‘Ikut’ Merayakan Idulfitri, Lima Hal yang Perlu Direnungkan sambil Menikmati Liburan

82
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – SELAMAT Idulfitri 1 Syawal 1443 H, mohon maaf lahir dan batin, saya ucapkan untuk semua teman-teman yang merayakannya. Terdengar takbir Idulfitri berkumandang di beberapa masjid yang ada di sekitar rumah saya.  Hal itu menandakan  masa berpuasa umat Muslim telah selesai dan hari raya Idulfitri telah tiba.

Jam menunjukkan pukul 5.30 WIB pagi ketika saya bersiap-siap untuk berolah raga pagi, pada hari libur di  hari raya ini. Sebelum memulai olah raga lari pagi, saya mengunyah 3 keping biskuit dan minum segelas air hangat. Tepat jam 6.00 Wib pagi saya pun sudah siap untuk berolahraga lari pagi hari ini. Suara musik K-Pop sudah terdengar dengan jelas dan kaki ini juga sudah mulai melangkah kecil untuk berlari.

Udara pagi hari ini terasa agak dingin karena sepanjang sore kemarin hujan turun cukup deras. Sinar matahari masih malu-malu untuk menampakkan dirinya, tetapi hari sudah mulai terang. Saya pun terus berlari dan berlari menikmati suasana sejuk pagi hari ini.

Pagi hari ini terasa istimewa ketika saya sedang asik berlari, bertemu dengan seorang teman yang sedang berjalan sambil membawa sajadah. Saya pun berhenti sejenak dan mengatupkan kedua tangan ini, sambil berkata: Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin ya mba…..

Mohon maaf lahir dan batin juga mba… jawab teman saya.

Kemudian teman saya berjalan melanjutkan perjalanannya untuk pergi melaksanakan sholat Ied di suatu tempat dan saya juga melanjutkan kembali  aktivitas lari pagi ini. Pada pagi hari ini saya bertemu banyak orang. Pak Satpam yang sedang berjaga-jaga di posnya dan di pintu gerbang kompleks rumah. Ada teman, tetangga yang sedang siap berangkat untuk sholat Ied. Saya mencoba berhenti sejenak untuk menyapa dan memberikan ucapan Selamat Idulfitri kepada semua orang yang saya temui di sepanjang jalan pagi ini.

Perasaan saya saat itu sangat gembira karena di pagi hari yang cerah ini, saya bisa bertemu dengan teman, tetangga, pak satpam dan bisa bersilahturahmi barang sejenak. Lari pagi saya hari ini terasa sangat istimewa karena bisa menyapa banyak orang. Tak terasa saya sudah berlari cukup lama dan jarak km yang saya tempuh juga sudah cukup jauh.

Inilah nikmatnya di setiap perjalanan lari saya di pagi hari maupun di sore hari penuh dengan makna dan inspirasi. Tahukah anda bahwa di setiap perjalanan olah raga lari saya, selalu dimulai dengan pikiran yang tidak menentu. Berapa lama saya akan berlari? Berapa Km yang ingin saya capai? Rute jalan mana yang akan saya ambil? Inspirasi apa yang akan saya dapatkan? Semua pertanyaan itu selalu saya bawa di dalam kesendirian perjalanan berlari.

Sambil berlari perlahan-lahan pikiran dan hati saya bersatu dengan indahnya alam, hiruk pikuk ataupun keheningan jalan yang saya lalui. Banyak hal yang dapat saya renungkan di hari libur ini.

Sukacita, karena saya berkesempatan untuk memberikan ucapan selamat Idul Fitri kepada semua orang, yang saya temui di jalur lari pagi hari ini. Tergambar kebahagiaan teman-teman yang merayakannya dengan penuh sukacita karena kebahagiaan ini sudah tertahan selama dua tahun  dikarenakan pandemi Covid-19.

Penuh syukur, tahun 2022 ini perayaan Idulfitri untuk pertama kalinya sudah bisa kembali dilakukan dengan berkumpul bersama keluarga besar. Ini artinya sudah mulai ada titik cerah untuk kita melangkah ke tahap yang lebih baik, untuk keluar dari pandemi Covid-19. Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena mau melindungi kita semua, bangsa dan negara Indonesia yang kita tercinta ini.

Kemenangan, sambil berlari saya merasakan adanya perasaan yang bebas untuk menentukan suatu pilihan di dalam menjalani kehidupan ini. Mulai dari ketika saya terbangun dari tidur,  membuka mata ini dan masih bisa bernapas, itu semua kasih karunia Tuhan. Menang atas diri sendiri yang bisa mengalahkan kemalasan, keegoisan dan kesombongan diri. Bisa menyapa, memberi salam, tersenyum dan menikmati keindahan alam adalah salah satu kemenangan diri yang saya capai untuk bisa melakukan sesuatu yang lebih baik lagi.

Berkat, Tuhan telah memberikan berkat kehidupan kepada kita dan orang-orang yang kita cintai. Berkat atas orang tua, anak, istri, suami, cucu, mantu, mertua, pekerjaan, usaha, kesehatan dllnya. Mari kita hargai itu semua dengan berusaha, bekerja, berdoa, berkarya, belajar untuk bisa menjadi pribadi yang baik. Sebagai pembawa kebaikan dan berkat bagi sesama ataupun lingkungan tempat tinggal kita agar sesuai dengan yang dikehendaki-Nya.

Membersihkan diri, membuat saya teringat kembali dengan masa prapaskah yang baru saja berlalu. Masa ini juga merupakan waktunya bagi saya untuk membersihkan diri sendiri. Apa yang telah saya lakukan dan usahakan, baik itu melalui pikiran, ucapan dan tindakan agar bisa lebih dekat dengan Tuhan, Sang Pencipta dan pemberi kehidupan? Walaupun tidak semua dosa bisa dibersihkan di dalam diri ini tetapi saya percaya Tuhan akan menuntun saya dan anda untuk bisa belajar membersihkannya. Karena saya dan anda hanya manusia biasa, yang tidak akan luput dari berbuat dosa baik itu disengaja ataupun tidak disengaja.

Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia.  Karena itu Ia berkata: “Tidak semua kamu bersih.” (Yoh 13:11)

Mari kita selalu mensyukuri nikmat kehidupan yang Tuhan berikan, dengan penuh syukur dan sukacita. Karena banyak hal yang dapat kita lakukan bagi diri sendiri, keluarga, sesama dan alam untuk mencapai kebahagiaan bersama sesuai dengan kehendak-Nya.

Eviantine Evi Susanto, Kontributor, Ibu rumah tangga, Alumni KPKS Tangerang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here