BIDUK KAMS Go Live

313
Seremoni Lauching BIDUK KAMS
5/5 - (2 votes)

HIDUPKATOLIK.COM – Pagi itu suasana Baruga Kare, sebuah rumah retret dan tempat pertemuan milik Keuskupan Agung Makassar (KAMS) di Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10, Makassar, tampak agak ramai meskipun pandemi Covid-19 masih menghantui. Pukul 08.00 WITA, para peserta yang menggendong tas ransel atau menenteng tas laptop tampak bergegas menuju meja registrasi. Dua staf KAMS dengan ramah dan cekatan melayani para peserta dan menyerahkan map berisi alat tulis, jadwal dan satu rangkap petunjuk teknis pengisian form data umat kepad setiap peserta. Mereka adalah peserta pelatihan implementasi aplikasi BIDUK (Basis Integrasi Data Umat Keuskupan) KAMS di Baruga Kare, Makassar.

Pada pukul 09.10 WITA, Sabtu, 14 Mei 2022, kegiatan ini dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RP. Joni Payuk, CICM (Vikjen KAMS). Dalam homilinya, Pastor Joni, sapaan akrabnya, menegaskan pentingnya pastoral berbasis data. Misalnya, salah satu Yayasan yang berkarya di bidang pendidikan dalam wilayah KAMS berjuang mencari Guru Katolik. Karena tidak ada data tentang jumlah dan sebaran Guru Katolik, meskipun di salah satu paroki terdapat 5 sarjana pendidikan, Ketua Yayasan mengalami kesulitan untuk merekrut tenaga pengajar Katolik.

Misa Penutup Pelatihan BIDUK KAMS

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pada 14-15 Mei 2022 ini diikuti oleh 51 orang peserta yang berasal dari 5 kevikepan (Makassar, Toraja, Sultra, Luwu, dan Sulbar). Ada 16 paroki dari 5 kevikepan tersebut menjadi pilot project, yaitu Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Makassar, Paroki St. Yakobus Mariso, Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Mamajang, Paroki St. Paulus Tello, Paroki St. Fransiskus Assisi Panakkukang, Paroki Kristus Raja Andalas, Paroki Santa Perawan Maria Bunda Pengharapan Suci Soppeng, Paroki St. Theresia Rantepao, Paroki St. Paulus Ge’tengan, Paroki Renya Rosari Deri, Paroki St. Fransiskus Xaverius Sadohoa, Paroki St. Clemens Mandonga, Paroki St. Petrus Mangkutana, Paroki St. Mikael Palopo, Paroki St. Yusuf Pekerja Baras, dan Paroki. St. Petrus Mamasa.

Dari 51 orang peserta, ada dua Pastor Paroki, yakni RD. Paulus Tongli dari Paroki St. Theresia Rantepao dan RD. Klemens Palindangan dari Paroki Renya Rosari Deri. Selain itu, RD. Patrio Tandiangga, Pastor Vikaris Parokial, menjadi utusan bersama empat anggota Tim Biduk dari Paroki St. Yusuf Pekerja Baras. Juga hadir RD. Frans Fandy Palinoan, dosen STIKPAR Toraja yang berkolaborasi mengimplementasikan BIDUK dengan Paroki Deri.

Para peserta diberikan pelatihan oleh Tim Biduk Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) yang pimpin oleh RD. Adi Prasojo (Sekretaris KAJ) bersama Bpk. Ivan Sangkereng, Bpk. Yoh. Yamin Tjen Siong Min, dan Bpk. Victor Korompis. Kegiatan ini difasilitasi oleh panitia kecil yang terdiri atas dua imam, yakni RD. I Made Markus Suma dan RD. Rusdyn Ugiwan, serta Bpk. Rivan Tandiari (salah seorang Tim Inti Biduk KAMS), dan empat staf KAMS, yakni Farida Alex, Carolin Cristin Sonya E., Simon Cryspinus Meo dan Alfonsus Satria.

Dialog interaktif peserta dan fasilitator

Di aula Baruga Kare Makassar, aplikasi BIDUK Nusantara diperkenalkan secara langsung oleh Tim BIDUK KAJ. Para peserta dilatih untuk menjadi users handal dalam mengimplementasikan aplikasi pendataan umat yang berbasis internet ini. Berawal dari Baruga Kare, kini aplikasi BIDUK Nusantara dapat digunakan dan diakses Tim Biduk dari 16 paroki yang tersebar di tiga Provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

Kegiatan ini ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. I Made Markus Suma (Sekretaris KAMS) dengan enam imam konselebran, yakni RD. John da Cunha, RD. Paulus Tongli, RD. Andreas Rusdyn Ugiwan, RD. Frans Fandy Palinoan, dan RD. Patrio Tandiangga. Setelah Misa, launching BIDUK KAMS pun dilakukan dalam seremoni sederhana yang ditandai dengan pemotongan pita oleh RD. I Made Markus Suma bersama RD. Adi Prasojo. Sebuah kue bertuliskan: “BIDUK KAMS – Go Live” menjadi penanda hadirnya implementasi sistem BIDUK di wilayah KAMS. Momen berahmat dan bersejarah ini terjadi pada tanggal 15 Mei 2022, Pkl. 13.00 WITA sekaligus menjadi momen penuh sukacita bersama Bpk. Yoh. Yamin, salah satu anggota Tim Biduk KAJ, yang merayakan ulang tahun ke-70 pada hari itu.

Pastoral Berbasis Data

Pastoral berbasis data sudah lama menjadi kerinduan para gembala, baik di tingkat Keuskupan, yakni Mgr. John Liku-Ada’ sebagai Uskup Agung, maupun di tingkat paroki (para Pastor Paroki). Mengapa data ini menjadi begitu penting dalam berpastoral? Inspirasi biblisnya mengalir dari Yoh. 10:2-3 yang berbunyi, “Tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia, penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.” Singkatnya, seorang gembala (baca: Pastor) seharusnya mengenal domba-dombanya, bahkan menyapa dengan menyebut nama setiap pribadi.

Inilah tugas utama dan pertama-tama seorang gembala, yakni mengenal umat yang dipercayakan kepadanya oleh Yesus Kristus, Sang Gembala Baik. Secara yuridis dan dalam konteks pastoral di paroki, tugas ini diartikulasikan dalam KHK 1983, Kanon 529, “Untuk menunaikan tugas gembala dengan saksama, Pastor Paroki hendaknya mengenal umat beriman yang dipercayakan kepada reksanya…” Maka pastor paroki terikat kewajiban dan tugas untuk mengenal umatnya. Namun untuk jumlah umat yang sudah ratusan dan bahkan ribuan yang tersebar di wilayah yang cukup luas, tentu seorang Pastor Paroki tidak begitu mudah mengingat umatnya, apalagi jika itu terkait data detail setiap umat yang ada di parokinya. Oleh karena itu, adanya sebuah aplikasi berbasis internet yang menyediakan data secara terintegrasi dan siap pakai merupakan sebuah solusi. Data umat real time dapat dibaca dalam dashboard BIDUK secara online. Data ini tentu bukan hanya menjadi sarana untuk mengenal umat secara personal, tetapi menjadi sarana untuk merencanakan, menetapkan, mengelola dan mengembangkan program dan karya-karya pastoral yang ada, baik di tingkat paroki, kevikepan maupun keuskupan, termasuk sumber data bagi Uskup Diosesan untuk menyusun Laporan Tahunan Keuskupan ke Tahta Suci.

Aplikasi BIDUK (Basis Integrasi Data Umat Keuskupan) yang ditawarkan oleh Ignatius Kardinal Suharyo pada November 2019 menjadi sarana yang mumpuni untuk menyediakan data umat bagi para gembala sehingga impian pastoral berbasis data dapat diwujudkan bersama-sama di wilayah KAMS. Tawaran ini telah ditanggapi dengan antusias oleh Mgr. John Liku-Ada’, Uskup Agung Makassar. Namun upaya implementasi Aplikasi Biduk terkendala oleh pandemi Covid-19 yang merebak sejak Maret 2020. Kemudian baru Oktober 2021, RD. I Made Markus Suma sebagai Sekretaris KAMS melakukan kunjungan ke Kantor Sekretariat KAJ dan melakukan pembicaraan dengan RD. Adi Prasojo, Sekretaris KAJ terkait kemungkinan KAMS diperkenankan untuk menggunakan aplikasi ini dan implementasinya difasilitasi oleh Tim Biduk KAJ. Setelah situasi pandemi lebih terkendali, Mgr. John Liku-Ada’ pun mengirim surat tertanggal 14 Februari 2022 kepada Kardinal Suharyo terkait Aplikasi Biduk ini.

Sebagai follow-up atas surat tersebut, Tim Biduk KAJ kemudian melakukan komunikasi awal dan menyampaikan beberapa langkah sebagai persiapan untuk mengimplementasikan aplikasi Biduk di seluruh paroki KAMS. Pertemuan perdana secara daring dilaksanakan oleh Tim Biduk KAJ dengan seluruh Pastor Paroki dan Sekretaris Depas serta Staf Sekretariat Paroki-Paroki se-KAMS pada tanggal 24 Februari 2022. Setelah itu, atas saran Tim Biduk KAJ, Sekretaris KAMS melakukan komunikasi intensif dengan beberapa Pastor Paroki untuk membentuk Tim Biduk dari beberapa paroki sebagai pilot project.

Cara Kerja Virus

Sampai akhir Maret 2022, ada 17 paroki yang menyatakan siap berpartisipasi dalam program pilot project ini dengan rincian 8 paroki dari Kevikepan Makassar, 3 paroki dari Kevikepan Toraja, 2 paroki dari Kevikepan Sultra, 2 paroki dari Kevikepan Luwu dan 2 paroki dari Kevikepan Sulbar. Dengan model pilot project ini, implimentasi Aplikasi Biduk menganut prinsip “virus”. Satu paroki yang siap Go Live akan menginfeksi (baca: mendampingi secara intensif) paroki-paroki terdekat untuk mengimplimentasikan Aplikasi Biduk. Namun dalam persiapan menjelang pelatihan, salah satu paroki kemudian masih mengalami kendala untuk berpartisipasi. Maka hanya 16 paroki siap mengutus Tim BIDUK masing-masing paroki. Untuk mewujudkan impian tersebut, Tim Biduk dari 16 paroki diberikan pelatihan intensif oleh Tim Biduk KAJ pada Sabtu-Minggu, 14-15 Mei 2022 di Baruga Kare, Makassar.

Diskusi peserta pelatihan BIDUK KAMS

Adapun yang menjadi tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah 1) Peserta memperoleh pengetahuan, wawasan, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang BIDUK sebagai sistem data terintegrasi dan berbasis internet; 2) Peserta memperoleh keterampilan dalam menggunakan aplikasi ini dan mengoperasikan fitur-fitur yang tersedia secara tepat; dan 3) Peserta mampu bekerja sebagai satu tim dalam mengimplementasikan aplikasi ini untuk mengumpulkan, menginput dan mengelola data umat yang kemudian menghasilkan Kartu Keluarga, data sakramen, laporan, dan data statistik pastoral yang siap digunakan untuk merencanakan, mengelola dan mengembangkan karya-karya pastoral, baik pastoral parokial maupun kategorial serta program/kegiatan gerejawi lainnya. Untuk mengikuti pelatihan ini, peserta diminta mempersiapkan sebuah perangkat komputer, data internet sebesar 1 Mbps dan kemampuan menggunakan aplikasi web browser.

Sebelum memasuki sesi latihan meng-input data, peserta dibekali dengan pemahaman tentang pentingnya manajemen sistem informasi atas data seluruh umat yang dilengkapi dengan sistem kemananan dan perlindungan. Selain itu, Bpk. Ivan Sangkereng sebagai salah satu trainer menjelaskan tentang sistem BIDUK yang dapat diakses dan digunakan oleh seluruh paroki di keuskupan serta pemuktahiran data dapat dilakukan secara online, terintegrasi dan berbasis web. BIDUK juga memiliki keunggulan, yakni sistem aplikasi ini menyediakan fitur-fitur bagi pelayanan umat dan menyederhanakan proses pelaporan dari paroki ke keuskupan.

Presentasi hasil diskusi Kelompok

Aplikasi data umat yang dimulai pengembangannya sejak 2015 ini oleh KAJ dalam kerja sama secara legal dengan Universitas Bina Nusantara (Binus) kini hadir dan melayani umat di wilayah Gereja Lokal KAMS. Hal ini ditegaskan oleh RD. Adi Prasojo dalam pembukaan pelatihan ini dengan mengutip pepatah para pelaut ulung Bugis-Makassar, “Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai”. Sekali BIDUK berkembang, kini sampai juga di Makassar, sebuah kota yang menjadi hub di Indonesia Timur. KAMS adalah keuskupan ke-12 yang mengimplementasikan sistem BIDUK. Proficiat!

Pastor I Made Markus Suma (Makassar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here