Paus Fransiskus Serukan Umat untuk Mengingat Mereka yang Menderita di Ukraina dan Mendoakan Mereka

24
Paus Fransiskus
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Membuat seruannya yang ke-56 untuk perdamaian di Ukraina yang dilanda perang, Paus Fransiskus mendesak semua orang untuk mengingat, berdoa, dan membantu “orang-orang ini yang sangat menderita” dan “yang melakukan kemartiran sejati.”

Paus Fransiskus mengatakan kita harus membantu mereka yang menderita di Ukraina yang dilanda perang.

Bapa Suci membuat seruan ke-56 untuk perdamaian di negara yang dilanda perang itu selama sambutannya kepada umat beriman Italia dan para peziarah yang berkumpul pada Audiensi Umum hari Rabu (15/6/2022) di Lapangan Santo Petrus.

“Tolong,” seru Paus, “janganlah kita melupakan orang-orang Ukraina yang dilanda perang” atau “membiasakan hidup seolah-olah perang adalah sesuatu yang jauh.”

“Biarlah ingatan, kasih sayang, doa, dan bantuan kita selalu tercurah kepada orang-orang yang sangat menderita ini dan yang sedang menjalankan kemartiran sejati.”

Bapa Suci telah membuat beberapa seruan untuk mengakhiri perang, yang telah memaksa lebih dari 7 juta orang melarikan diri dari Ukraina, banyak dari mereka adalah wanita dan anak-anak, dan sekitar 8 juta lainnya mengungsi di negara itu sendiri.

Kedekatan Paus dengan Penderita Ukraina

Paus tanpa henti menyerukan untuk membantu mereka yang menderita sejak invasi Rusia ke negara tetangga pada akhir Februari.

Dia telah mengirim Sekretaris Hubungan dengan Negara, Uskup Agung Paul Richard Gallagher dan Kardinal Michael Czerny, Prefek Dikasteri Vatikan untuk Mempromosikan Pembangunan Manusia Integral, dan Kardinal Konrad Krajewski, Prefek Dikasteri Vatikan untuk Pelayanan kepada Orang Miskin, ke Ukraina untuk membawa kedekatan Gereja dengan penderitaan.

Sebuah sekolah yang rusak di wilayah Mykolaiv, Ukraina

Minggu (12/6/2022), Paus memperingatkan agar umat tidak terbiasa dengan perang.

“Orang-orang Ukraina, yang menderita akibat perang,” kata Paus, “tetap hidup di hati saya.” Dia mengatakan kita harus tetap menghidupkan “kepedulian kita untuk rakyat yang menderita itu.”

“Mari kita selalu menyimpannya di hati kita,” tandasnya, menambahkan, “Mari kita berdoa dan berjuang untuk perdamaian.”

Pastor Frans de Sales, SCJ; Sumber: Deborah Castellano Lubov (Vatican News)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here