Suster MSsR Pertama dari Indonesia Ikrarkan Kaul Hari Ini di Jerman. Akankah Hadir di Indonesia?

358
Sr. Margreth Obereder (Mother General), Sr. Bene Xavier (Indonesia), Sr. Oksana Pelekh (Ukraina).
5/5 - (2 votes)

HIDUPKATOLIK.COM – Missionsschwestern vom Heiligsten Erlöser (dalam Bahasa Latin: Missionariae Sanctissimi Redemptoris, MSsR) jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti Suster-suster Misi dari Sang Penebus Mahakudus, merupakan sebuah kongregasi suster internasional yang berpusat di Stadl, Bayern Jerman.

Saat ini MSsR berkarya di Jerman, Jepang, Bolivia, Chili, Austria, Ukraina. Karya yang dilakukan oleh suster-suster MSsR adalah pelayanan pastoral, baik pastoral bagi orang miskin, tunawisma, anak-anak, keluarga, manula, juga orang-orang sakit.

Kongregasi MSsR mulai dibentuk sejak 1953 yang dimulai oleh 5 pemudi asal Bayern dan diresmikan pada 3 Oktober 1957 di Gars, Provinsi Bayer, Jerman.

Rumah Induk MSsR di Standl, Bayern, Jerman

Dengan semangat dari St. Alphonsus von Liguori, motto MSsR adalah Bei Ihm ist Erlösung in Fülle! (Mazmur 130:7), atau dalam Bahasa Indonesia berarti “Pada Tuhan ada penebusan berlimpah.”

Pakaian yang digunakan para suster berupa jubah hitam tanpa kerudung. Inisatif didirikannya MSsR muncul karena dirasa adanya kebutuhan peranan perempuan dalam misi di Jerman untuk bekerja bersama Kongregasi imam CSsR, mengingat pada saat dibentuknya kongregasi ini, Jerman dianggap sebagai tanah misi. Selain itu juga kebutuhan untuk bermisi ke Jepang.

Logo MSsR

Misi di Asia: Pada 1965 berangkatlah 3 suster bersama imam-imam CSsR Provinsi Munich bermisi ke Jepang, tepatnya di Kota Kagoshima. Kala itu keberadaan misionaris Eropa masih sulit diterima di Jepang. Apalagi sosok orang Eropa yang secara fisik tinggi besar, berkulit putih, ditambah mengenakan pakaian suster dan berkalung salib besar.

Tampilan fisik mempengaruhi keengganan masyarakat Jepang untuk dekat dengan para suster. Akhirnya para suster membuka asrama untuk mahasiswi sebagai langkah pendekatan kepada masyarakat Jepang. Selain itu, mereka tidak lagi mengenakan jubah suster dan mengganti kalung salib dengan ukuran lebih kecil.

Upaya-upaya ini ternyata berhasil. Saat ini MSsR memiliki 2 komunitas di Kagoshima dengan jumlah 7 orang suster.

Misi di Amerika Latin: Misi berikutnya yang dilakukan MSsR adalah merambah pelayanan ke Bolivia bersama CSsR Provinsi Swiss pada tahun 1974.

Kini di Bolivia, MSsR memiliki 4 komunitas dengan 10 orang suster. Negara keempat yang menjadi tujuan misi MSsR adalah Chili.

Misi di Chili dimulai sejak 1980 dan saat ini memiliki 14 suster yang tinggal di 3 komunitas.

Misi di Eropa: Perluasan area pelayanan merambah ke Wina, Austria sejak 1985 bersama CSsR melakukan pelayanan pastoral, hingga pada 1990 MSsR memiliki rumah secara mandiri. Kini di Austria terdapat 4 suster di 1 komunitas.

Pada 2001 dimulailah misi di Ukraina. Yang unik dari MSsR di Ukraina adalah ritus Katolik-Yunani yang digunakan dalam liturgi.

Hanya suster-suster di Ukraina yang mengenakan jubah hitam lengkap dengan kerudung hitam. Sedangkan suster-suster di negara lainnya menggunakan pakaian biasa. Di Ukraina saat ini terdapat 25 suster yang tinggal di 5 komunitas.

Empat Bahasa

Walaupun keseluruhan anggotanya hanya sekitar 100 orang, MSsR merupakan kongregasi internasional yang berkomunikasi dalam 4 bahasa, yaitu Jerman, Spanyol, Jepang dan Ukraina. Setiap suster setidaknya menguasai 2 dari 4 bahasa tersebut.

Dalam setiap komunitas, tinggal para suster yang berasal dari negara berbeda, sehingga multikuktural sangat mewarnai kehidupan sehari-hari para suster di dalam biara.

Dalam pelaksanaan ibadat pun tidak jarang menggunakan berbagai bahasa. Juga dalam setiap pertemuan resmi, digunakanlah 4 bahasa resmi tersebut.

Suster MSsR dari Indonesia

Saat ini MSsR ada di 6 negara dan para suster umumnya berasal dari 6 negara tersebut. Saya, Sr. Bene Xavier merupakan orang pertama dan masih satu-satunya dari Indonesia di dalam kongregasi MSsR.

Saya bergabung dengan MSsR Jepang sejak 2017 dan kini tinggal di Wina, Austria.

Hari ini, Sabtu, 23 April 2022, pukul 10.30 waktu Jerman (15.30 WIB) saya akan mengikrarkan kaul saya.

Perayaan ini disiarkan live streaming dari Kapel Redemptoris, Garsam Inn, Jerman (Untuk mengikuti live stream silahkan di https://youtu.be/GRYF9siBA8Y)

Saya berasal dari Paroki Keluarga Kudus, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Selama bergabung dengan MSsR saya telah mempelajari Bahasa Jepang dan Bahasa Jerman. Selama tinggal di Jepang, saya aktif dalam kegiatan sekolah minggu untuk anak-anak dan komunitas orang asing Katolik di Kagoshima serta bekerja sebagai tour guide di Katedral Xavier, Kagoshima.

Sr. Bene Xavier (kedua dari kanan) mengajak rekan-rekannya dari Jerman menari Pocopoco.

Kegiatan yang saya lakukan di Wina Austria adalah bekerja di sebuah toko fashion yang berkonsep sosial guna mendukung kehidupan para tunawisma, bekerja di sebuah rumah singgah bagi para tunawisma dan di Jerman sempat aktif juga dalam pelayanan bagi para tunawisma di kota Munich.

Selain melakukan pelayanan sosial, saya juga masih melalukan banyak kegiatan secara online, seperti mengikuti kuliah Teologi dari STF Driyarkara Jakarta; mengikuti kursus komunikasi dari Akademie Wien, melakukan kegiatan Rosario Jumatan bersama orang-orang Indonesia yang ada di Indonesia, Australia, Kanada; membuat video untuk kanal YouTube Katolika Channel tentang CITATO (Cerita Santa Santo); serta menjadi kontributor untuk beberapa media Katolik di Indonesia.

 

Saya memang belum pernah datang lagi ke Indonesia sejak bergabung dengan MSsR. Namun saya rasa tidak sedikit orang Indonesia yang mulai mengenal kongregasi MSsR.

Saya berharap semoga suatu saat akan ada pemudi-pemudi dari Indonesia yang juga terpanggil untuk bergabung dengan MSsR serta semoga suatu hari nanti kami bisa membuka komunitas di Indonesia.

Sr. Bene Xavier dari Wina, Austria 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here