Delapan Puluh Delapan Tahun Pater Magnis, Terus Menginspirasi Indonesia

64
Pater Franz Magnis-Suseno, SJ
5/5 - (1 vote)

HIDUPKATOLIK.COM – Ya! Pastor Franz Magnis-Suseno, SJ merayakan hari jadinya yang ke-88 pada tanggal 26 Mei 2024 ini. Di usia yang demikian itu, Pater Magnis atau Romo Magnis, sapaannya, masih menjadi magnit tersendiri di negeri ini. Dalam dua momen yang menjadi sorotan masyarakat luas, ia menunjukkan diri sebagi guru filsafat (Etika) yang belum tergantikan. Pertama, ia menjadi saksi yang meringankan bagi Barada Eliezer dalam kasus kematian rigadir Yosua Hutabarat. Terbaru, ia menjadi saksi ahli bagi paslon 03 dalam sengketa pilpres 2024.

Pater fFranz Magnis-Suseno, SJ sedang menyampaikan orasi di depan Istana Merdeka Jakarta pada “Aksi Kamisan”.

Pada aksi Kamisan pekan lalu, lagi-lagi Pater Magnis menunjukkan komitmennya yang tak tergoyahkan untuk mengartikulasikan pelbagai persoalan yang melilit negeri yang dicintainya ini. Dari kursi yang sederhana, di depan Istana Merdeka, Jakarta, ia diminta untuk menyampaikan orasi terkait dengan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Pelanggaran HAM yang belum atau tidak diselesaikan oleh para presiden sejak masa reformasi begulir.

Energi Pater Magnis tampak tak kehilangan sedikit pun bila berhadapan dengan ketikdakadilan, persoalan kemanusiaan, warga yang miskin, kecil dan tersingkir atau potensial disingkirkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Walaupun, ia telah menerima bintang jasa atas dedikasinya untuk negri ini dari Presiden Joko Widodo, namun hal itu tidak mengendorkan daya kritisnya. Tetap saja, tanpa tedeng aling-aling, Pater Magnis menyuarakan pelbagai persoalan yang melilit negri ini pada masa Presiden Jokowi masih berkuasa. Baginya, kebenaran dan keadilan harus diwartakan ke semua pihak terkait.

Kecintaan Pater Magnis demi perbaikan dan kemajuan negri ini tidak pernah kendor. Karya-karyanya berupa buku, artikel di pelbagai media, seminar di pelbagai kalangan beredar luas dan diminati pelbagai kalangan. Termasuk di dalamnya, orang muda. Sosok Pater Magnis dilihat sebagai sumber inspirasi yang mencerahkan dalam carut-marut aneka masalah di negri ini.

Lahir dan dibesarkan di tengah sebuah keluarga berada bahkan bangsawan di Jerman tak membuat Pater Magnis silau akan hal-hal duniawai. Ia bahkan memilih menjadi seorang Jesuit untuk Indonesia. Baginya, menjadi seorang Jesuit di Jerman bak menggarami lautan saja. Maka, tatkala lamarannya diterima untuk menjadi Jesuit di Indonesia menjadi titik awal perjalanan panggilan Franz Magnis hingga detik ini.

Mendirikan STF Driyarakara dan menjadi guru besar filsafat (kini emeritus) di kampus kecil di Jembatan Serong, Jakarta Pusat ini menjadi ladang panggilan Franz Magnis-Suseno. Karya-karya besarnya terus mengalir dari kampus ini. Dalam  waktu dekat akan meluncur tiga buku lagi. Tentu saja, bukan hanya dia yang menjadi sumber inspirasi deri kampus ini. Ada dosen-dosen lain yang “sefrekuensi” dengannya sehingga kampus ini pun memperoleh apresiasi dari kalangan luas.

Di HUTnya ini, alangkah baiknya kita berdoa secara khusus untuk kesehatan Pater Magnis. Negri ini masih membutuhkan pemikirannya yang trengginas dan mencerahkan.

Sumber: Majalah HIDUP, Edisi No. 21, Tahun Ke-78, Minggu, 21 Mei 2024 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here