Ziarah KKIA 2022: Kasih Kristiani dalam Persaudaraan Indonesia di Austria-Slovakia

426
Pastor Thomas Tulung, SVD bersama orang-orang Indonesia yang tinggal di Austria berpose bersama usai Perayaan Ekaristi di Gereja Cyrillus dan Methodius, Terchova, Slovakia.
5/5 - (3 votes)

HIDUPKATOLIK.COM – “Kasih insani itu seluas samudera, artinya bisa saja sangat dalam, namun tetap ada batasnya. Sedangkan kasih ilahi itu seluar semesta, artinya tidak ada batasnya. Kasih Kristiani adalah kasih insani yang harus selalu diupayakan untuk menyerupai kasih ilahi. Kasih Kristiani itu bukan soal siapa yang dicintai, melainkan siapa yang mencintai. Artinya, sebagai seorang Kristiani, kita harus mencintai semua orang tanpa membedakan apa latar belakangnya.“ Demikian disampaikan Pastor Thomas Tulung, SVD dalam khotbahnya pada Perayaan Ekaristi Minggu, 22 Mei 2022 di Gereja Santo Cyrillus dan Methodius, Terchova Slovakia.

Ia menyambung khotbahnya dengan mengatakan, „Hari ini kasih Kristiani itu menjadi nyata di depan mata kita. Kita membuka hati dan menerima kehadiran semua orang dengan penuh kasih. Disini hadir orang-orang Indonesia dalam Perayaan Ekaristi ini. Dan mereka bukan hanya yang beragama Katolik, melainkan ada juga yang beragama Protestan serta Islam. Memang di Indonesia terdapat 5 agama, yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu dan Budha.“

Masih dalam Perayaan Ekaristi tersebut, 3 buah lagu berbahasa Indonesia pun dinyanyikan oleh KKIA (Keluarga Kristen Indonesia Austria), yaitu Betapa Hatiku, Bahasa Cinta dan Bangunlah Dada Kelana. Tentu saja hal ini menjadi sesuatu yang sangat spesial dan menarik bagi umat di Paroki Terchova, Slovakia. Ya, misa minggu siang itu memang turut dihadiri oleh sekelompok orang Indonesia yang tinggal di Austria dalam rangka melalukan ziarah ke beberapa tempat di Slovakia yang letaknya bersebelahan dengan negara Austria.

Seusai Perayaan Ekaristi, Pastor Thomas Tulung, SVD yang sudah 21 tahun bermisi di Slovakia menjelaskan bahwa Gereja Cyrillus dan Methodius, dimana ia sekarang bertugas, merupakan bangunan yang dibangun tahun 1949 karena gereja yang sebelumnya terbakar. Di daerah Terchova, 99% penduduknya beragama Katolik dan umat disana memiliki spiritualitas yang sangat mendalam. Hal ini terbukti dengan adanya baptisan baru yang dilakukan setiap minggu, umat mengaku dosa sebelum mengikuti Perayaan Ekaristi, misa mingguan dilakukan 4 kali dan selalu penuh. Setiap tahunnya panggilan untuk menjadi pastor atau suster juga masih baik walaupun terjadi penurunan kuantitas.

Gereja Santo Cyrillus dan Methodius di Terchova Slovakia.

KKIA (Keluarga Kristen Indonesia Austria) melakukan perjalanan ziarah 2 hari ke negara Slovakia pada 21-22 Mei 2022. Ziarah ini merupakan salah satu dari program tahunan yang dirancang oleh Tim Pastoral KKIA. Perjalanan ziarah kali ini juga diikuti oleh beberapa saudara yang beragama Protestan dan Islam, yang juga tinggal di Austria.

KKIA (Keluarga Kristen Indonesia Austria) berpose di puncak „The Calvary in Nitra“ Slovakia.

Hari pertama ziarah dilakukan dengan mengunjungi „The Calvary in Nitra“, sebuah bukit yang memiliki jalur untuk jalan salib dan di puncak bukit terdapat tiga buah salib, yaitu salib Yesus dan 2 orang lainnya di kanan dan kiri. Bisa dikatakan tempat ini sebagai imitasi dari Bukit Golgota. Di area ini juga terdapat Gereja Maria Diangkat ke Surga yang dikelola oleh imam-imam SVD dan suster SSpS.

Perjalanan dilanjutkan menuju Kastil Nistra, dimana terdapat Katedral St. Emeram, museum Keuskupan Nitra dan patung St. Yohanes Paulus II.

Gereja Maria Diangkat ke Surga, Nitra, Slovakia.

Pada hari kedua perjalanan ziarah dilakukan dengan mengunjungi Gereja Cyrillus dan Methodius di Terchova, dimana Pastor Thomas Tulung, SVD bertugas sebagai pastor paroki. Pastor Thomas sendiri berasal dari Manggarai Barat, Flores, NTT.

Katedral St. Emeram yang terdapat di area Kastil Nitra, Slovakia.

Terchova merupakan sebuah desa yang besar yang terletak di area perbukitan Mala Fatra, provinsi Zilina, Slovakia. Desa ini berdiri sejak 1580. Kata „Terchova“ diambil dari Bahasa Hungaria „Terhely“ yang berarti kerajaan.

Sebagai penutup perjalanan ziarah, KKIA menuju pegunungan Boboty yang ditempuh dengan menumpang gondola untuk mencapai ketinggian 1085 mdpl.

Patung St. Yohanes Paulus II di Nitra Slovakia.

Dari perjalanan ziarah ini KKIA semakin menyadari pentingnya hidup dalam persaudaraan kasih sebagai seorang Kristiani dan diharapkan untuk menjadi pribadi yang semakin penuh kasih dalam hidup sehari-hari.

Sr. Bene Xavier di Pegunungan Boboty, Terchova Slovakia.

Laporan Sr. Bene Xavier dari Wina, Austria

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here