Kontribusi yang Diperhitungkan dan Diharapkan

183
Mgr. John Liku Ada' (tengah) menyambut Presiden Joko Widodo di Makale, Toraja, disaksikan Pastor Albert Arina (kanan). (Foto: Dokpri)
5/5 - (1 vote)

HIDUPKATOLIK.COM – Menyambut HUT ke-30 Tahbisan Episkopal Uskup Agung Makassar, Mgr. John Liku Ada’, pada 2 Februari 2022 lalu,  berikut pengalaman perjumpaan sejumlah tokoh dan umat Keuskupan Agung Makassar, Sulawesi Selatan.

Yonggris
Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan: Sosok Tak Ternilai

“BANYAK perubahan mendasar dan kemajuan yang telah dicapai. Selain secara internal, juga secara eksternal telah membawa Keuskupan Agung Makassar (KAMS) makin berkiprah di aktivitas antarumat beragama. Pengorganisasian yang rapih, persatuan yang solid, menunjukkan kepemimpinan Mgr. John yang kuat dan bijak. Kekuatan ini tentu bukan hanya karena jabatan, namun kharisma dan kepercayaan terhadapnya yang lahir dari pemikiran, sikap perilaku dan ucapannya. Ini membuat ketokohannya sangat kuat sekaligus membuat kehadiran dan kontribusi Gereja Katolik makin diperhitungkan dan diharapkan. Tidak heran bila KAMS menjadi pilihan utama bila ada kunjungan ke tempat ibadah non-Muslim termasuk kunjungan kenegaraan, pemerintahan atau lintas agama.

Salah satu aktivitas kerukunan yang sangat bagus yang lahir dari kebijakan Mgr. John adalah opened house Natal setiap 26 Desember. Kegiatan ini menjadi budaya baru dalam membuka ruang untuk para tokoh agama, pemerintah dan masyarakat bisa saling bersilatuhmi dengan para pastor, suster, frater dan komunitas Katolik.

Tidak terlupakan saat Uskup bersama dalam kunjungan kerja FKUB Sulsel ke Eropa (2012). Ia memimpin rombongan berjumpa dengan Paus Benediktus XVI. Nampak ia sangat dihargai dan disambut dengan baik sehingga rombongan ikut mendapat pelayanan yang sangat baik.

Ia bukan hanya menjadi sosok tak ternilai bagi umat Katolik, tetapi sudah menjadi tokoh panutan yang sangat berharga bagi kami dan masyarakat Sulsel. Ia sudah menjadi aset sangat berharga bagi kita. Kita sangat membutuhkan kehadirannya.”

Hermina Sente Limbu
Ketua WKRI DPD Sulawesi Selatan: Inspirator dan Motivator

Ia sosok gembala sejati, rendah hati, dan setia menuntun umatnya.   Ia inspirator dan motivator. Ia selalu hadir memberi dukungan penuh bagi kegiatan kami. Kehadiran, senyuman, dan sapaan bijaknya ketika bertemu dan berbincang, sungguh menguatkan dan  meneguhkan kami dalam setiap kegiatan dan pelayanan kami.

Beberapa waktu lalu ketika memimpin Misa dalam salah satu kegiatan kami, dalam homilinya, ia melontarkan pertanyaan: “Masih relevankah WKRI sekarang ini” dan “apakah WKRI mampu menyesuaikan diri dengan era digital?” Pertanyaan itu sangat reflektif dan menggema terus  dalam langkah kami mewujudkan visi dan misi WKRI terlebih  di era  ini.”

Maggie J. Wewengkang
Dokter, tinggal di Makassar: Bangga

“SEBELUM kenal, saya sangat segan dan takut berhadapan dengannya. Apalagi jika saya harus berbicara kepadanya. Namun, ternyata ia sangat ramah dan suka humor. Seiring berjalannya waktu, relasi saya dengannya semakin dekat. Bahkan, dalam sebuah kesempatan, ia mengatakan di depan umat di kampungnya, bahwa saya adalah saudara angkatnya. Mendengar ucapan itu, saya merasa bangga dan terharu, karena saya menjadi anggota keluarga umat Toraja. Harapannya saya, karena saya dengar ada gangguan kesehatan pada kedua mata bola matanya, ada baiknya ia mengurangi menulis dan membaca. Tapi hal ini berat baginya, karena itu adalah hobinya.”

Julius Yunus Tedja
Ketua Pukat Keuskupan Agung Makassar: Menghargai Siapapun

Julius Yunus Tedja (kiri)

“MENGENAL lebih dekat Mgr. John berawal dari pelayanan saya di Dewan Pastoral di Paroki St. Fransiskus Assisi, Makassar sekitar 25 tahun lalu hingga saat ini melalui berbagai tugas pelayanan,  melalui kegiatan komunitas maupun tugas pelayanan di Keuskupan. Sehingga sering  terlibat bersama ketika dalam pertemuan dan koordinasi pembahasan rencana kegiatan yang senantiasa perlu mendapatkan arahannya.

Saya merasakan begitu banyak terangkum ciri sosok pribadinya yang memiliki dan memberikan contoh sebagai pemimpin yang bertanggung jawab, setia, komitmen, dan sabar yang disertai kerendahan hati.

Banyak pengalaman yang bisa saya petik dari beberapa kegiatan Keuskupan yang dipercayakan seperti menjadi ketua Pelaksana Natal Ouikemene Kota Makassar 2006 dan ketua Panitia Penyelenggara Sinode Diosesan KAMS 2012 serta Pesta Perak Tahbisan Uskup 2017. Pelayanan yang paling mengesankan ketika saya dipercaya sebagai ketua Panitia Pembangunan Pusat Ziarah Keluarga Kudus Sa’pak Bayobayo 2017 melanjutkan kepanitiaan sebelumnya. Pengalaman ini membuat saya melihat kuasa Tuhan begitu besar. Karena setelah sekian lama tidak pernah berkunjung ke Toraja, tidak menguasai medan dan budaya masyarakat setempat, melalui bimbingan Mgr. John, bersama tim kerja, hingga saat ini kami masih terus menyelesaikan tugas di tempat ziarah tersebut.

Ia memiliki daya ingat sangat kuat dan senantiasa menghargai siapapun sehingga  menumbuhkan semangat pelayanan berkarya dalam berbagai bidang kegiatan di Gereja untuk merasakan kebahagiaan bersama Sang Khalik.”

Pastor Anthon Michael
Formator Seminari Tinggi Anging Mammiri, Yogyakarta: Contoh Nyata Pelayan

“SALAH satu lagu favorit Mgr. John, lagu Herli Pirene, “Hidup ini adalah kesempatan”. Pada bagian refren dari lagu itu berbunyi Oh Tuhan pakailah hidupku, selagi aku masih kuat, jika saatnya nanti aku tak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat. Ia menyanyikan lagu ini pada banyak kesempatan bersama umat. Bagi saya, lagu ini cerminan pribadinya yang berusaha menghidupi spiritualitas imamatnya sebagai pelayan yang memberikan dirinya dipakai Tuhan.

Selain itu, dalam spiritualitas pelayanannya, ia ingin menggunakan hidupnya menjadi berkat bagi orang lain. Secara pribadi, dan mungkin juga kebanyakan imam dan calon imam KAMS, spiritualitas pelayanan yang ditunjukkannya mengispirasi dan menjadi contoh nyata bagaimana menghidupi panggilan imamat dengan menampilkan diri sebagai pelayan yang memberikan dirinya dipakai Tuhan untuk membawa berkat bagi orang lain.”

Viani Octavius
Advokat dan Aktivis Katolik/Tinggal di Makassar: Pentingnya Harmoni

“MEMUTAR sang waktu 30 tahun lalu menjadi momentum yang begitu besar dan sangat membanggakan bagi saya  sebagai umat kecil. Ikut ambil peran sederhana dalam sukacita dan bersejarah  bersama umat KAMS saat itu, dengan tugas menjemput tamu-tamu VIP.

Mgr. John tidak berubah. Gambaran jika dengan tugas kegembalaan akan menjadi  lebih sulit bertemu,  justru sebaliknya. Tidak ada protokoler kaku. Sepanjang tentang orang muda, dialog tentang Gereja dan Tanah Air, persoalan sosial kemasyarakatan dan termasuk politik, ia selalu hadir memberikan pemikiran dan  pencerahan, bahkan kadang ia yang memanggil untuk sekadar diskusi.

Pribadinya sederhana, ramah dan selalu senyum dengan “sense of humor” tinggi. Kadang terpingkal-pingkal merespons sebuah humor. Sebagai pemimpin umat, ia terus mendorong dan mengedukasi pentingnya harmoni dan damai dalam pluralitas anak bangsa. Dan bagaimana KAMS yang dipimpinnya, menjadi pionir membumikan toleransi dan  moderasi beragama secara bersama.”

HIDUP, Edisi, No. 06, Tahun ke-76, Minggu, 6 Februari 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here