuk beberapa gereja dan lembaga-lembaga Katolik dengan beberapa kategori kegiatan seperti diskusi, konser, workshop, seminar, tour, pameran, seminar, serta pertunjukan seni budaya. Seluruh kegiatan dilakukan selama pukul 14 hingga 22 waktu setempat.

Di Stephansdom (Katedral St. Stephan) misalnya, ada beberapa kegiatan seperti pameran seni berjudul “Maria in 1000 Bildern” (Maria dalam 1000 gambar). Di Jesuitenkirche (Gereja Jesuit) diadakan konser orgel yang menampilkan musik-musik ilustrasi dari setiap lukisan yang ada di dinding gereja tersebut.

Saya sendiri hanya sempat mengikuti kegiatan di 3 titik, yaitu seminar di Curhaus Stephanplatz, konser orgel di Jesuitenkirche dan pertunjukan seni budaya di Hof des erzbischöflichen Palais (rumah keuskupan).
Seminar yang saya ikuti bertema “Biblische Kriegerinnen und Frieden” (pejuang dan perdamaian alkitabiah). Kegiatan ini diadakan oleh Institut für Religion und Frieden (Institut untuk Agama dan Perdamaian). Dalam seminar ini dibahas toko-tokoh dalam Alkitab yang memiliki peran penting dalam memperjuangkan perdamaian, yaitu Naaman (2Raja-raja 5:1), Yudith (Yudith 8:9), Daud (1Samuel 16:13), Herodes (Lukas 1:5), Yohanes Pembaptis (Markus 1:4), Maria Magdalena (Yohanes 20:1).

Ringkasan materi seminar “Biblische Kriegerinnen und Frieden” (Foto: Sr. Bene Xavier, MSsR)

Setelah itu saya menonton konser orgel di Jesuitenkirche yang ditampilkan oleh Roman Hauser. Musik-musik yang dimainkan merupakan ilustrasi untuk merefleksikan lukisan-lukisan yang terdapat di dinding dan langit-langit gereja, diantaranya adalah lukisan bertema Allah Tritunggal dan Bunda Maria diangkat ke surga. Konser berlangsung selama 1 jam dengan menampilkan 7 buah lagu.

Orgel pipa di Jesuitenkirche (Foto. Sr. Bene Xavier, MSsR)

Kegiatan terakhir yang saya ikuti adalah pertunjukan seni budaya dari ARGE, sebuah komunitas Katolik di Austria yang berisi umat dari Afrika, Asia dan Amerika Latin. Dalam kesempatan ini, beberapa negara menampilkan berbagai pertunjukan musik, lagu, tari, puisi yang semuanya diangkat dari perikop-perikop Alkitab. Mereka yang tampil adalah dari Ethiopia, membawakan lagu dan tari pujian, dari India menampilkan tarian bertema pengampunan dosa oleh Yesus, dari Irak dan Brazil menyanyikan lagu pujian, dari Iran membacakan puisi tentang Musa dan dari Filipina menyanyikan lagu-lagu pujian. Selain menampilkan pertunjukan seni budaya, mereka juga menunjukkan Alkitab dalam bahasa setiap negara.

Kegiatan Bible-Pfad ini ditanggapi dengan sangat antusias oleh warga Austria khususnya di Wina. Kaum rohaniwan-rohaniwati serta awam aktif mengikuti kegiatan Bibel-Pfad ini. Inilah sebuah cara kreatif dan inovatif untuk belajar dan memahami Alkitab. Apakah kegiatan semacam ini dapat dilakukan juga di Indonesia?

Sr. Bene Xavier, MSsR, dari Wina Austria

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here