Kisah Lembata, Pulau ‘Penghasil’ Misionaris ke Pelbagai Benua

152
H. Sulaeman Hamzah (kanan) sebagai pembicara dalam diskusi buku karya Thomas B Ataladjar di, Jakarta, Minggu, 16/1/2022.
1/5 - (1 vote)

HIDUPKATOLIK.COM – ”DI tempat ini, 21 tahun lalu sejumlah sesepuh dan tokoh Lembata di Jakarta pernah berkumpul bersama dengan para utusan dari kampung halaman. Hari ini kita napak tilas proses perjuangan Lembata menjadi daerah otonom sesuai cita-cita para pejuang sejak tahun 1954,” ujar H. Sulaeman Hamzah, Ketua Masyarakat Flobamora Provinsi Papua dan anggota DPR RI dalam diskusi buku karya Thomas B. Ataladjar di Jakarta, Minggu 16/1/2022.

“Semua persyaratan kita penuhi. Menteri Dalam Negeri melalui Dirjen Otonomi Daerah saat itu,  Ryass Rasyid menyampaikan tak ada masalah karena Lembata sudah pasti menjadi kabupaten baru Oktober 1999,” ujar Sulaeman Hamzah.

Sementara itu, Thomas mengakui karyanya berisi sejarah Lembata dari sejumlah tonggak dan serpihan sejarah, yang pernah menghiasi perjalanan kabupaten itu sejak zaman praaksara yang sekaligus melatarbelakangi ikwal sejarah panjang perjuangan rakyat daerah itu untuk memperoleh otonomi lepas dari Flores Timur, kabupaten induk.

“Satu hal yang tidak mungkin dibantah adalah bahwa Lembata menjadi kabupaten, merupakan salah satu poin dari rentang perjalanan sejarah Lembata. Artinya, tidak bisa lepas dari periodisasi sejarahnya sebelum menjadi kabupaten,” kata Thomas.

Menurut Thomas, karyanya diharapkan menjadi salah satu sumbangsih penulis selaku putra Lembata menyikapi situasi perjalanan pembangunan tanah kelahirannya selama kurun waktu 20 tahun terakhir.

Karya ini juga bertujuan memastikan tidak terjadi penyimpangan sejarah, arah serta tujuan pembangunan Lembata di masa mendatang. Lembata dikenal luas sebagai salah satu pulau kecil di Nusa Tenggara Timur penghasil para misionaris Katolik yang mengabdi di hampir lima benua.

Diskusi ini dihadiri sejumlah tokoh dan putra-putra Lembata yang tinggal di Jabodetabek.

Laporan Ansel Deri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here