Mengukur Kualitas Lulusan SMA dan SMK di Indonesia

286
Odemus Bei Witono
5/5 - (6 votes)

HIDUPKATOLIK.COM – Dalam dunia pendidikan, pertanyaan tentang kualitas kelulusan siswa menjadi sangat relevan. Apakah kelulusan tersebut hanya sekadar formalitas, tanpa mencerminkan pemahaman dan keterampilan yang sesungguhnya? Atau apakah itu hasil dari proses pembelajaran yang berkualitas, yang mampu mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan?

Kritik terhadap kelulusan yang hanya seremonial menyoroti kebutuhan akan evaluasi sistem pendidikan yang lebih mendalam, memastikan setiap siswa benar-benar mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses.

Siswa sebuah SMK sedang praktik mesin. (Foto: Dok.HIDUP)

Pengumuman kelulusan siswa SMA dan SMK belum lama ini disambut dengan kegembiraan. Namun, di balik perayaan tersebut, muncul pertanyaan mengenai apakah kelulusan tersebut mencerminkan standar evaluasi ketat dan kualitas pendidikan yang sebenarnya.

Banyak sekolah merayakan kelulusan sebagai prestasi, namun beberapa terlibat dalam praktik yang meragukan, seperti perubahan nilai, penurunan standar evaluasi, atau pengabaian standar pendidikan. Akibatnya, kelulusan bisa menjadi sekadar formalitas tanpa memperhatikan kualitas pendidikan yang sesungguhnya diterima siswa.

Kondisi ini memperburuk kesenjangan peringkat pendidikan Indonesia dibandingkan negara-negara maju. Fokus pada kelulusan seratus persen tanpa memperhatikan kualitas pendidikan hanya akan memperdalam kesenjangan tersebut.

Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pemerintah dan lembaga pendidikan untuk meninjau kembali praktik evaluasi dan menerapkan standar yang lebih ketat secara konsisten, guna meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi mendatang.

Sangat disayangkan bahwa hanya sedikit lulusan SMA yang berhasil masuk ke perguruan tinggi berkualitas. Proses ini menuntut kemampuan dan prestasi tinggi dari siswa. Dalam pandangan Anthony Giddens tentang interaksi antara agen (individu) dan struktur (lingkungan sosial), tercipta dinamika yang mempengaruhi kualitas sistem pendidikan dan peran individu di dalamnya. Struktur pendidikan yang berkualitas, didukung oleh aktor pendidikan, akan menghasilkan pengajaran optimal.

Kini, saatnya menatap masa depan pendidikan Indonesia dengan optimisme. Dengan diperkenalkannya kurikulum merdeka, penting bagi siswa mulai dari pendidikan dasar hingga menengah dibekali dengan pendidikan memadai. Pendidikan formatif ini bertujuan agar siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi siap secara optimal, dan lulusan SMK siap terjun ke dunia kerja sesuai bidangnya.

Dengan menyediakan pendidikan berkualitas tinggi yang relevan dengan identitas bangsa dan kebutuhan pasar kerja, Indonesia dapat mempersiapkan generasi cerdas, kuat dan kompetitif di tingkat global.

Kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pertumbuhan maksimal setiap individu, sehingga membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera.

Salah satu solusi untuk mengatasi masalah kelulusan semu adalah dengan menerapkan evaluasi komprehensif berbasis pengetahuan dan keterampilan. Hal ini melibatkan pengembangan kurikulum sesuai kebutuhan dunia nyata dan metode pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep serta keterampilan praktis dalam situasi sehari-hari. Selain itu, peningkatan kualitas pendidik melalui pelatihan dan profesionalisme diperlukan untuk memberikan bimbingan efektif kepada siswa.

Partisipasi orang tua dan masyarakat dalam mendukung proses pendidikan juga penting, termasuk kolaborasi erat antara sekolah, orang tua, dan pihak terkait lainnya. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan setiap siswa mendapatkan pendidikan yang bermakna dan berkualitas, sehingga siap menghadapi tantangan masa depan dan mencapai kesuksesan dalam kehidupan mereka.

Odemus Bei Witono
Direktur Perkumpulan Strada/Mahasiswa Doktoral Filsafat STF Driyarkara

1 COMMENT

  1. Tantangan bagi lulusan anak SMK di jaman sekarang adalah pekerjaan. Pilihan mereka adalah bekerja bagi orang/perusahaan atau wiraswasta. Hal ini perlu dibekali sekolah agar apapun pilihannya dapat menjadi pegangan bagi mereka saat terjun ke masyarakat. Kualitas sekolah akan terlihat nyata melalui bagaimana mereka setelah lulus dari sekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here